Viewer: 862
0 0

Home / Ekonomi

Kamis, 23 Juli 2020 - 06:59 WIB

Kalahkan Inggris, Indonesia Bakal Jadi Negara Ekonomi Terbesar ke-5 Dunia di 2024

Viewer: 863
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 23 Detik

Kompasnasional | Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan, negara-negara Asia akan mengisi daftar 5 negara dengan kekuatan ekonomi dunia pada 2024.

Sebanyak 4 negara Asia bakal menggeser Eropa ke peringkat yang lebih rendah berkat angka produk domestik bruto (PDB) yang lebih tinggi 4 tahun mendatang.

Indonesia turut diprediksi jadi negara besar tersebut di peringkat 5. Posisi tersebut sebelumnya dikuasai oleh Inggris (Britania Raya) pada 2008 silam.

Populasi kelas menengah yang terus bertambah menjadi alasan mengapa Bank Dunia dan IMF meramal Indonesia bisa jadi salah satu negara dengan PDB tertinggi.

“Jumlah angkatan kerja di Indonesia bersama dengan Filipina dan Malaysia diperkirakan naik tajam beberapa tahun mendatang. Hal tersebut berkontribusi untuk meningkatkan pendapatan rata-rata negara,” tulis World Economic Forum dalam laman resminya, Rabu (22/7/2020).

Adapun dalam daftar tersebut, China akan naik ke posisi teratas negara ekonomi terbesar dunia, menggeser Amerika Serikat (AS) yang telah jadi nomor 1 sejak lama.

Ini lantaran Tiongkok telah masuk ke dalam pertumbuhan pasar global sepanjang abad 21. “Negara itu diprediksi akan mampu menangani populasi yang menua, sehingga bakal mengurangi konsumsi,” jelas World Economic Forum.

Baca Juga  Tak Hanya Indonesia, Pekerja China Lebih Banyak Mengalir Kemana-mana

Sementara posisi kedua akan ditempati Amerika Serikat, lalu India di urutan ketiga. Jepang dengan ekonomi mapannya kemudian menyusul di peringkat keempat.

World Economic Forum pun memperkirakan, negara dengan populasi terbesar ke depannya akan banyak melahirkan perusahaan multinasional. Namun, lembaga tersebut juga punya catatan tersendiri.

Menurut laporan Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO), sejumlah masalah juga akan timbul pada negara-negara mapan tersebut di 2024.

“Pertumbuhan cepat di Asia juga akan mendatangkan masalah-masalah baru. Seperti kesenjangan percepatan pertumbuhan antara kawasan perkotaan dan pedesaan, degradasi lingkungan, serta tantangan baru untuk pemerintah dan institusi,” tutur World Economic Forum.

Prediksi BI Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Prediksi BI Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Direktur Eksekutif CORE Indonesia, Mohammad Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi kuartal II akan terjadi kontraksi lebih dalam yakni minus 4 persen sampai dengan minus 6 persen. Hal itu seiring dengan penambahan jumlah kasus yang terus meningkat pada periode tersebut.

Baca Juga  Perbankan Masih Sulit Tingkatkan Kualitas Kredit

“Ini sangat bisa dimengerti kalau dilihat pertambahan kasus covid-19 terus meningkat bahkan setelah new normal terus meningkat,” kata dia dalam sebuah diskusi di Jakarta, Selasa (21/7).

Di samping itu, dia juga memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2020 akan kontraksi minus 1,5 persen sampai minus 3 persen. Menurutnya, angka tersebut menjadi ancaman bagi Indonesia karena resesi sudah berada di depan mata.

“2020 akan kontraksi dari minus 1,5 persen sampai minus 3 persen proyeksi CORE,” katanya.

Dia mengatakan, pertumbuhan ekonomi minus sebesar 1,5 persen terjadi kalau puncak pandemi di kuartal III sudah berangsur turun dan pemerintah tidak lagi memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Akan tetapi, jika kasus masih meningkat sampai kuartal IV maka kontraksi bisa lebih dalam sampai minus 3 persen.

“Tapi kalau kasus akan terus meningkat sampai kuartal IV kontraksi bsia lebih dalam sampe 3 persen,” tandas dia. (L6/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Untuk Hunian DP Nol Rupiah, Anies Baswedan: Ini Harga Tipe 21
Pertamina Akan Hadirkan Pertamax Turbo Akhir Juli -kompasnasional

Arsip

Pertamina Akan Hadirkan Pertamax Turbo Akhir Juli

Berita

Senin Pagi, Presiden Lakukan Kunjungan Kerja ke Jawa Tengah
Foto Crazy rich Reza paten

Berita

Kasus Trading Net89, PPATK Blokir Rekening Jumbo Crazy Rich Surabaya Reza Paten

Arsip

Rupiah Masih Diposisi Rp 13.000-an per USD

Arsip

Pertamina Segera Luncurkan Varian Solar Baru

Ekonomi

Fintech Jack Ma Dijegal, China Banyak Belajar dari Raksasa Amerika

Berita

Staf Khusus Presiden Lenis Kogoya Kunjungi Desa Tertinggal di Papua