Kompas Nasional l MUARA – Bertahun-tahun lamanya menunggu bantuan bedah rumah dari pemerintah,namun tak kunjung juga terealisasi akhirnya rumah janda tua miskin roboh.
Nasip pilu inilah yang dialami Saurdame boru Sitinjak (75) tahun bersama kedua cucunya Era Risky (7) dan Kiki jaya (5), yang tinggal Desa Untemungkur, Kecamatan Muara, Kabupaten Tapanuli Utara, Sumatera Utara.
Hal itu dibenarkan salah satu nara sumber Julianto Tambunan juga sebagai Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) di Muara, Bahwa kejadian robohnya salah satu rumah warga terjadi pada Kamis 6 Mei sekitar jam 14.00 Wib tepat di Desa Untemungkur, Kecamatan Muara.
Rumah yang sudah berumur ratusan tahun yang tidak layak huni itu roboh, beruntung pemilik rumah Saurdame boru Sintinjak beserta kedua cucunya saat itu tidak berada didalam rumah, sehinggah mereka luput dari korban runtuhnya rumah tersebut.

Menurut keterangan dari Saurdame, bahwa dirinya sudah lama mengajukan kepihak pemerintah agar ikut program bedah rumah, karena rumah yang ditempatinya sudah tidak layak huni.
Namun Kepala Desa Untemungkur Jaman Sianturi selalu berkedik dengan mengatakan bahwa rumah tersebut masih bagus, juga dengan alasan bahwa saurdame belum punya kartu keluarga maupun kartu tanda penduduk. Kata Saurdame boru Sitinjak dalam rekaman suara yang dikirim narasumber pada awak media.
“Padahal semenjak cucuku ini masih TK aku sudah punya KK dan KTP, juga sudah lima kali kuajukan ke kantor desa agar aku ikut program bedah rumah, tapi kepala desa mengatakan rumah kami masih bagus, sekarang setelah rumah ku roboh baru kepala desa mengatakan sama warga untuk gotong royong memperbaikinya” kata Saurdame dengan nada suara sedih.
Kini Saurdame boru Sitinjak pasrah dengan musibah tersebut, Dia juga berharap uluran bantuan dari segenap pihak, khususnya dari Pemkab Tapanuli Utara.
Toni Tambunan







