Kompasnasional.com Toba | Ibu-ibu pedagang yang direlokasi dari Pajak Balairung Balige ke Lapangan Sisingamangaraja XII ( Lapsi) Balige mengeluh karena jualan mereka tidak laku, Senin,1/3/2021 sekitar pukul 11.30 wib.
Ketika wartawan mengunjungi tempat jualan mereka, dengan spontan para pedagang berkumpul dan berteriak minta aspirasi mereka ditulis di media. Kami sudah mengalami kerugian ratusan juta rupiah se hari, kata mereka secara serentak, kami dibohongi Pemerintah,ujar para pedagang secara bergantian.
Janji pemerintah sewaktu pertemuan Pemkab dengan pedagang di Pendopo mengatakan bahwa semua pedagang dipindahkan, ternyata sekarang di sekililing pajak Balairung Balige berdiri kios-kios para pedagang, pemerintah Toba tidak bernyali, tidak berani memindahkan para pedagang, sehingga kami mengalami kerugian besar disini.
Tulis pak besar-besar di media bapak, kata ibu-ibu pedagang, sambil menyuarakan dengan menyoraki Dinas yang mengurusi pedagang adalah pembohong kata mereka, jualan di tempat ini tidak laku, kami mau makan apa ?,cetus mereka.
Alasan dan keluhan para pedagang, mengatakan bahwa kenapa masih ada tinggal pedagang disana ? (Balairung) Balige maksudnya bertanya kepada wartawan Kompasnasional.com.id Toba, bantu kami pak …
Keluhan mereka juga, kenapa kami di relokasi kesini ? Sementara pengangkutan umum khusus hari pekan ngak sampai kesini,sehingga orang dari pedesaan mau belanja toh juga ngak sampai ke tempat ini, lihat pak jualan kami ini tidak laku, didalam juga keadaan berlumpur, jadi para penbeli enggan masuk ke dalam kata mereka seraya bersorak-sorak seolah beban mereka lepas ketika jumpa dengan wartawan kompasnasional.com.id.
Para pedagang mengatakan apabila keluhan kami tidak di tanggapi Pemkab Toba, kami akan turun ke jalan menyuarakannya, sambil ibu – ibu pedagang secara serentak menunjukkan kubangan lumpur di lokasi tempat jualan mereka. Kasihan sebuah kata yang tepat untuk mereka (LamS)
Penulis Lambok Sianturi








