Home / Berita

Rabu, 17 November 2021 - 15:23 WIB

“POLICE GOES TO SCHOOL” PENYULUHAN TIBCARLANTAS, KENAKALAN REMAJA & NARKOTIKA DI SMAN 1 BALIGE

Viewer: 427
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 53 Detik

Kompasnasional.com. Balige,Toba | Kabupaten Toba pada pekan ke dua bulan Nopember 2021 dapat merasa lega, dimana covid-19  berada pada posisi nol (0) tidak ada yang terpapar covid-19, sesuai data satgas Gugus Toba.

Momen ini lah di pergunakan oleh Kepolisian Polres Toba melaksanakan “POLICE GOES TO SCHOOL” (Polisi kunjungi sekolah) kepada para pelajar dari mulai tingkat SLTP dan SMA/SMK se-derajat di Kab. Toba tentang  Kamseltibcarlantas, Kenakalan Remaja dan Tindak Pidana Narkotika.

Kegiatan penyuluhan ini dilakukan Polres Toba untuk memberikan pembinaan  tentang kenakalan remaja dan bahaya penggunaan narkoba dan obat obat terlarang kepada siswa-siswi di AULA SMA Negeri 1 Balige Soposurung Kec.Balige Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara, Sabtu (13/11/2021).

Kasubbag Humas Polres Toba IPTU Pol.Bungaran Samosir mewakili Kapolres Toba, mengatakan bahwa kegiatan kunjungan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kesadaran para pelajar tentang keselamatan berlalu lintas dan bahaya dalam penyalahgunaan narkotika.

Penyuluhan ini dilaksanakan adalah upaya kita untuk pencegahan penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja di lingkungan pelajar.

Kita tidak menginginkan adanya lagi jatuh korban di kalangan para pelajar,sebutnya.

Untuk pencegahan tersebut perlu kita lakukan bimbingan dan penyuluhan, pendekatan secara terpadu antara orang tua, pihak sekolah dan pemerintah termasuk lingkungan tempat tinggal karena sangat kuat pengaruhnya terhadap perkembangan anak didik pada siklus kepribadianya, ujar Samosir.

Baca Juga  Jembatan Sungai Mangat Desa Manggala Pinoh Seletan Rusak Berat *Sangat Perlu Perhatian Pemerintah.

Kasat Lantas Polres Toba IPTU POL RT Gunawan Siahaan yang didampingi KBO satlantas Polres Toba, menghimbau untuk lebih mematuhi aturan dan etika berlalu lintas saat berkendaraan di jalan raya.

Etika ber lalu-lintas yang dimaksud disini terang Kasat, adalah tingkah laku para pemakai jalan dalam melaksanakan Undang-undang dan peraturan-peraturan lalu lintas serta norma-norma sopan santun antara sesama pemakai jalan.

Saya himbau adik-adik pelajar untuk patuh dengan aturan lalu lintas. Misalnya naik motor harus pakai helm, tidak boleh kebut-kebutan dan boncengan tiga. Kalau yang belum cukup umur, tidak boleh bawa motor sendiri dan yang cukup umur pun kalau bawa motor wajib miliki SIM kata Kasat.

Himbauan yang tidak kalah pentingnya saya sampaikan adalah mereka (pelajar) harus selalu memperhatikan keselamatan saat berkendara dengan tidak menggunakan handphone, tidak boleh berkendara saat dalam kondisi tidak fit atau dalam pengaruh alkohol, karena kecelakaan bermula dari perilaku-perilaku tersebut, lanjut Kasat.

Sementara itu dalam waktu yang sama, Kasat Narkoba Polres Toba AKP Pol Firman Peranginangin yang diwakili oleh KBO Satnarkoba IPTU POL Libertius Siahaan,SH mengatakan bahwa “Kita memaparkan tentang dampak dan efek yang ditimbulkan narkoba, oleh karena itu pelajar diimbau menjahui narkoba dengan semboyan  “Katakan  tidak pada Narkoba”, tegas IPTU Pol Libertius Siahaan.

