Home / Berita / Daerah

Selasa, 19 Januari 2021 - 21:28 WIB

DAK Sebesar Rp6,7 Miliar Lebih di Disdik Pematangsiantar, Diduga di Mark Up dan Tidak Sesuai Juknis

Viewer: 936
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 5 Detik

Kompas Nasional l Siantar

Proyek Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk pekerjaan rehab gedung kelas, perpustakaan, laboratorium, jamban/WC, maupun pembangunan ruang kelas baru,  dengan biaya sebesar Rp6.7 Miliar lebih di Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar di duga di mark-up.

Proyek yang tersebar di  sekitar  30 paket dengan anggaran sekitar Rp 6.776.947.550, adalah kuncuran dari DAK yang dikucurkan Pemerintah Pusat kepada provinsi/kabupaten/kota untuk mendanai kegiatan khusus pemerintah daerah yang sesuai dengan skala prioritas nasional.

Dalam hal ini juga, Disdik  Kota Pematangsiantar sebagai pengguna anggaran mendapat kucuran DAK Tahun Anggaran(TA) 2020 yang tersebar di beberapa sekolah SD maupun SMP.

Proyek DAK fisik pendidikan yang berjumlah sekitar kurang lebih 30 paket dengqn anggarannya sekitar Rp 6.776.947.550, adalah bukti keseriusan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan dan kenyamanan proses belajar mengajar di Kota Pematangsiantar.

Namun sangat disayangkan, keseriusan pemerintah mengalokasikan DAK, justru di manfaatkan pejabat rakus guna meraup keuntungan pribadi maupun kelompok.

Baca Juga  Niat Menjual Sabu, Pengedar Asal Sorkam Ditangkap Sat Narkoba Polres Tapteng

Hal ini dikatakan Zokly Sihotang SE, selaku Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat Information Watch Republik Indonesia (LSM-ICW-RI). Menurut Zokly Sihotang,  proyek DAK fisik Disdik Kota Pematangsiantar diduga di mark up dan tidak sesuai petunjuk teknis(Juknis).

Zokly juga menerangkan, untuk pekerjaan DAK pendidikan diduga di pihak ketigakan dalam hal tenaga kerjanya juga tidak sesuai dengan speksipikasi. 

Masih kata Zokly, adapun dana alokasi khusus dari APBN merupakan dana yang dikelola sekolah dengan menggunakan sistem swakelola yang sifatnya dana tersebut di kerjakan atau di gunakan sesuai yang di tentukan juknis yang berlaku, kata Zokly.

Dalam hal ini juga Zokly berharap, agar pihak Aparat Penegak Hukum(APH) segera memeriksa kepala sekolah maupun bendahara karena diduga ada pemotongan atau kewajiban (KW) sebesar 15-17 persen dari dana pencairan tahap pertama yang di duga mengalir ke Disdik atau ke  Kepala Dinas, juga kepanitaan atau kelompok kerja(pokja) sama sekali tidak dibentuk di setiap sekolah, ungkapnya.

Baca Juga  Tinjau Vaksinasi se-Indonesia, Kapolri Saksikan Gubernur Maluku Utara Divaksin

Perlu diketahui, pekerjaan yang menyerap uang rakyat itu, perlu di kontrol dan di awasi oleh masyarakat, lembaga dan media sebagai sosial kontrol, agar proyek itu di kerjakan sesuai Juknis, RAB dan ketentuan lainnya.

Pasalnya, Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar sudah menggandeng jasa konsultan maupun fasilitator dalam perencanaan pembuatan gambar dan RAB, guna untuk acuan kerja dan sudah di survey.

Sebagi informasi, jauh sebelumnya telah dibentuk kepanitiaan atau  kelompok kerja (Pokja) kepala sekolah.

Karena sistem yang ditunjuk acuan kerja swakelola, dana ditransfer ke rekening sekolah, dana ditarik pertermin sesuai dengan kemajuan fisik dan kebutuhan yang sudah diajukan menurut juknis.

Penulis : Toni Tambunan

Editor : Nilson Pakpahan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Bupati Tapsel : Kerjasama Yang Baik Antara PKK Desa Dan Para Pemangku Kepentingan Akan Sejahterakan Masyarakat

Berita

Sambut Pembelajaran Tatap Muka, SMAN 1 Bandar Gelar Simulasi

Berita

Wakapolres Melawi Pimpin Apel Kesiapan Bhabinkamtibmas dan Nakes Sebagai Tracer dan Vaksinator Covid-19

Berita

Melalui Voting Melkianus Terpilih Sebagai Wakil Bupati PAW Kabupaten Sintang

Berita

Raperda APBD Kalbar Tahun Anggaran 2022 di Sepakati Sebesar 6,6 T

Berita

Cegah Gangguan Keamanan dan Ketertiban, Lapas Kelas IIA Pematangsiantar Gelar Razia Rutin

Berita

Buka Rakernis Harkam, Kapolda: Jangan Sampai Rakernis Hanya Dijadikan Ajang Ceremonial.

Berita

Bupati Kapuas Hulu Tinjau SDN 05 Ekok Tambai