Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Nasional / Reviews

Senin, 2 Oktober 2017 - 14:57 WIB

Peneliti: Di Era Demokrasi Tak Mungkin PKI Bangkit Lagi

Viewer: 665
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 18 Detik

kompasnasional.com – Hari Kesaktian Pancasila berkaitan dengan peristiwa Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia (G30S PKI). Belakangan ini gencar suara-suara yang menyebut-nyebut soal kebangkitan PKI, organisasi yang sudah dibubarkan oleh pemerintah.

Peneliti Populi Center Rafif Pamenang Imawan, mengatakan di era demokrasi tidak mungkin memberikan tempat untuk PKI lahir kembali. Kata-kata komunis pun hanya dijadikan sebagai alat politik.

“Komunis itu hanya alat politik karena komunisme tidak mungkin juga bangkit di era demokrasi ketika semua orang menghadapi kebebasan bersuara,” ujarnya saat dihubungi CNNIndonesia.com, Minggu (1/10).

Kebebasan bersuara, kata alumnus Uppsala University di Swedia itu, merupakan prinsip utama dalam era demokrasi. Fenomena yang terjadi saat ini pun disebutnya dengan kehadiran politik gelap yang dengan mudah menuding seseorang sebagai PKI.

Baca Juga  Tempat Karaoke dan Rental PS Juga 'Haram' Beroperasi di Aceh Selama Ramadan

Rafif menilai, isu komunis dan diskriminasi agama tertentu memiliki pola yang sama dengan peristiwa G30S PKI.

“Ini sama polanya dengan menolak G30SPKI, tapi itulah yang sekarang jadi persoalan, orang bisa mengakses informasi tapi tidak bisa menalar informasi tersebut,” ucapnya.

Dengan maraknya isu PKI yang gencar diumbar di tengah masyarakat, Pancasila pun menjadi kunci untuk mewujudkan persatuan bangsa. Rafif mengatakan, pemerintahan saat ini tengah berusaha mewujudkan kerja sama yang diilhami dari kelima sila Pancasila tersebut.

Baca Juga  Tim Gabungan Prokes Tapsel Bagi-bagikan Masker Kepada Warga Bentuk Kepedulian Terhadap Prokes Pemerintah Suatu Bentuk Kepedulian Terhadap Prokes Pemerintah

Pancasila, kata Rafif, harus diwujudkan oleh pemerintah dan individu masyarakat. Keberhasilan Pancasila terwujud dengan lahirnya interaksi sosial antar negara, peemrintahan dan masyarakat sipil.

“Pancasila menjadi kunci untuk mendorong terjadinya interaksi sosial. Pancasila sekarang adalah Pancasila kerja sama yang harus dimaknai,” tuturnya.

Rafif mengatakan, pemerintah dapat menggunakan Pancasila sebagai pedoman aparatur negara dalam membuat program. Sedangkan untuk masyarakat, Pancasila digunakan sebagai alat interaksi sesama individu (cnn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Stok Vaksin Covid-19 Kosong, Warga Pematangsiantar Kecewa Vaksinasi di Puskesmas Ditunda

Arsip

Kasus suap BPK, KPK perpanjang penahanan dua pejabat BPK
Rektor USU: Mahasiswa Baru Pemakai Narkoba Akan Langsung Dicoret-kompasnasional

Arsip

Rektor USU: Mahasiswa Baru Pemakai Narkoba Akan Langsung Dicoret

Arsip

Gawat, Timnas Indonesia Sudah Dapat Ancaman di Vietnam!

Berita

Pemerintah Tetapkan SNI Mainan Anak yang Aman

Berita

Tersengat Arus Listrik , Wabup Humbahas Berkunjung Kerumah Duka , Untuk Memberikan Kata Penghiburan

Berita

Jelang Idul Fitri Pemkot Pontianak Gelontorkan Bantuan Operasional RT/RW

Berita

Perkuat Kerjasama, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Terima Kunjungan Kerja Malaysia Military Liason Officer.*