Home / Berita

Rabu, 24 Februari 2021 - 16:04 WIB

PEMKAB/KOTA DIMINTA SERIUS TANGANI KASUS STUNTING

Viewer: 523
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 52 Detik

PONTIANAK KALBAR KOMPAS NASIONAL – Gubernur Kalimantan Barat yang diwakili oleh Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Dra. Sri Jumiadatin, M.Si, membuka acara
Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Kalimantan Barat Tahun 2021, di Ruang Data Analitik, Selasa (23/2/2021).

Usai acara tersebut, mantan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kalbar ini menjelaskan ada beberapa yang menjadi perhatian khusus Gubernur, yakni penanganan stunting.

Gubernur berpesan bahwa BKKBN Kalimantan Barat tidak bisa bekerja sendiri menangani permasalahan-permasalahan untuk mencapat keluarga sehat sehat, keluarga sejahtera, dan keluarga berencana.

“Apalagi yang telah kita dengarkan bersama, bahwa Kalbar merupakan peringkat kedelapan dari sepuluh tertinggi tingkat stunting di seluruh Indonesia,” ungkap Sri.

Lebih lanjut dia mengatakan ada beberapa arahan Kepala BKKBN pusat kepada Gubernur Kalbar yang menjadi catatan penting. Pertama, laju pertumbuhan penduduk di Kalbar menurun, akan tetapi peningkatan kasus stunting juga tidak terlalu tinggi.

Baca Juga  Abaikan Protkes, Satgas Covid-19 Gelar Operasi Penegakan Disiplin di Sambas*

“Kedua, diperlukannya bidan desa.

Hal tersebut tak lepas dari target untuk meraih kualitas hidup yang lebih baik, agar angka stunting bisa ditekan,” tegas Sri.

Ketiga adalah perangkat daerah yang menangani keluarga berencana di kabupaten/kota sudah mendapat kucuran dana dari BKKBN daerah.

Dia mengingatkan diperlukan bantuan dari pemerintah provinsi untuk memonitor dana tersebut.

“Mudah-mudahan di dalam bulan Februari ini, targetnya sudah bisa bergerak.

Sehingga pelayanan KB itu bisa dilakukan,” imbuh Sri.

Keempat adalah mengurangi penggunaan jamban di sungai yang dapat menimbulkan dampak kurang baik bagi kesehatan dan kehidupan masyarakat.

Sri menuturkan arahan Kepala BKKBN Pusat sejalan dengan arahan Gubernur Kalbar.

Baca Juga  Terkait Regrouping SDN Pematangsiantar, Kadisdik : Ini Tuntutan Masyarakat, Sekarang Kita Maju Terus

“Artinya ada permasalahan bersama yang telah ditelaah pemerintah pusat, dalam hal ini BKKBN, yang juga dipikirkan Bapak Gubernur.

Yang pasti, kemitraan itulah yang perlu dibangun, kemudian melibatkan pihak swasta yang bisa diajak kerja sama,” timpalnya.

Di akhir wawancara, Sri Jumiadatin berharap pendataan keluarga yang akan dilaksanakan mulai 1 April mendatang dapat mencapai jumlah target 1 juta lebih keluarga di Kalbar.

Diakhir wawancaranya beliau Sri Jumaidatin mengatakan, mudah-mudahan pendataan keluarga yang akan dilaksanakan mulai satu April nanti bisa tercapai sesuai target yaitu satu juta lebih keluarga di Kalimantan Barat.

“Nah, sesuai dengan arahan bapak Gubernur di dalam sambutan tertulis beliau, mari semua pihak saling bekerja sama.BKKBN itu tidak bisa berjalan sendiri mencapai tujuannya dari misi yang diembannya,” tutupnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Wali Kota Lantik 29 Pejabat Dijajaran Pemko Padang Sidempuan

Berita

3 (Tiga) Orang WNI Diduga (PMI) Pekerja Migran Indonesia Non Prosedural Kembali Diamankan Prajurit Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty

Berita

Bupati Taput : Kita Bisa Berbeda Selera, berbeda Pendapat, Tetapi kita Harus Satu untuk Tujuan Besar menuju “Taput Maju”

Berita

BCA Tanggapi Gugatan Rp 10 Miliar dari Sri Bintang Pamungkas

Berita

Kunjungi Perbatasan, Pangdam XII/Tpr Beri Motivasi dan Semangat Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns

Berita

DPC GAMKI Halmahera Selatan Masa Bakti 2019-2022 Resmi Dilantik.

Arsip

KPK Tangkap Hakim MK?

Berita

Intens Lakukan Pengobatan Terhadap Warga, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/wns Terima Senjata Rakitan Di Perbatasan.*