Home / Berita

Selasa, 23 Februari 2021 - 17:09 WIB

Kota Pontianak Zona Oranye, Edi Pastikan Belajar Tatap Muka Tetap Berlanjut

Viewer: 502
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Satgas Covid-19 Terus Evaluasi

PONTIANAK KALBAR KOMPAS NASIONAL- Meskipun sempat ditetapkan berada di zona kuning wilayah risiko penularan Covid-19, namun pada hari Selasa (23/2/2021) Kota Pontianak tercatat kembali berada di zona oranye.

Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menerangkan penetapan zona itu lantaran adanya penambahan jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 19 orang hasil uji swab di salah satu bioskop beberapa waktu lalu.

“Meskipun sudah masuk zona oranye, pembelajaran tatap muka di sekolah tetap berjalan.

Namun tetap kita evaluasi terus perkembangannya,” ungkapnya usai menggelar rapat koordinasi Satgas Covid-19 Kota Pontianak di Aula Sultan Syarif Abdurrahman Kantor Wali Kota, Selasa (23/2/2021).

Menurutnya, zona yang ada memang bersifat semu.

Artinya, zona tersebut bersifat fluktuatif atau berubah berdasarkan hasil temuan kasus positif Covid-19.

Baca Juga  Ada Surat Ancaman Bom, Gegana Sterilisasi Lokasi Konser NCT 127!

Meskipun berada di zona oranye, lanjutnya lagi, tingkat hunian pasien Covid-19 di rumah sakit yang ada di Kota Pontianak jumlahnya menurun.

“Kita minta warga tetap waspada dengan mentaati protokol kesehatan.

Aktivitas silakan, tetapi tetap patuhi protokol kesehatan,” pesannya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak Sidiq Handanu menjelaskan, yang perlu dipahami terkait zona ini adalah merupakan tingkat risiko penularan.

Sebagai gambaran, misalnya pada pekan ini kasus konfirmasi positif Covid-19 bertambah dari pekan lalu maka dipastikan menyebabkan perubahan zona dari sebelumnya.

“Tanpa melihat berapapun jumlah penambahan kasus tersebut,” jelasnya.

Namun dirinya menambahkan, secara umum di Kota Pontianak bila dilihat dari tingkat hunian rawat inap di rumah sakit yang ada, masih bisa dikatakan terkendali karena jumlah pasien yang dirawat atau bed occupation rate masih dibawah 30 persen.

Baca Juga  Kapolres Kapuas Hulu Berikan Sosialisasi Kepada Para Pekerja PETI

Sidiq mengingatkan masyarakat tetap waspada dan tidak lengah meskipun kasus yang ada banyak Orang Tanpa Gejala (OTG).

“Kuncinya adalah bagaimana kita melaksanakan protokol kesehatan walaupun aktivitas yang dilakukan sudah hampir normal tapi protokol kesehatan tetap dilaksanakan,” ucap dia.

Program vaksinasi yang tengah berjalan, diharapkan bisa membantu menurunkan angka keterjangkitan Covid-19.

Vaksinasi lanjutan setelah tenaga kesehatan akan ditujukan bagi kelompok lanjut usia (lansia) dan beberapa pelayan publik. Untuk program vaksinasi lansia tersebut tersedia 17 ribu dosis vaksin.

“Diperkirakan pelaksanaan vaksinasi kelompok lansia dengan usia 60 tahun ke atas awal Maret 2021,” pungkasnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Babinsa Danau Buntar, Kodim 1203/Ktp Sampaikan Ke warga Tentang Dampak Karhutla Dan Protokol Kesehatan PPKM Mikro.

Berita

Klarifikasi Pemberitaan, Penahanan Oknum Wartawan Itu Tidak Benar

Berita

Kostum Baru ‘Avengers: Infinity War’ Lebih Menarik

Berita

Ponpes Darul Ma’arif Sintang Lolos ke Final Piala Kasad Liga Santri PSSI

Berita

Wali Kota Serahkan Klaim JKK, JHT, JKM dan JP dari BPjamsostek Padang Sidempuan

Berita

LAN Siap Bersinergi Bantu Pemprov Kalbar Dan BNN Berantas Narkoba

Berita

Pangdam XII/Tpr dan Gubernur Kalbar Launching Pembangunan Percepatan Desa Mandiri

Berita

Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-Malaysia Yonif 645/Gty menerima kunjungan KJRI Malaysia di Pos Temajuk Kabupaten Sambas, Kalbar.