Home / Berita

Rabu, 10 November 2021 - 18:46 WIB

Miris, Di Halsel Ibu Hamil Keluarkan Biaya 2.5 Juta Untuk Melintasi Selat

Viewer: 614
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik
ilustrasi (Foto Internet)

Halsel – Kompas Nasional | Tak di tanggung pihak Puskesmas, para Ibu hamil di Kecamatan Gane Barat Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) terpaksa dibebankan biaya 2.5 Juta untuk transportasi melintasi selat saat rujukan ke RSUD Labuha.

Cerita pilu ini dialami seorang ibu hamil asal Kecamatan Gane Barat bernama Ibu Siska. Dari pengakuan suaminya bahwa Puskesmas Saketa tidak membantu biaya transportasi saat istrinya di rujukan ke RSUD Labuha.

“Kami terpaksa dibebankan untuk menanggung biaya transportasi speed bod saat rujukan ke RSUD Labuha sebesar 2.5 Juta,” ungkap suami Siska.

Kesulitan tersebut bukan hanya dialami Ibu Siska, ternyata juga dialami sejumlah ibu hamil maupun pasien lainya saat di rujuk ke RSUD Labuha.

Baca Juga  Bupati Samosir Bersama Danrem 023/KS Secara Resmi Tutup Karya Bhakti TNI Kodim 0210/TU di Desa Bonandolok Kabupaten Samosir

Untuk itu, dirinya pun berharap agar pemerintah daerah dalam hal ini Bupati Halsel segera melihat kondisi yang di alami masyarakat di Kecamatan Gane Barat.

“Dikarenakan minimnya peralatan medis di Puskesmas Saketa maka kami berharap pak bupati melihat kondisi masyarakat di Kecamatan Gane Barat,” harapnya.

Terpisah, Kepala Puskesmas Saketa, Idgam Abubakar saat dikonfirmasi mengatakan, bahwa pihak puskesmas Saketa hanya menanggulangi pasien yang memiliki kartu BPJS.

“Untuk pasien umum tidak ada, dan kalau ada masyarakat yang tidak mampu dirujuk terutama ibu melahirkan itu harus ada partisipasi dari desa,” tuturnya.

Namun dari pengakuan kepala puskesmas bahwa pihak puskesmas Saketa memiliki speed avicena 40 PK keluaran 2009 tapi mengalami kerusakan pada mesin.

Baca Juga  Sebanyak 272.886 TNI/Polri Amankan Pilpres dan Pileg 2019

Sementara untuk mengantisipasi rujukan pasien ke RSUD Labuha, pihak Puskesmas hanya mengandalkan rute penyebrangan ferry.

“Kita sekarang memang andalkan kapal kapal ferry, tapi kalau pas di luar jadwal kapal ferry atau darurat tengah malam itu dilema, apalagi pasien umum,” ungkapnya.

Bahkan Idgam mengatakan, bahwa pelayanan transportasi saat pasien di rujuk ke rumah sakit merupakan tanggungjawab pemerintah desa terutama bagi ibu melahirkan.

“Jadi sebenarnya kalau bisa desa juga menyediakan transportasi selain darat juga laut ini bertujuan termasuk membantu masyarakat saat dirujuk,” pungkasnya. (FIK)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Sintang Laksanakan Apel Gelar Pasukan,Operasi Ketupat Kapuas 2022

Berita

1000 Nelayan Kapuas Hulu Bakal Dapat Asuransi

Berita

Bupati Kapuas Hulu Sis Buka Bimtek Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan BPD

Berita

BUPATI SAMOSIR MONITORING PELAKSANAAN UJIAN SATUAN PENDIDIKAN (USP) KELAS VI DAN IX DI KECAMATAN PANGURURAN

Berita

Jelang Pemilihan Ketua dan Wakil Ketua , Komisi Pemilihan OSIS SMAN 5 Pematangsiantar Matangkan Persiapan

Berita

Operasi Pekat,Tim Gabungan di Bulan Suci Ramadhan Jaring 69 Orang Wanita Malam di Kota Sintang

Berita

30 Sekolah Cabdis Siantar Belum Terima Dana Bos Tahap I dan II, Tim Disdik Prov.Sumut Lakukan Monev

Berita

Pengeboman Di Surabaya Gunakan Bom The Mother of Satan