Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Dalam rangka peningkatan kesehatan peserta didik, Sekolah Dasar (SD) Percontohan Pematangsiantar bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Bane, Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematangsiantar menggelar screening atau penjaringan kesehatan di ruang kelas sekolah Rabu,(08/12/21) Kegiatan tersebut merupakan agenda rutin SD Percontohan Pematangsiantar dengan pihak puskesmas Bane.
Pembinaan kesehatan anak usia sekolah dasar merupakan langkah strategis dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkualitas di masa depan.
Dalam kunjungan Tim Puskesmas Bane tiba di sekolah SD Negeri Percontohan pada saat peserta didik sedang mengikuti PAS (Penilaian Akhir Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2021-2022). Namun tim kesehatan tetap bersedia menunggu hingga anak-anak selesai ujian.
Pantauan awak media terlihat Sarah Sofia Hutapea salah seorang guru sekaligus wali kelas 1A SD Percontohan Pematangsiantar mempersilahkan tim Puskesmas Bane masuk ke dalam kelas. Wali kelas menjelaskan secara singkat kepada peserta didik bahwa hari itu sekolah kedatangan tamu.
Salah satu dari tim Puskesmas mengawali pembicaraan kepada peserta didik “Siapa yang sudah mandi dan sikat gigi sebelum datang ke sekolah?”
Dengan serentak anak didik menjewab ” Sayaaa…..” teriak anak-anak Kelas 1A SD Negeri Percontohan sambil mengangkat tangannya. Anak-anak sangat antusias dengan kedatangan tim dari Puskesmas Bane tersebut.
“Puskesmas Bane adalah salah satu Pusat Kesehatan Masyarakat yang terdapat di Jalan Nanggar Suasa No.22 Kecamatan Siantar Utara yang datang berkunjung ke sekolah SD Negeri Percontohan Kota Pematangsiantar, adapun tujuan kedatangan tim kesehatan tersebut untuk memeriksa kesehatan peserta didik secara rutin. Selain itu, tim Puskesmas juga memeriksa dan merekapitulasi penjaringan kesehatan peserta didik dengan mengambil data tinggi badan, berat badan, kebersihan telinga dan kesehatan gigi peserta didik”. ujar Sarah Sofia.
Petugas Tim kesehatan melakukan komunikasi dengan peserta didik dengan memberi nasehat kepada siswa yang terdapat gigi rusak atau telinganya yang kotor. Juga ketika anak yang ukuran tinggi badan dan berat badannya tidak sesuai, maka peserta didik akan diberi nasehat oleh tim kesehatan agar makan banyak dan teratur.
Juga Tim Puskesmas menjelaskan dan mendemonstrasikan kepada anak-anak bagaimana cara menyikat gigi yang benar.
“Selama ini sekolah menjalin kerja sama yang baik dengan Puskesmas Bane. Terkadang Tim Puskesmas juga datang untuk memberikan suntikan vitamin A, memberikan obat cacing dan program lainnya”.ucap Sarah.
Sarah juga mengatakan, bahwa kunjungan Tim kesehatan Puskesmas Bane dilakukan secara rutin 2-4 kali dalam setahun. Petugas kesehatan ramah dan sangat friendly kepada peserta didik. Sehingga anak-anak tidak takut akan kehadiran mereka.
“Untuk anak-anak yang status gizinya masih kurang atau berlebih, puskesmas meminta sekolah menyampaikan kepada orang tua agar dapat membawa anaknya langsung ke puskesmas untuk konsultasi lebih lanjut”.kata Sarah Sofia Hutapea juga salah satu guru penggerak di Kota Pematangsiantar.
Pihak sekolah juga berharap agar kegiatan tersebut dapat berjalan terus untuk masa-masa yang akan datang, yang mana merupakan sebagai kontribusi dan kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan pihak Puskesmas.
Toni Tambunan.







