Home / Berita

Rabu, 5 Oktober 2022 - 18:37 WIB

Pangdam XII/Tpr Beri Penghargaan Satgas Pamtas Yonif 645/Gty

Viewer: 320
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 29 Detik

Sanggau, Kompasnasional.com Rabu (5/10/22) – Usai memimpin upacara dan syukuran peringatan HUT TNI yang ke-77, Pangdam XII/Tanjungpura Mayjen TNI Sulaiman Agusto, S.I.P., M.M., memberikan penghargaan kepada personel Satgas Pamtas Yonif 645/Gty. Penyerahan dilaksanakan di Pos Kotis Gabma Entikong.

Dalam kesempatan ini, Pangdam XII/Tpr menyerahkan piagam penghargaan kepada personel Satgas Pamtas Yonif 645/Gty yang telah melaksanakan tugas secara baik dengan berhasil menggagalkan upaya penyeludupan Narkoba ke wilayah Indonesia.

Pangdam XII/Tpr, Mayjen TNI Sulaiman Agusto saat memberikan arahan kepada Prajurit, menyampaikan bahwa tugas pokok Satgas Pamtas yaitu menjaga wilayah kedaulatan Indonesia dan mencegah penyelundupan sudah bisa dilaksanakan dengan baik oleh Satgas Yonif 645/Gty.

Baca Juga  Pantau Pelayanan Kesehatan, Bupati Gelar Sidak di RSUD Dr. Hadrianus Sinaga

“Hal tersebut sudah kalian buktikan pada awal bertugas dengan menggagalkan penyelundupan Narkoba dalam jumlah besar. Pertama 16,9 Kg, kemudian 1,9 Kg dan terakhir 27,7 Kg. Itu sudah kita laporkan ke Panglima TNI dan Kasad untuk mendapatkan penghargaan. Mudah-mudahan segera bisa turun,” kata Pangdam.

Selanjutnya Mayjen TNI Sulaiman Agusto menegaskan kepada personel Satgas terus melaksanakan tugas pokok dengan baik. Menghindari hal-hal yang melanggar hukum. Dan terus meningkatkan kerjasama dan saling memberikan informasi dengan TDM Malaysia.

“Jalin kerjasama yang erat dengan rekan-rekan kita dari Malaysia, saling memberi informasi supaya perbatasan yang kita jaga bersama ini tidak ada gangguan. Kita masih serumpun dengan mereka, terus jalin kerja sama,” tegasnya.

Baca Juga   Holding PLN dengan 4 Sub-Holding Baru Diumumkan Menteri BUMN, Makin Lincah Jadi Perusahaan Energi Berbasis Teknologi Menyambut Masa Depan

Mengakhiri arahannya Pangdam berpesan, agar dalam setiap pelaksanaan kegiatan selalu mengutamakan pengamanan personel. Keselamatan personel harus utama. Yang bisa menjaga diri adalah individu masing-masing bukan orang lain.

“Kalian sudah berangkat kesini kemudian kembali ke satuanmu harus lengkap tidak boleh berkurang suatu apapun. Ingat anak istrimu menunggu di sana. Mereka setiap hari berdoa mudah mudahan bapaknya selamat tidak ada hambatan dalam pelaksanaan tugas,” pesannya mengakhiri. (Pendam XII/Tpr)

Abd .Rahman

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Pemuda Pancasila Tersinggung, Kalender Logo Palu Arit Beredar

Berita

Pangdam XII/Tpr Resmikan Masjid Al-Iklas Yonkav 12/BC

Berita

Gunakan Hari Libur, Babinsa Teluk Melano Kodim 1203/Ktp Ajak Warga Perbaiki Jalan Kampung.

Arsip

Viral video perwira TNI AU ribut, ini penjelasan Mabes TNI AU

Berita

PRESIDEN AKAN UMUMKAN PEMDA YANG PALING BANYAK DAN PALING SEDIKIT MENGGUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI

Berita

Bupati Tapsel Mendukung Penuh Saran dan Masukan Komnas Disabilitas (KND)

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Bupati Erlina Lepas 14 Atlet Terbaik Asal Mempawah Berlaga di PON XX Papua