Home / Berita

Minggu, 10 April 2022 - 09:40 WIB

Meminta Hujan Turun dari Langit, Salah Satu Kearifan Lokal Suku Batak

Viewer: 475
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 17 Detik

Samosir, Kompasnasional.com — Salah Satu Ritual penting dalam budaya Batak sering menyembelih hewan untuk persembahan.

Baru saja Indonesia menggegerkan dunia pada perhelatan MotoGP yang baru-baru ini dilaksanakan di Mandalika Lombok Tengah Nusa Tenggara Barat. Momen itu berawal saat di penghujung race hujan turun dan race terpaksa dihentikan. Panitia MotoGP Indonesia MGPA kerjasama dengan panitia MotoGP Dorna melakukan sebuah ritual khusus untuk menggeser hujan tersebut melalui seorang pawang hujan. Aksi kearifan lokal Indonesia inilah yang membuat geger.

Hampir sama dengan suku Lombok di Nusa Tenggara Barat tersebut, dahulu kala nenek moyang Suku Batak mengenal ritual untuk mendatangkan hujan. Ritual ini dilaksanakan ketika terjadi musim kemarau berkepanjangan.

Inilah Salah Satu Kearifan Lokal yang Sangat Menarik Yang berasal dari tanah batak Samosir Sumatera Utara yang mengartikan Manusia dan alam itu bisa berkomunikasi.

Dikisahkan, awal mula ritual itu pernah dilakukan oleh kedua bius (kerajaan) yakni Bius Sipitu Tali di Kenegerian Limbong dan Bius Suhi Ni Ampang Na 4 di Kenegerian Sagala, Samosir.

Baca Juga  Peneror Ditawari Terima Uang Rp10 Juta

Raja Bius sipitu tali tadi berkumpul di Partungkoan Limbong, sedangkan Raja bius Suhi ni Ampang na 4 Sagala berkumpul di Partungkoan Ginolat Sagala. Kedua bius tersebut berangkat dari daerah masing-masing menuju Simangguguri.

Setibanya di Simangguguri, secara bersama-sama kedua bius tadi manguras kerbau seraya melantunkan Doa dalam bahasa batak disebut Martonggo. Setelah ritual tadi, selanjutnya mereka akan berjalan ke Bonabona Tulas sambil diiringi Gondang(Musik tradisional Batak) yang terdiri dari satu buah Taganing, seperangkat Gong yang berjumlah 4 buah serta sebuah Sarune Bolon, alunan bunyi Gondang Batak akan terus dibunyikan seraya mereka berjalan.

Setelah mereka selesai berdoa dari Bona Tulas tadi, kemudian mereka akan kembali menuju Simangguguri untuk melakukan beberapa ritual lagi yang disebut Mangarsak Lambe (Martambangan).

Kerbau yang tadinya diuras itu akan dimasak dan disusun rapi di sebuah altar yang sudah disiapkan ketika mereka sampai di tempat itu. Kemudian kedua bius, Sipitu tali dan Bius Suhi ni Ampang na 4 ini kembali melantunkan tonggo atau doa masing masing.

Baca Juga  Sambut Ramadhan, Kodam XII/Tpr Bagikan Nasi Kotak Untuk Masyarakat di Tepi Sungai Kapuas*

Biasanya dalam ritual atau acara-acara sakral seperti ini sudah pasti memanggil dan melibatkan Pargonsi yang diyakini dapat langsung menyampaikan permintaan atau doa-doa kepada Sang Pencipta.

Setelah acara tonggo dan peletakan persembahan kerbau di altar tadi selesai, kedua bius tersebut akan memberikan lanjutan acara itu kepada pargonsi untuk melengkapi permintaan mereka yang disebut Gondang Panjujuron.

Setelah Gondang itu usai, sesajen tadi akan diangkat untuk jamuan makan bersama, barulah kemudian acara dilanjutkan dengan manortor bersama. Di tengah acara panortoron, raja dari Ompu Borsan akan mencabut Piso Gaja Dompak, seraya melantunkan tonggo.

 “Diumpat Marhata-Hata, Dipasarung Marungut-Ungut” (Dicabut Berkata-Kata, Ketika Dimasukkan Bersungut-Sungut).

Pisau tersebut kemudian akan diangkat dan dihujamkan ke arah  langit. Ajaib! Tidak berapa lama setelah itu hujan turun. Awalnya masih rintik-rintik tapi tidak menunggu lama hujan menjadi sangat deras.

(Candro Situmorang)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Belum Genap Seminggu, Satgas Pamtas 642 Kembali Amankan Sabu 10,765 Kilogram*

Berita

Kecelakaan Maut Di Jalan Palembang – Jambi KM 22 Menyebabkan Satu Orang Meninggal Serta Tiga Orang Lainnya Luka Luka

Berita

Personel Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bersama Masyarakat Perbatasan Mempersiapkan Acara Gawai Dayak

Berita

Wali Kota Pematangsiantar Diwakili Asisten II Zainal Siahaan, SE. MM Buka Pelatihan Management Masjid Zona IV Tahun 2021

Berita

Kabupaten Samosir Memperoleh Dana Insentif Daerah Tertinggi Provinsi Sumatera Utara

Berita

Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Tim Kajian dari Ombudsman Kalbar

Berita

Emas Bermunculan di Pesisir Pantai Maluku Tengah, Ramai Diburu Warga Setempat

Berita

Disnakertran Sambas Lakukan Pembinaan terhadap operator Pesawat Uap Pabrik Minyak Kelapa Sawit