Viewer: 1079
0 0

Home / Internasional

Jumat, 28 Agustus 2020 - 16:06 WIB

Mengaku Nabi, Pria Pakistan Ditembak Mati di Ruang Sidang

Viewer: 1080
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 5 Detik

Kompasnasional | Seorang pria ditembak mati di ruang sidang kota Peshawar, Pakistan lantaran dituduh melakukan penistaan agama. Pria tersebut diadili karena mengaku sebagai seorang nabi.

Pejabat polisi Ijaz Ahmed mengatakan, pelaku penistaan agama bernama Tahir Ahmad Naseem ditembak hingga enam kali selama persidangan dalam kasusnya, di pengadilan distrik pada Rabu, 29 Juli 2020, waktu setempat.

“Pelaku penembakan telah bertanggung jawab atas pembunuhan tersebut dan mengatakan dia sengaja membunuh Naseem karena telah melakukan penistaan. Tersangka telah ditangkap di tempat kejadian,” kata Ahmed, dilansir Al Jazeera, Kamis, 30 Juli 2020.

Baca Juga  Di Jenewa, RI Usulkan 3 Langkah untuk Perdamaian di Afghanistan

Naseem telah berada dalam tahanan polisi sejak 2018, ketika dituduh melakukan penistaan agama dengan mengaku sebagai seorang nabi. Di Pakistan, kejahatan seperti itu diatur oleh undang-undang ketat dan pelaku dapat diganjar dengan hukuman mati untuk pelanggaran tertentu.

Naseem dituduh melanggar pasal 295-A, 295-B dan 295-C dari hukum pidana Pakistan, yang berurusan dengan penistaan terhadap agama Islam. Dia dituduh antara lain mencemarkan nama suci Nabi Muhammad.

Baca Juga  Dua pesawat F-5E Tiger Milik Unit Akrobatik Patrouille Suisse Tabrakan di Udara

Berdasarkan data, pembunuhan di luar hukum dan kekerasan karena penistaan agama semakin umum dalam beberapa tahun terakhir di Pakistan. Sejak tahun 1990, setidaknya 77 orang telah tewas sehubungan dengan tuduhan tersebut.

Mereka yang terbunuh termasuk orang-orang yang dituduh melakukan penistaan agama, anggota keluarga mereka, bahkan pengacara serta hakim yang telah membebaskan orang-orang yang dituduh melakukan penistaan agama.(V/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Kasus Covid-19 Turun di India, Pakar Belum Yakin Gelombang Kedua Telah Mencapai Puncak

Arsip

Hebat, Balita Ini Menguasai Tujuh Bahasa

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Internasional

Kamala Harris Tegas Tolak Klaim Tiongkok Terkait Laut China Selatan

Berita

Pura-pura Jadi Nelayan, Penyelundup PMI Ilegal di Batam Ditangkap

Berita

Trump Sepakat Akhiri Shutdown Pemerintahan AS

Berita

Demo Covid Meluas, TV China Sensor Penonton Piala Dunia Tak Bermasker
Bom Sebelumnya Renggut 86, Tadi Subuh Bom di Prancis Tewaskan 13 Orang-kompasnasional

Arsip

Bom Sebelumnya Renggut 86, Tadi Subuh Bom di Prancis Tewaskan 13 Orang