Home / Berita

Sabtu, 26 Maret 2022 - 16:17 WIB

PRESIDEN AKAN UMUMKAN PEMDA YANG PALING BANYAK DAN PALING SEDIKIT MENGGUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI

Viewer: 312
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 5 Detik

BADUNG KOMPAS MASIONAL.Com – Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Drs. H. Ria Norsan, M.M., M.H., menghadiri serta mendengarkan langsung arahan Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, kepada Menteri, Kepala Lembaga, Kepala Daerah, dan Badan Usaha Milik Negara tentang Aksi Afirmasi Bangga Buatan Indonesia, di Hotel Grand Hyatt Nusa Dua, Kabupaten Badung, Provinsi Bali, Jumat (25/3/2022).

Dalam sambutan yang disampaikan, Presiden mengaku heran Indonesia masih mengimpor barang-barang yang sebetulnya dapat dibuat di dalam negeri.

“Contoh, CCTV dibeli secara impor, padahal banyak memproduksi di dalam negeri. Bahkan, seragam dan sepatu TNI-Polri pun dibeli dari luar. Jangan diteruskan! Benda-benda seperti itu bisa Kita produksi di dalam negeri,” tegas Ir. H. Joko Widodo.

Selain itu, Presiden juga menyinggung Menteri Kesehatan yang masih membeli alat kesehatan dari luar negeri (impor), seperti tempat tidur untuk rumah sakit.

“Saya melihat ada yang memproduksi di Yogyakarta, Bekasi, dan Tangerang. Kenapa harus impor. Saya berpikir, mungkin kita tidak bekerja secara detail dan teliti, sehingga tidak mengetahui bahwa barang yang dibeli adalah barang impor,” tutur Kepala Negara.

Baca Juga  Bupati Samosir Secara Resmi Membuka Kegiatan Promosi Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Di Kabupaten Samosir Sebagai Lokus 2021

Presiden juga menekankan pengadaan barang dan atau jasa harus dapat menghidupkan kembali perekonomian nasional.

Presiden juga merincikan Anggaran Modal Pemerintah Pusat sebesar Rp 526 Triliun, sedangkan Anggaran Modal Pemerintah Daerah sebesar Rp 535 Triliun, dan BUMN sebesar Rp 420 Triliun.

Seusai acara, Wakil Gubernur Kalimantan Barat meminta seluruh jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, para stakeholder di Kalbar maupun di Indonesia, harus menggunakan produk dalam negeri.

“Belanja pengadaan barang dan atau jasa di Kalbar sebesar Rp 2,9 Triliun dimana dari nilai tersebut total belanja barang dalam negeri sebesar Rp 700 Miliar. Sedangkan, sisanya sebesar Rp 2 Triliun untuk belanja barang impor,” jelas H. Ria Norsan.

Wagub berharap Pemprov Kalbar dapat melaksanakan seluruh arahan Presiden, termasuk menggunakan barang lokal Indonesia dalam pengadaan barang dan atau jasa di Kalbar, serta harus bangga dengan produk buatan dalam negeri.

Baca Juga  AKBP France Yohanes Pimpin Apel Perdana, Ini Pesan Kapolres Kapuas Hulu

“Beberapa contoh barang telah disebutkan Bapak Presiden, seperti tempat tidur rumah sakit, CCTV, dan lain-lain.

Penggunaan produk dalam negeri harus diutamakan karena Presiden akan memantau langsung provinsi mana saja yang banyak menggunakan produk dalam negeri dan akan diumumkan.

Jika pemda tidak berhasil, dana transfer pusat terancam dikurangi,” imbuh Wagub Kalbar.

Selanjutnya, Pemprov Kalbar diharapkan dapat melampaui target 40% belanja pengadaan barang dan atau jasa yang ditetapkan Presiden Republik Indonesia.

“Untuk kedepannya, belanja pengadaan barang dan atau jasa Pemprov Kalbar bisa mencapai 40% dari total Rp 2,9 Triliun.

Harapan saya bisa lebih dari target yang ditetapkan Bapak Presiden, bahkan bisa mencapai 100%,” tutup Wagub.

(Hasnan Sutanto)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Keluarga Soeharto Biasa Kurban Puluhan Sapi, Kini Cuma 2 Ekor

Berita

Wakapolda Kalbar Buka Pelatihan dan Keterampilan bagi Pegawai Negeri Pada Polri di Polda Kalbar

Arsip

Tawuran Tak Pakai Kung Fu, Tiga Biksu China Dicopot Dari Bihara

Berita

Bentuk Perhatian Danrem 121/Abw Dan Ketua Persit KCK Koorcab Rem 121 Terhadap Kesehatan Anggota.

Berita

Wakapolda Kalbar Laksanakan Ground Breaking Pembangunan MaPolres Kubu Raya

Berita

Ramadhan Berkah, Yonif Mekanis 643/Wns Bagikan Takjil Kepada Pengguna Jalan Secara Serentak.

Berita

Lantik 21 Pejabat Administrator dan 119 Pejabat Pengawas di Lingkungan Pemkab Samosir, Bupati Samosir: Kita Harus Melayani, Bukan Dilayani

Berita

Kapolsek Pontianak Timur Jalin Silaturahmi Dengan Tomas dan Toga