Viewer: 948
0 0
Viewer: 949
0 0

Home / Kesehatan

Selasa, 10 November 2020 - 08:22 WIB

Babak Baru Vaksin Merah Putih Unair

Viewer: 950
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 4 Detik

Kompasnasional | Cahaya di ujung terowongan pandemi Covid-19 adalah vaksin. Kini, dunia terus berlomba menjadi yang terbaik dan tercepat untuk menemukannya. Di Indonesia, selain Lembaga Eijkman, beberapa institusi seperti Universitas Airlangga (Unair) juga sedang dalam penelitian. Ada perkembangan signifikan dari kerja ilmiah yang dilakukan Unair.
Sejak awal wabah Covid-19 merebak, peneliti Unair aktif bergerak. Tidak saja mengembangkan vaksin, tapi juga obat, hingga stem cell yang diharapkannya mampu memberikan dampak signifikan dalam upaya memerangi Covid-19.

Unair terus menggenjot percepatan pengembangan vaksin yang diberi nama Vaksin Merah Putih. Vaksin Merah Putih Unair kini telah selesai melakukan uji tahap 1, 2, dan 3, yakni tahap menghasilkan rekombinan viral vector adenovirus dan adeno associate virus.

Untuk mencapai kesempurnaan, Vaksin Merah Putih Unair harus menempuh dua tahap tersisa. Yakni tahap 4 validasi dan uji pre klinis. Setelah itu, baru akan masuk di tahap 5, yakni uji klinis sebanyak tiga tahap. Prosesnya memang diakui masih panjang.
Tapi nggak apa-apa. Yang penting kami semua, akademisi Unair terus bergerak untuk bisa berkontribusi bagi bangsa dan negara,” ujar Rektor Unair, Prof Muh Nasih, di Surabaya, Senin (9/11).

Baca Juga  Sepedaan Pakai Masker atau Lepas? Ini Jawaban Dokter Buat Pegowes

Guna terlaksananya tahapan keempat, Unair menggandeng PT Biotis Pharmaceutical Indonesia. Pada tahapan tersebut, vaksin Covid-19 yang dikembangkan akan dilakukan uji coba terhadap hewan. Mulai dari tikus hingga kera. Jika proses uji coba terhadap hewan berjalan sukses dan efektif, selanjutnya akan diujicobakan terhadap manusia.

“Ada proses-proses yang memerlukan teknologi yang lebih maju lagi berkaitan dengan masalah pembiakan dan lain-lain. Sehingga dijalin kerja sama dengan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia untuk itu. Di sana akan dilakukan animal trial dalam waktu beberapa bulan,” ujar Nasih.

Nasih belum bisa memastikan apakah setelah seluruh tahapan penyempurnaan ini terlewati hasilnya bisa diproduksi massal atau tidak. Ia menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada pihak-pihak terkait untuk memutuskan. Dia hanya menegaskan, institusi yang dipimpinnya hanya ingin berkontribusi untuk bangsa dan negara.

Baca Juga  Viral Video Polisi Pukul Pengedar Narkoba, Dosen dan Mahasiswa STPK Matauli Dukung Penuh Satnarkoba Polres Tapteng

“Soal nanti (vaksin) ini dipakai atau nggak dipakai, soal industri dan bisnisnya, tentu kami serahkan sepenuhnya kepada pihak-pihak yang relevan dan punya kewenangan di sana,” kata Nasih.
Staf Ahli Bidang Infrastruktur pada Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek), Ali Ghufron Mukti, menegaskan pihaknya sangat mendukung dan berkomitmen untuk mengembangkan riset dan inovasi guna merespons, mengatasi, dan memitigasi Covid-19. Terkait pengembangan vaksin Covid-19, Ali menekankan tiga isu, yakni masalah kecepatan, efektivitas dan keamanan, serta kemandirian.

“Sehingga ke depan itu tidak impor, justru ekspor (vaksin Covid-19). Untuk efektivitas dan keamanan, produksi Vaksin Merah Putih sejak dini kita minta didampingi BPOM,” ujar Ali Ghufron. (R/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Kesehatan

IDI ‘Menjerit’ Usai Kemenkes Tegaskan Rapid Test Maksimal Rp 150 Ribu, Kenapa?

Kesehatan

Sambangi Kodam Jaya, Sejumlah Artis Apresiasi Kinerja TNI-Polri

Kesehatan

Turunkan Berat Badan Dengan Daun Salam Dan Kayu Manis

Kesehatan

Bahaya bagi Tubuh, Jangan Konsumsi Durian dengan 5 Macam Makanan dan Minuman Ini

Kesehatan

Warga Jatim Diminta Tak Hamil Dulu Selama Pandemi COVID-19

Kesehatan

Heboh Mutasi COVID-19 di Beijing, Saluran TV Eropa Bongkar ‘Sisi Gelap’ Budidaya Salmon Norwegia

Kesehatan

Bisa Merusak Ginjal, Hentikan 4 Kebiasaan Ini Sekarang Juga!

Kesehatan

Muncul Klaster Pabrik, Satu Pabrik di Majalengka Ditutup