Home / Berita

Senin, 14 Agustus 2023 - 15:41 WIB

Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia, Pengamat: Pemprov DKI Harus Tetapkan Status Bahaya

Viewer: 289
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Jakarta, jejaknasional.com – Pengamat Tata Kota Universitas Trisakti Nirwono Yoga menilai, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta harus menetapkan status bahaya polusi di Ibu Kota.

Hal ini menyusul adanya laporan dari laman IQAir pada Minggu (13/8/2023), di mana Jakarta menempati urutan pertama kota dengan kualitas udara terburuk di dunia.

“Dengan kondisi udara yang buruk dan suhu udara yang ekstrem, harusnya pemerintah DKI Jakarta menetapkan status berbahaya bagi kesehatan,” ujar Nirwono.

Ia melanjutkan, Pemprov DKI semestinya mengambil kebijakan yang tegas dan signifikan untuk menangani polusi di Ibu Kota. Nirwono mengusulkan tiga fokus penanganan polusi tinggi di Jakarta.

Pertama, soal pengembangan transportasi publik yang terpadu dalam jangka panjang serta ideal untuk masyarakat.

“Kedua, pembatasan kendaraan pribadi ke pusat kota, perluasan ganjil genap se-Jabodetabek berlaku untuk semua kendaraan pribadi baik mobil dan motor, baik yang BBM fosil maupun listrik,” ungkap Nirwono.

Baca Juga  Ulang Tahun GKPA Ke-45 Tahun 2020 Berlangsung Lancar Dan Meriah

Dia juga menyarankan penerapan jalan berbayar elektronik untuk semua kendaraan pribadi, rekayasa lalu lintas dengan menutup u-turn, jalan satu arah pada jam sibuk, dan peniadaan parkir liar ataupun parkir tepi jalan.

Pembenahan ulang tata ruang kota di Jabodetabek pun diperlukan, dengan penyediaan hunian vertikal yang terjangkau. “Pengembangan TOD (transit oriented development) di titik simpul transportasi massal, pembangunan trotoar dan jalur sepeda ke permukiman di sekitar koridor transportasi massal,” jelas Nirwono.

Transportasi sumbang polutan terbanyak

Nirwono menambahkan, 75 persen polusi udara disumbang dari sektor transportasi. Pasalnya, saat ini mayoritas warga menggunakan kendaraan pribadi. Pengguna transportasi publik, kata dia, hanya 10 persen. “Sementara 90 persennya pengguna kendaraan pribadi dengan komposisi pengendara motor 21 juta, dan pengendara mobil 4 juta setiap harinya,” tutur Nirwono. “Jadi sektor transportasi yang harus dibenahi total, di samping transformasi hijau PLTU atau batu bara di Muara Angke dan sekitar Jakarta ke energi baru terbarukan,” lanjut dia.

Baca Juga  AHY Minta Bantuan Keuangan ke Menkeu Demi Target Sertifikasi Lahan

Mengutip laman IQAir, Senin (14/8/2023) hingga pukul 10.20 WIB, Jakarta berada di urutan ketiga sebagai kota paling berpolusi di dunia. Kualitas udara di Jakarta masuk kategori tidak sehat. “Konsentrasi PM 2.5 di Jakarta saat ini 11,8 kali nilai panduan kualitas udara tahunan WHO,” demikian keterangan laman IQAir.

(YA/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Perjalanan 17 Hari Usman – Bassam Menata Birokrasi

Berita

Dandim 1206/PSB Bersama Staf Kodim Melaksanakan Sepeda Santai

Berita

PRESIDEN AKAN UMUMKAN PEMDA YANG PALING BANYAK DAN PALING SEDIKIT MENGGUNAKAN PRODUK DALAM NEGERI

Berita

Gelar “Operasi Zebra Kapuas 2021″Untuk Pendisiplinan Prokes dan Kamseltibcarlantas

Berita

Aliansi Mahasiswa Sambas Datangi Kantor BKSDA Kalbar Sampaikan Aspirasi

Berita

Vaksin PMK Berjumlah 30.000 Dosis Tiba di Pontianak

Berita

IBU VERA SILVIANA (PT. CMI), MINTA BERITA INI TIDAK DITERBITKAN ADA APA DENGANYA?

Berita

Bupati Tapsel : Forum Anak Harus Mampu Menjadi Wadah Kreativitas Bagi Anak-Anak Generasi Emas Tapsel