Home / Berita

Kamis, 20 Mei 2021 - 19:26 WIB

Kelolah Sampah Organik Jadi Pupuk Kompos, DLHK Pematangsiantar Penambah PAD

Viewer: 580
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 12 Detik

Kompas Nasional l SIANTAR –  Sampah seringkali menjadi masalah yang tidak  kunjung usai. Pengolahan yang kurang tepat dan kesadaran masyarakat menjadi andil yang besar di banyak tempat, tak terkecuali di Kota Pematangsiantar  yang menghasilkan sampah rumah tangga, perkantoran, perdagangan dan lain-lainnya tidak sebanding dengan pengangkutan volume sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA).

Dalam hal pengelolan sampah di Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Pematangsiantar patut di beri apresiasi, dimana sampah bisa menjadi penambah Pendapatan Asli Daerah(PAD) Pemerintah Kota Pemetangsiantar.

Dedy Tunasto Setyawan selaku Kepala Dinas DLHK Pematangsiantar saat di jumpai di ruang kerjanya Kamis,(20/5/21) mengatakan, Bahwa pihaknya telah mengelolah sampah organik menjadi pupuk kompos,bahkan ini sudah menjadi penambah PAD buat Pemko Pematangsiantar.

“Dari tahun 2019 semanjak saya menjabat di dinas lingkungan hidup dan kebersihan ini hasil dari pengelolaan sampah sudah masuk ke kas pemerintah menjadi pendapatan asli daerah, jadi target kami 10 juta pertahun itu sudah terpenuhi seperti tahun kemarin”. tutur Dedy.

Baca Juga  Tim Korbinmas Baharkam Polri Lakukan Monev di Polres Kubu Raya

Dedy juga menjelaskan, bahwa pupuk kompos yang dihasilkan dinas DLHK Pematangsiantar, sudah merambah ke petani Simalungun, Tanah Karo dan Dairi juga telah babyak membeli langsung ketempat pengelolaan yang ada di tanjungpinggir , Kelurahan kebun Sayur, kecamatan Siantar Barat, Kota Pematangsiantar.

Juga pupuk kompos yang dihasilkan dari olahan tersebut sama dengan kompos komersial yang ada. Kalau pengelolahan kompos yang ada dengan zat cairan disebut B4. Untuk DLHK Pematangsiantar hanya berbahan pembusukan limbah organik rumah tangga jenis sayuran dan daun-daunan.

Masih kata Dedy, bahan dasar kompos tersebut, sampah dedaunan pohon di kota Pematangsiantar dan mayoritas hasil rantingan pohon dijalur listrik PT. PLN, Kemudian bahan tersebut digiling dengan mesin lalu di busukan selama 21 hari menggunakan bahan sampah sayuran milik rumah tangga dan  dari pasar Dwikora parluasan.

Baca Juga  DAK Sebesar Rp6,7 Miliar Lebih di Disdik Pematangsiantar, Diduga di Mark Up dan Tidak Sesuai Juknis

“Sebanyak 2 ton sebulan bisa di produksi Harga pupuk 1 kg Rp 2.000. Saat ini menjadi kendala bagi kita adalah bahan dasar dedaunan dan mesin yang kurang maksimal. Sehingga saat pengelolahan kurang efisien terkait mesin”. Kata Dedy.

Dedy Tunasto Setyawan juga menerangkan,  bahwa pihaknya sedang berupaya membangun kerja sama dengan stake holder yang ada terkait pemenuhan bahan baku.

“Beberapa waktu lalu kita kerja sama dengan PMKRI Cabang Siantar-Simalungun dalam program jumat bersih, salah satu programnya mengajak gerakan mahasiswa tersebut untuk kerja sama pengelolahan dan suply bahan dasar kompos tersebut. Begitu juga dengan organisasi mahasiswa lainnya”, ujarnya

Saat ini kami membangun komunikasi dengan Universitas Simalungun Indonesia (USI) sebab, kampus tersebut memiliki hutan atau pepohonan didalam kampus, Begitu juga Universitas Nomennsen. Sehingga kerja sama saling menguntungkan akan terjalin baik, pertama kebutuhan dasar kami terpenuhi, kedua mereka tidak perlu membutuhkan tenaga untuk melakukan pembersihan dedaunan sebab, petugas kami yang akan turun langsung. Tutupnya.

Toni Tambunan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Bocah Autis Tewas Dipaksa Berjalan 12 km per Hari

Berita

Relokasi Warga Bantaran Kali Anyar Masih Terganjal

Berita

Kakek Ini Simpan Uang dalam Karung Sejak Lama, Ketika Dihitung Mencapai Rp 81 Juta

Berita

Bupati Simalungun Terima Kunjungan Silaturahmi Kalapas Narkotika Kelas IIA Pematangsiantar

Berita

DPRD Rekomendasi Rapat Paripurna LKPj Pemko P.Sidempuan TA 2021

Berita

Gelar Apel Operasi Bina Karuna Kapuas 2022 Tahap II, Kapolda Kalbar Gandeng Seluruh Stakeholder Hadapi Karhutla 

Berita

Kunjungan Kerja Virtual Jaksa Agung RI

Berita

Lantik 14 Pimpinan Tinggi Pratama, Bupati Samosir: Laksanakan Tugas-Tugas Dengan Dedikasi dan Loyalitas Tinggi