Viewer: 817
1 0

Home / Berita

Rabu, 27 Mei 2020 - 18:05 WIB

KPAI Ingatkan Wacana Sekolah Buka Berpotensi Munculkan Klaster Baru Corona

Viewer: 818
1 0
Terakhir Dibaca:4 Menit, 23 Detik

Kompasnasional | Jakarta – Pemerintah mulai mewacanakan pembukaan sekolah di masa pandemi virus Corona (COVID-19). KPAI mengingatkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dan Kementerian Agama (Kemenag) untuk berkaca dari negara lain yang mulai membuka sekolah tetapi justru ditemukan potensiklaster Corona baru di sekolah.

“KPAI mendorong Kemendikbud dan Kemenag RI belajar dari negara lain yang sudah mulai turun kasusnya, bahkan zero kasus kemudian membuka sekolah dengan menerapkan protokol kesehatan, namun ternyata ditemui kasus baru karena siswa dan guru tertular COVID-19. Sekolah malah menjadi klaster baru,” kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan, Retno Listyarti, dalam keterangannya, Rabu (27/5/2020).

Retno mencontohkan, China kembali membuka sekolah setelah kasus COVID-19 nol selama 10 hari. Pembukaan sekolah juga disertai dengan persiapan yang matang dan benar-benar dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat.

Bahkan di China, para guru yang akan mengajar sudah menjalani isolasi dahulu selama 14 hari sebelum sekolah dibuka. Sementara itu di negara lainnya seperti Inggris, Prancis dan Finlandia telah membuka sekolah tetapi ditemukan adanya siswa terpapar COVID-19 dan menimbulkan klaster baru.

“Beberapa negara di Eropa seperti Finlandia, Prancis dan Inggris yang memiliki sistem kesehatan yang baik dan membuka sekolah juga dengan persiapan yang matang dan protokol kesehatan yang ketat ternyata juga tidak aman dan malah menimbulkan klaster baru di lingkungan sekolah karena beberapa siswa dan guru tertular COVID-19 hanya dalam hitungan minggu,” sambung Retno.

Oleh karena itu KPAI mendorong pemerintah dan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan para pakar Epidemiologi sebelum memutuskan membuka sekolah pada tahun ajaran baru 2020/2021, tepatnya Juli 2020 nanti. IDAI sebagai ahli harus didengar dan dipergunakan rekomendasinya terkait rencana pemerintah membuka sekolah kembali.

“Membuka sekolah harus dipikirkan dengan matang oleh pemerintah pusat dan daerah, karena ini menyangkut keselamatan guru dan terutama keselamatan jutaan anak-anak Indonesia yang menjadi peserta didik dari PAUD sampai SMA/sederajat,” ujar Retno.

Baca Juga  Bupati Erlina Meninjau Pelaksanaan Vaksinasi Anak di Empat SDN Kecamatan Toho

Retno juga menyarankan mestinya masyarakat tetap berada di rumah demi memutus rantai penyebaran COVID-19, mengingat kondisi terakhir di mana pasar, mal dan bandara penuh sesak. Retno mendesak agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah berhati-hati mengeluarkan kebijakan dan memperhatikan keselamatan anak.

“Demi melindungi anak-anak Indonesia yang merupakan generasi penerus bangsa, maka Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus super hati-hati dan cermat dalam mengambil keputusan membuka sekolah. Keselamatan anak-anak harus menjadi pertimbangan utama saat pemerintah hendak mengambil kebijakan menyangkut anak,” ungkapnya.

Sementara itu, wacana pemerintah akan membuka kembali sekolah juga ditanggapi beragam oleh masyarakat melalui media sosial. KPAI berencana melakukan survei kebijakan pembukaan sekolah di masa pandemi Corona.

Survei akan menyasar responden anak, orangtua dan guru untuk mengetahui persepsi masing-masing pihak tentang kapan waktu yang tepat membuka kembali sekolah dan faktor apa yang menjadi pertimbangan paling utama. Survei tersebut direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Mei hingga awal Juni 2020.


