KOMPASNASIONAL.COM
JAKARTA – Entah apa yang membuat para artis Indonesia terjerat kasus yang berhubungan dengan area ‘sensitif’.
Mulai Indra Bekti, Saipul Jamil, dan terakhir adalah Hesty Aryaduta.
Pedangdut berusia 21 tahun ini dijaring polisi di sebuah hotel bintang empat di wilayah Kota Bandar Lampung, Jumat (19/2/2016) dini hari.
Ia terlibat kasus prostitusi artis.
Parahnya lagi, Hesty disebut tengah hamil saat penangkapan tersebut.

Pedangdut Hesty Klepek Klepek (menutup wajah pakai rambut dan tangan) dan sejumlah mucikari jaringan prostitusi melibatkan artis sinetron dan penyanyi saat diamankan di Mapolda Lampung, Sabtu (20/2/2016).
“Hesty lagi cuti dari Nagaswara, manajemen artisnya memberitahukan bahwa sejak Januari 2016 Hesty mengajukan cuti, cuti hamil,” ungkap kuasa hukum perusahaan rekaman Nagaswara, Eddy Ribut Harwanto, Sabtu (20/2/2016).
Disebutkan pula, pihak Nagaswara juga tak tahu apa yang sedang dilakukan Hesty di Lampung.
Pasalnya, pelantun lagu “Klepek-klepek” itu tak dijadwalkan tampil di sana.
“Kalau masalah manggung dan tidaknya kami tidak tahu. Cuma semalam ada operasi dari unit trafficking Polda Lampung. Terjaring lima mucikari, empat di antaranya dari Lampung dan satu dari Jakarta,” jelas Eddie.
Seperti diberitakan sebelumnya,Hesty diamankan dalam razia yang digelar Polda Lampung.
Saat diamankan, wanita kelahiran Bandung, 18 Mei 1994 ini sedang bersama dengan seorang pria di kamar hotel.
Bersama Hesty turut diamankan sejumlah barang bukti seperti uang tunai dan alat kontrasepsi.
Polisi menyebut, Hesty Klepek Klepek sengaja didatangkan ke Lampung karena ada pesanan seorang pria hidung belang dengan dijanjikan tarif Rp 100 juta untuk kencan hingga pagi.
Dalam perkembangan penyidikan, satu dari delapan perempuan yang diamankan masih di bawah umur.
“Korbannya ada yang masih anak-anak. Bahkan ada satu yang masih perawan,” beber Kasubdit IV Renakta Polda Lampung, AKBP Ferdyan Indra Fahmi.
Ia mengutarakan, delapan perempuan, satu di antaranya pedangdut Hesti Klepek Klepek dijual lima mucikari kepada pria hidung belang.
Mereka merekrut korbannya dari sejumlah desa dan kota.
Delapan mucikari ini mengambil keuntungan dari jasa seks para korbannya. Satu mncikari memiliki minimal 10 orang untuk dijual.
Mucikari ini lebih banyak menjual korbannya di tempat hiburan dan hotel.
Ferdyan juga mengungkap, ada sejumlah artis penyanyi dan pesinetron, yang berada di bawah manajemen tersangka mucikari Kiki Sopian.
Namun, Ferdyan tidak memberikan jumlah pasti berapa banyak artis yang diperdagangkan mucikari asal Jakarta itu.
“Ada beberapa nama di ponsel tersangka KS, tetapi sekarang masih dalam pengembangan. Tapi memang ada nama artis di sana, penyanyi, dan pesinetron,” katanya.
Ferdyan juga memastikan, Hesty Klepek Klepek dipulangkan ke Jakarta, Sabtu (20/2/2016) sore.
“Pemeriksaannya sudah selesai. Saya rasa keterangan sebagai korban sudah cukup. Jadi, ya akan dipulangkan,” katanya.
Pengacara Nagaswara, Eddy Ribut Harwanto mengatakan, Hesty Klepek-klepek sudah mengabarkan keadaannya kepada pihak keluarga.
“Dia tidak bicara banyak ya. Dia lebih banyak menangis. Shock berat. Jadi, saya izin ke Kasubdit supaya Hesty bisa telepon keluarganya,” katanya.
Sementara, terkait apakah Hesty dijebak atau memang sengaja menerima ajakan kencan kilat bernilai ratusan juta rupiah itu, Eddy mengaku tidak mengetahui secara pasti.
“Hesty belum mau banyak bicara. Tapi, itu masuk ranah penyidikan ya. Kami juga tidak kenal dengan mucikari yang katanya membawa Hesty ke Lampung,” katanya. (kn/bp)








