Home / Internasional

Selasa, 2 Maret 2021 - 12:23 WIB

Junta Myanmar Makin Brutal, Para Menlu ASEAN Siap Bicara Blak-blakan

Viewer: 470
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 40 Detik

Kompasnasional l Para menteri luar negeri (menlu) negara-negara Asia Tenggara bersiap menggelar pertemuan khusus dengan militer yang berkuasa di Myanmar pada Selasa (2/3).

Para menlu itu berupaya menekan junta Myanmar agar menghentikan tindakan brutal yang telah menewaskan para demonstran. Pertemuan itu diharapkan dapat membuka saluran untuk mengatasi krisis politik yang meningkat di Myanmar.

Pembicaraan akan dilakukan dua hari setelah hari paling berdarah dalam kerusuhan sejak militer menggulingkan pemerintah terpilih Aung San Suu Kyi sebulan lalu.

Kudeta militer itu menimbulkan kemarahan dan protes jalanan massal di penjuru Myanmar.

Jalan-jalan sebagian besar sepi di kota terbesar Yangon pada Selasa (2/3) pagi menjelang unjuk rasa besar lainnya yang akan digelar.

Baca Juga  Hendak ke Marawi dan Mau Diserang Aparat, 3 WNI Dibekuk di Malaysia

Beberapa pusat perbelanjaan mengumumkan penutupan karena kerusuhan terus terjadi.

“Polisi menembakkan gas air mata dan granat kejut untuk membubarkan ratusan pengunjuk rasa di Yangon pada Senin (1/3) dan kemudian menyisir jalanan, sambil menembakkan peluru karet,” ungkap saksi mata.
Dalam sambutan yang dibacakan di televisi pemerintah oleh penyiar berita, pemimpin junta Jenderal Senior Min Aung Hlaing mengatakan para pemimpin protes dan “penghasut” akan dihukum.

Junta juga mengancam akan menindak keras para pegawai negeri sipil (PNS) yang menolak untuk bekerja.

Min Aung Hlaing berjanji mengadakan pemilu baru dan menyerahkan kekuasaan kepada pemenang pemilu. Namun dia tidak memberikan kerangka waktu yang jelas terkait pemilu tersebut.

Kudeta pada 1 Februari menghentikan langkah Myanmar menuju demokrasi setelah hampir 50 tahun pemerintahan militer.

Baca Juga  Pemerintah Tunggu Rekomendasi Polri-BIN soal Kaca Antipeluru di DPR

Kudeta itu menuai kecaman dan sanksi dari Amerika Serikat (AS) dan negara-negara Barat lainnya, serta meningkatnya kekhawatiran di antara negara-negara tetangganya.

Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan mengatakan para menlu di Asosiasi Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) akan bicara blak-blakan ketika mereka bertemu melalui video call pada Selasa (2/3) dan akan memberi tahu perwakilan militer Myanmar bahwa mereka terkejut dengan kekerasan tersebut.

Dalam wawancara televisi Senin malam, dia mengatakan ASEAN akan mendorong dialog antara Suu Kyi dan junta.

“Ada kepemimpinan politik dan ada kepemimpinan militer, di sisi lain. Mereka perlu bicara, dan kami perlu membantu menyatukan mereka,” tutur Balakrishnan. (SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Internasional

Bayi 5 Bulan Tewas Setelah Kejatuhan Pria yang Bunuh Diri

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Internasional

Pembunuhan George Floyd Picu Penjarahan di Minneapolis AS

Arsip

Pangeran Arab Saudi Dieksekusi Mati Karena Tembak Warga

Berita

Bertemu Donald Trump di Singapura, Kim Jong-un Kembali Bawa Toilet Pribadi

Arsip

Ini Kata Capres AS Dalam Debat Soal ISIS Sampai Lapangan Kerja

Berita

DPP DJM 1 Kali Lagi Lantik DPW Sulawesi Utara

Arsip

Dua WN China Selundupkan 20 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati