Irfan Hakim tak kuasa menahan tangisnya saat berada di penjara. Keberadaan Irfan hakim di penjara bukan karena dirinya tersandung persoalan hukum, melainkan untuk menjenguk sahabatnya Saipul Jamil.
Namun, Irfan dibuat terharu saat melihat para napi yang dinilainya memiliki kemampuan yang tidak pernah diduga sebelumnya.
“jenguk Saipul Jamil di lapas… Buat gw, ini adalah pengalaman pertama masuk ke area lapas..Awal nya serem dan takut..
Tapi teryata tidak seseram itu,” ungkap Irfan.
Irfan mengaku malu, pasalnya dirinya yang bebas tidak terpenjara terkadang tidak bisa melakukan apapun. Hal sebaliknya malah ditunjukkan oleh para napi di lapas.
Dikatakan Irfan, para napi mencoba mencari kesempatan kedua dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang ada sebagai bekal saat bebas nanti.
“Disana gw bertemu dan ngobrol dengan beberapa napi. Yaaah…Mereka yg ada didalam sana tetap manusia.. Mereka tetap punya hak..Yang berhak mendapatkan kesempatan kedua..Bersyukur Disana mereka mendapat pelatihan untuk mendapatkan keahlian. Yang bisa menjadi bekal ketika suatu saat mereka keluar dan bebas,” lanjutnya.
Irfan kemudian menuturkan, lewat kunjungannya ke lapas dirinya akhirnya belajar. Disebutkan, tidak semua orang bisa mencari kesempatan dalam kesempitan seperti para napi ini.
“Terbukalah mata gw.. Tiba2 ada rasa malu. Kita yg bebas, kadang tidak berkarya. Sementara mereka dalam kondisi “kesempitan” tetap mencari kesempatan untuk pembuktian diri dengan menambah keahlian yg positif. Didalam sana Gw ketemu dengan pembuat tas, barista, fotografer, dll.. Video ini pun diambil dan diedit oleh seorang narapidana..Salut,” papar Irfan Hakim (pjkst|dwk)







