Home / Berita

Senin, 10 Oktober 2022 - 15:53 WIB

Jelang Pilkades 2022, Ini Pesan Wabup Tapsel Rasyid Dongoran Kepada Cakades

Viewer: 255
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 38 Detik

Jelang Pilkades 2022, Ini Pesan Wabup Tapsel Rasyid Dongoran Kepada Cakades

TAPANULI SELATAN | KOMPAS NASIONAL – Wakil Bupati (Wabup) Tapanuli Selatan (Tapsel) Rasyid Assaf Dongoran, MSi menyikapi suasana demokrasi pemilihan kepala desa yang akan digelar di Kabupaten Tapanuli Selatan nantinya pada tanggal 14 Desember 2022 yang terdapat 107 Desa yang akan menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).

Beliau berpesan kepada masyarakat, kepada para calon kepala desa (Cakades) dan tim sukses, agar selalu mengutamakan kesatuan dan keutuhan masyarakat.

“Sejak dahulu kita telah diajarkan dan dididik dalam lingkup Dalihan Natolu, untuk itu tidaklah etis seandainya suasana pemilihan Kepala Desa akan membuat kegaduhan atau perselisihan sehingga membuat konflik yang tidak berujung dan dapat mengganggu roda pembangunan di desa,” ucap Rasyid.

Lanjutnya, semua pihak khususnya masyarakat Tapanuli Selatan sudah saatnya dewasa dalam memilih pemimpin.

“Ingat bahwa masa depan dan kemajuan desa ditentukan dari pilihan kita dan bahwa setiap masyarakat memiliki tanggungjawab yang besar untuk memajukan desanya masing-masing,” sambungnya.

Bahwa dalam Undang-undang No 6 Tahun 2014 mengamanatkan seorang Kepala Desa memiliki kewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa, memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat, menaati dan menegakkan peraturan perundangundangan, melaksanakan kehidupan demokrasi dan berkeadilan gender.

Baca Juga  Akhir Tahun, Mahasiswa Dari Obi Beri Kartu Merah ke Gubernur

Selain itu juga melaksanakan prinsip tata Pemerintahan Desa yang akuntabel, transparan, profesional, efektif dan efisien, bersih, serta bebas dari kolusi, korupsi, dan nepotisme.

Seterusnya menjalin kerja sama dan koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan di Desa, menyelenggarakan administrasi Pemerintahan Desa yang baik, mengelola Keuangan dan Aset Desa, melaksanakan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Desa, menyelesaikan perselisihan masyarakat di Desa.

Termasuk kata Wabup, sekaligus mengembangkan perekonomian masyarakat Desa, membina dan melestarikan nilai sosial budaya masyarakat Desa, memberdayakan masyarakat dan lembaga kemasyarakatan, mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup.

Lebih jauh dipaparkannya, Konflik kepentingan dalam ajang pemilihan Kepala Desa memang tidak terhindarkan. Dalam prakteknya, baik pra pemilihan ataupun pasca pemilihan terdapat beberapa faktor yang dapat menjurus dan berakhir pada konflik sosial. Konflik yang terjadi baik antar individu atau antar kelompok dapat memicu perpecahan antar masyarakat.

“Permasalahan umum yang terjadi dalam konflik sosial di desa adalah masalah dari perilaku tim sukses calon kepala desa tidak terpilih yang mengklaim bahwa calon kepala desa pilihannya yang paling potensial sehingga memicu terjadinya konflik,” tukasnya.

Baca Juga  Ada Makna Di Balik Kaos Bertuliskan "Bye Bye Covid-19" Dikenakan Wali Kota T.Balai

Bahkan Menurut Politisi Golkar ini, para Calon kades baik petahana atau calon baru harus punya beberapa hal antaralain :

Pertama : Mental yang mendidik, tenang dan tidak baperan dan juga dia harus siap menang dan siap kalah. Calon kades juga harus saling menjaga keamanan dan kondusifitas di tengah-tengah masyarakat.

Kedua : Calon kades harus bisa mengayomi para tim sukses (timses) dan pendukungnya agar tidak melakukan tindakan yang merugikan semua pihak dan masyarakat khususnya menjaga soliditas agar tidak ada perpecahan “berlebihan” pasca Pilkades.

Ketiga : Siapapun yang terpilih, itulah yang terbaik, setelah itu sang kades terpilih harus mampu bekerja dan menerapkan kepemimpinan komunikasi yang menyatukan rakyat desanya , bukan sebaliknya berkuping tipis dan bagaikan raja yang selamanya duduk di singasana, menerapkan komunikasi informasi yang cenderung memperparah keadaaan perpecahan sosial masyarakat desa.

“Akhirnya, semua akan berpulang kepada masyarakat desa sendiri apakah akan mengorbankan masa depan desanya hanya dengan iming-iming amplop yang lebih tebal atau akan berpikiran maju, memilih pemimpin yang dapat mengemban amanah rakyat,” tutup Rasyid kepada Wartawan menyikapi perkembangan suasana Pilkades. (Ikhfan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Safri Kamaria: Merawat Kerukunan Ditengah Keberagaman

Arsip

Ibu Saeni Sanggup “Tipu” Jokowi Presiden Negara Republik Indonesia

Berita

Walikota Hadiri Sidang Paripurna DPRD Kota Psp Rangka Mengikuti Penyampaian Pidato Presiden RI

Berita

HASIL EVALUASI PAD SINTANG ADA HAMBATAN

Berita

Long Weekend Tambahan! Senin 18 Agustus Jadi Hari Libur Nasional

Berita

Ketua PSSI Sintang menyatakan penggunaan Lapangan Stadion Jadi Arena Ekspo 2022 Belum ada confirmasi.

Berita

Dinas Perpustakaan Memberikan Buku Bacaan ke Lapas Salambue, Menghidupkan Literasi WBP

Berita

Forkopimcam Sajingan Besar Kenalkan Nilai – Nilai Wasbang Bagi Generasi Muda Di Perbatasan