Viewer: 799
0 0

Home / Berita

Rabu, 15 Juli 2020 - 22:05 WIB

Keluar masuk Jakarta tidak perlu lagi urus SIKM. ini gantinya

Viewer: 800
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 8 Detik

Kompasnasional | Jakarta – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menghapus kebijakan pembuatan surat izin keluar masuk / SIKM Jakarta. Namun, sebagai gantinya masyarakat yang ingin keluar masuk Jakarta harus mengisi CLM atau Corona Likelihood Metric yang dapat diakses melalui aplikasi Jaki.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan, pengurusan SIKM Jakarta telah ditiadakan dan diganti dengan pengisian CLM. Pengisian CLM lebih mudah karena dilakukan oleh diri sendiri, setiap orang yang ingin bepergian. Namun, pengisian CLM bisa dimanipulasi jika orangnya tidak jujur.

Pengisian SIKM sebelumnya bertujuan membatasi aktivitas masyarakat yang hendak keluar masuk Jakarta selama masa pembatasan sosial berskal besar (PSBB). Sedangkan, CLM bertujuan mengendalikan aktivitas masyarakat sehingga mereka merasa aman selama beraktivitas pada masa perpanjangan PSBB transisi.

“Yang kita kedepankan adalah prinsip pengendalian bagaimana pergerakan orang di Jakarta itu seluruhnya aman dari wabah Covid-19. Karena prinsipnya pengendalian, maka pergerakan orang itu harus dipantau secara keseluruhan,” kata Syafrin saat dihubungi, Rabu (15/7/2020).

Baca Juga  Dampak Refocusing dan Realokasi Anggaran, Sejumlah Program Tertunda

Syafrin menyampaikan, CLM adalah sistem aplikasi yang meminta masyarakat mengisi formulir semacam self-assessment terhadap indikasi awal apakah mereka terpapar Covid-19 atau tidak. Semua masyarakat diimbau mengisi formulir CLM sehingga mereka dapat mengetahui kondisi kesehatan mereka, apakah aman untuk melakukan perjalanan ke luar rumah atau tidak.

Pasalnya, dalam proses pengisian CLM, masyarakat diminta mengisi biodata dan kondisi kesehatan secara jujur. “Ini semacam self-assessment. Jadi kita mau mengimbau warga untuk mengisi CLM dengan sebenar-benarnya karena di sana hasil isian kita dinilai oleh sistem, kemudian diberi skor,” ungkap Syafrin.

Apabila skor kurang dari ambang batas yang ditentukan, maka pengisi CLM tidak diperbolehkan melakukan perjalanan ke luar rumah. “Jika skornya di atas passing grade yang ditetapkan, maka rekomendasinya boleh bepergian,” kata Syafrin.

Mereka yang memiliki skor di bawah passing grade akan direkomendasikan untuk melakukan tes pemeriksaan Covid-19. “Kami mengimbau kepada warga yang direkomendasikan tes, jangan melakukan perjalanan dulu. Anda lakukan tes dulu, setelah mendapat hasil tes negatif, silahkan lakukan perjalanan,” ucap Syafrin.

Baca Juga  Tingkatkan Hasil Pertanian, Anggota Babinsa 04/Jawai Beri Motivasi Kepada Warga binaan Petani Cabai

“Atau jika positif, tentu ada treatment tertentu, apakah karantina mandiri atau sesuai rekomendasi dokter pada saat dilakukan tes,” lanjutnya.

Sementara itu, jumlah kasus corona di Jakarta masih terus bertambah. Hingga Selasa 14 Juli 2020, pasien positif corona di DKI Jakarta bertambah 275 orang.

Dengan demikian, total kasus positif corona di DKI Jakarta hingga saat ini adalah 14.915 orang. Dari jumlah tersebut, 9.528 orang dinyatakan sembuh, sedangkan 714 orang meninggal dunia.

Kemudian, 619 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 4.053 orang melakukan isolasi mandiri di rumah. Sementara itu, jumlah pasien berstatus orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 422 orang dan pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah 957 orang.(KT/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dorong Para Santri Agar Berprestasi, Bupati Tapsel Serahkan Bantuan Alat Kelengkapan Olahraga

Berita

Bentuk Kepedulian, KNPI Malut Salurkan Bantuan Ke Korban Banjir

Berita

“POLICE GOES TO SCHOOL” PENYULUHAN TIBCARLANTAS, KENAKALAN REMAJA & NARKOTIKA DI SMAN 1 BALIGE

Berita

Penilaian Simulasi Penanggulangan Bencana Dari Mabes Polri Tapsel Dapat Nilai 100

Berita

Empat Pelaku Curas Kabur Ke Dammit, Berhasil Digelandang Polres Kobar

Berita

Wabup Humbahas Paparkan Potensi Daerah ke Gubernur Sumut, Fokus di Sektor Pertanian

Berita

Monitoring PTM, Wako Edi Kamtono Sebut Sekolah Sudah Terapkan Prokes

Berita

Bupati Tapsel : Peran Santri Dalam Pertahankan Kemerdekaan dan Mewujudkan Pembangunan Sangat Besar