Sebagai uji coba pertanyaan survei tentang apakah netizen setuju atau tidak dengan rencana pemerintah membuka sekolah pada 13 Juli 2020, bertepatan dengan tahun ajaran baru, KPAI mengunggah pertanyaan tersebut ke aplikasi Facebook. Ternyata setelah 6 jam diunggah, postingan tersebut mendapatkan komentar dari 87 netizen.

Para responden yang berkomentar dalam uji coba ini terdiri dari guru, orangtua dan bahkan tenaga kesehatan. Mereka berasal dari berbagai kota di Indonesia, di antaranya Batam, Bengkulu, Jambi, Kota Padang, Solok, Bukit Tinggi, Kota Medan, Kabupaten Tapanuli Utara, Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Magetan, Kota Surabaya, Kota Makassar, Bolmok Utara, dll.

Dari 87 responden dalam uji coba kuisoner survei tersebut, ternyata sebagian besar responden tidak setuju jika sekolah dibuka pada Juli 2020, 71% responden menyatakan tidak setuju sekolah dibuka pada Juli 2020 di saat kasus positif Corona masih sangat tinggi saat ini. Alasan yang tidak setuju adalah demi keselamatan anak-anak dan para guru.

Baca Juga  Polda Kalbar Pagi Ini Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Kapuas 2021

Tak hanya itu mereka yang tidak setuju meragukan penerapan protokol kesehatan ketat saat berada di sekolah dan dalam perjalan pulang-pergi ke sekolah. Bahkan ada 2 responden menyatakan tidak akan mengizinkan anaknya berangkat ke sekolah pada Juli 2020, meski sekolah anaknya dibuka.

Adapun 20% responden menyatakan setuju, dengan alasan sudah jenuh belajar dari rumah, banyak anak tidak bisa menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring karena keterbatasan peralatan dan kuota internet, bahkan tak mampu membeli kuota. Namun, responden yang menyatakan setuju juga menekankan diterapkan protokol kesehatan yang ketat di sekolah.

Selain itu harus dipastikan bahwa wilayah tersebut sudah dinyatakan sebagai zona hijau atau zero kasus COVID-19. Meskipun menurut beberapa ahi epidemologi, tidak ada zona hijau untuk wilayah di Indonesia saat ini.

Sedangkan 9% responden yang tidak memberikan jawaban setuju atau tidak, namun mendorong pemerintah dan IDAI melakukan kajian sudah layak/tidak membuka sekolah pada Juli 2020.

Adapun 20% responden menyatakan setuju, dengan alasan sudah jenuh belajar dari rumah, banyak anak tidak bisa menjalankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) secara daring karena keterbatasan peralatan dan kuota internet, bahkan tak mampu membeli kuota. Namun, responden yang menyatakan setuju juga menekankan diterapkan protokol kesehatan yang ketat di sekolah.

Selain itu harus dipastikan bahwa wilayah tersebut sudah dinyatakan sebagai zona hijau atau zero kasus COVID-19. Meskipun menurut beberapa ahi epidemologi, tidak ada zona hijau untuk wilayah di Indonesia saat ini.

Sedangkan 9% responden yang tidak memberikan jawaban setuju atau tidak, namun mendorong pemerintah dan IDAI melakukan kajian sudah layak/tidak membuka sekolah pada Juli 2020. (DC/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
100 %
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kampanyekan PPKM, Upaya Koramil MHU Bersama Instansi Terkait Tekan Penyebaran Covid-19*

Berita

M Yunus Najar Sebut Muliyansah Telat Informasi

Berita

Terapkan 3 M Sebar 1200 Masker Di Pontianak Utara

Berita

Adik Hendry Lie Didakwa Rugikan Negara Rp 300 T di Kasus Korupsi Timah

Berita

Wagub Kalbar Terima Audiensi DPP Persaudaraan Sambas Serantau

Arsip

Fakta-fakta Ditangkapnya Muncikari Anggita Sari

Berita

Menterengnya Pengusaha Travel Pamer Mobil Mewah dari Hasil Penipuan 12 Ribu Jemaah

Berita

‍Tekait Pemakaian Narkoba Rumah Andi Digrebek Polisi