Baca Juga  Granat dan 3 Peluru Ditemukan di Bawah Jembatan Surabaya

Adapun personil yang melaksanakan kegiatan Kasatlantas Polres Toba IPTU R.T Gunawan Siahaan, KBO Satlantas Polres Toba IPTU NG.Sembiring, KBO Satnarkoba Polres Toba IPTU Libertius Siahaan, BRIPDA Reza Manik

dan pihak sekolah yang turut hadir adalah Kepala Sekolah SMAN 1 Balige Makmur Siahaan M.pd, didampingi oleh Guru SMAN 1 Balige yakni, Alfranto,SPd, M.Simbolon,Spd, BRIPDA Reza Manik serta para siswa – siswi SMA Negeri 1 Balige.

Kepala SMA Negeri 1 Balige juga menyampaikan terimakasih keoada pihak Polres Toba, semoga ke depan kegiatan ini menjadi kunjungan rutin agar siswa mendapatkan penyuluhan untuk menambah pengetahuan tentang tertib berlalulintas, pencegahan kenakalan remaja serta tidak terlibat narkotika, karena siswa kita adalah tunas tunas generasi muda penerus bangsa kita,ujar Makmur Siahaan,Spd mengakhiri.

Selain melakukan penyuluhan tentang Kamseltibcarlantas, kenakalan remaja dan bahaya narkoba, jajaran Polres Toba juga memberikan imbauan tentang Prokes agar selalu menyiapkan cuci tangan dan selalu pakai masker (3 M) pada setiap melakukan kegiatan belajar. (DNM/LamS)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kadinkes Tapsel Ungkapkan Naker Tapsel Telah Siap Menerima Suntikan Vaksin Covid-19

Berita

Setelah Dicecar Polisi Ternyata Ibu Dan Kekasih Penganiayaan Anak Di Bawah Umur Pecandu Narkoba

Berita

Babinsa Dampingi Warga Binaanya Lakukan Tracking Covid-19

Berita

Prabowo: Bersatu Gak Harus Masuk Pemerintah, Bisa Awasi-Koreksi

Berita

Parah,,, Diduga Anggaran Cair 100 Persen, Pekerjaan Belum Selesai di Sidimpuan

Berita

DPRD Nias Selatan Laksanakan Paripurna Dalam Rangka Persetujuan Bersama atas Rancangan RPJMD 2021-2026

Berita

“Di situ pak Situmorang dan bupati cerita sebelumnya yang ngerjakan proyek jembatan di batubara Johan namanya, tapi kerjanya nggak beres. Kebetulan pak Situmorang mengaku perusahaannya ahli dibidang konstruksi jembatan,” sebut Ayen. Hingga akhirnya, OK Arya menyerahkan draft proyek Dinas PUPR Batubara kepada Ayen untuk diberikan kepada Maringan Situmorang. “Di Desember bupati ada kasih draft proyek untuk diserahkan ke Situmorang. Disitu ada ditandai tulisan ‘situ’. Karena saat itu saya mau olahraga, saya foto saja, kalau nggak salah dua atau tiga lembar. Setelah itu saya print lalu dikasih ke Situmorang. Saya tak terlalu perhatikan proyek-proyek apa saja,” jelasnya. Disinggung, mengapa mau menjadi tempat penitipan uang dari rekanan Pemkab Batubara untuk diserahkan kepada OK Arya, Ayen mengaku khilaf. “Saya khilaf. Semua demi menjaga hubungan bisnis karena keduanya sering beli mobil sama saya. Apalagi sebelumnya mereka ada nitip uang Rp 1 miliar, tapi nggak ada masalah. Tapi yang terakhir ini saya justru jadi terlibat,” sebutnya. KPK menangkap dua orang kontraktor, Maringan Situmorang dan Syaiful Azhar beserta Bupati Batubara, OK Arya Zulkarnain, Kepala Dinas PUPR Helman Herdadi dan pemilik Ada Jadi Mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen pada 13 September 2017 dari sejumlah lokasi berbeda di Medan dan Batubara. Penangkapan kelimanya dilakukan terkait kasus penyuapan senilai Rp 4,1 miliar. Total uang suap tersebut diberikan Maringan dan Syaiful, diduga sebagai persenan untuk OK Arya setelah mendapatkan sejumlah proyek yang dananya tertampung pada APBD Batubara Tahun Anggaran (TA) 2017.(*)

Berita

Wali Kota Menerangkan Perkuliahan Tatap Muka Dihentikan