Home / Berita

Senin, 20 September 2021 - 08:53 WIB

Hormati Adat Istiadat, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Dukung Kegiatan Ritual Budaya Mandi Safar Di Perbatasan.*

Viewer: 522
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 38 Detik

Sanggau, Kalbar ,Kompas Nasional. com. Enam personel Pos Koki Balai Karangan Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns dipimpin Sertu Rizky Septu Angga mengadiri acara ritual budaya mandi Safar yang dilaksanakan di Dusun Balai Karangan 3, Desa Balai Karangan, Kec. Sekayam, Kab. Sanggau. Minggu (19/09/2021).

Hal ini dikatakan Dansatgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns, Letkol Inf Hendro Wicaksono, S.I.P dalam keterangan tertulisnya di Makotis Entikong, Kab, Sanggau, Senin (20/09/2021).

Dansatgas mengatakan ritual budaya mandi safar merupakan salah satu kegiatan yang biasa dilakukan di beberapa daerah di Indonesia saat bulan Safar. Salah satunya adalah dilakukan oleh warga suku Melayu di Kabupaten Sanggau yang dipusatkan di Dusun Balai Karangan 3, Desa Balai Karangan, Kec. Sekayam.

Baca Juga  Polisi Rencanakan Periksa Amien Rais sebagai Saksi Kasus Hoax Ratna Sarumpaet

Budaya merupakan makna yang penting bagi suatu masyarakat. Budaya timbul karena manusia dan interaksi sesama manusia, salah satu budaya yang berkembang di Indonesia sendiri adalah kegiatan ritual budaya pada bulan Safar, terang Dansatgas.

“Tujuan utama dari diadakannya ritual adat mandi safar ini sendiri ini adalah untuk menolak bala dan memohon rejeki,” Terang Dansatgas.

Dansatgas menjelaskan adat istiadat di setiap daerah memiliki keunikannya masing-masing, sehingga keberadaan Satgas di daerah penugasan harus mampu menghormati seluruh adat dan budaya serta kearifan lokal tersebut dan sedapat mungkin ikut melestarikannya

Di tempat terpisah Dan SSK IV Koki Balai Karangan Lettu Inf Debri mengatakan ritual budaya mandi Safar ini merupakan perpaduan budaya warga suku Melayu di Kalimantan Barat dengan suku Melayu yang ada di Malaysia yang awalnya adalah satu yang kemudian berkembang di wilayah masing-masing.

Baca Juga  Pangdam XII/Tpr Pimpin Sertijab Danbrigif 19/KH

“Kehadiran Satgas dalam kegiatan tradisi budaya merupakan wujud kebersamaan antara personel dengan warga dalam kehidupan sosial budaya masyarakat di daerah perbatasan,” tambah Lettu Debri.

Bapak Muhammad menjelaskan bahwa tradisi budaya ini sudah berjalan sejak dari leluhur dan ini harus ditaati secara adat dan harus dilestarikan. Dirinya mengapresiasi atas kehadiran Satgas ikut mengikuti acara tradisi budaya mandi Safar.

“Terima kasih Bapak Satgas atas kehadirannya, semoga kedekatan seperti ini terus terjalin dengan baik,” pungkasnya. (Pen Satgas Pamtas 643)

(Darwis/ Misjan)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
100 %
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jelang Perayaan Idul Fitri Tahun 2022, Polres Kapuas Hulu Gelar Rakor Linsek

Berita

Data Kemendagri Dan Polri Sudah Terintegrasi Permudah Ungkap Korban Sriwijaya SJ-182

Berita

Gunakan Pesawat Tanpa Awak, Topdam XII Lakukan Surpanel

Berita

Kronologis Editor Metro TV Yodi Prabowo Bunuh Diri

Berita

Air Susu Dibalas Air Tuba, Selingkuhan Veronica Tan Makin Tak Tahu Diri Saat Ahok Memohon Belas Kasihan, Sang Anak Tersulut Emosi Dengar Ucapannya Sampai Nyaris Baku Hantam, BTP: Harga Diri Saya Diinjak-injak!

Berita

Wakil Bupati Samosir Buka Sosialisasi Penempatan dan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia di SMK N 1 Simanindo

Berita

Bupati Kapuas Hulu meninjau beberapa titik jalan rusak di Kec. Putussibau Utara

Berita

Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Ajarkan Mengaji Anak-Anak Di Perbatasan Kalbar