Viewer: 726
0 0

Home / Kesehatan

Sabtu, 20 Juni 2020 - 19:36 WIB

Heboh Mutasi COVID-19 di Beijing, Saluran TV Eropa Bongkar ‘Sisi Gelap’ Budidaya Salmon Norwegia

Viewer: 727
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 37 Detik

Kompasnasional | Salmon merupakan salah satu varietas makanan laut yang paling banyak disukai di dunia. Alternatif yang ada di mana-mana selain daging dan unggas.

Selain itu, salmon juga disukai karena termasuk makanan sehat yang mengandung omega 3. Namun, karena banyaknya permintaan tentunya stok salmon dari alam liar pun menjadi berkurang.

Sementara salmon yang kerap ditemui di restoran dan swalayan biasanya ikan salmon yang dibudidayakan. Sejak 1980-an konsumsi salmon dunia meningkat tiga kali lipat.

Peternakan ikan telah didirikan di banyak negara untuk menanggapi permintaan. Salah satunya negara Norwegia yang dikenal memproduksi salmon yang paling banyak dibudidayakan.

Namun, seorang reporter dari ARTE (Saluran TV Eropa) mengungkapkan “sisi gelap” di salah satu budidaya ikan salmon lepas pantai yang terletak di Norwegia utara. “Saya tahu saya akan merasa terengah-engah ketika melihat budidaya yang penuh sesak, tetapi kenyataannya adalah apa yang saya lihat bahkan lebih menakutkan: semua ikan hidup di kandang laut yang penuh sesak dan kotor yang penuh dengan ekskresi,” ujar reporter ARTE. “Beberapa salmon bahkan memiliki lesi kulit seukuran telapak tangan yang disebabkan oleh kutu.”

Baca Juga  Pakai Face Shield Tanpa Masker, Dokter: Itu Hanya Berikan Perlindungan Palsu, Sama Sekali Tak Berguna!

Pada 2018, kutu membunuh ribuan ton ikan yang dibudidayakan, menyebabkan lesi kulit dan infeksi sekunder pada jutaan lainnya. Fasilitas dengan kepadatan tinggi adalah alasan utama untuk kutu tersebut hidup dan berkembang biak.

Peternakan salmon mengancam kesehatan stok salmon liar terutama karena salmon yang dibudidayakan dapat menyebarkan parasit dan penyakit ke salmon liar. Jumlah salmon liar sendiri saat ini telah mengalami penyusutan sebesar 50% dibandung 3 dekade terakhir.

Baca Juga  Muncul Klaster Pabrik, Satu Pabrik di Majalengka Ditutup

Informasi yang ditayangkan oleh ARTE TV tersebut kemudian disiarkan oleh salah satu media Tiongkok. Hal ini merupakan buntut ditemukannya kasus COVID-19 baru di salah satu pasar tradisional Beijing. Dimana virus mematikan tersebut terdapat pada talenan penjual ikan salmon.

Sebelumnya, Menteri Perikanan dan Makanan Laut Norwegia Odd Emil Ingebrigtsen menegaskan bahwa virus corona yang terdapat pada klaster baru di Tiongkok tak berasal dari ikan salmon. Otoritas Keamanan Makanan Norwegia menyatakan bahwa belum ada bukti jika virus corona juga mampu menginfeksi ikan.(Wk/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Tertawakan Diri Sendiri Ternyata Baik untuk Kesehatan Mental

Kesehatan

Berbahaya! 3 Ikan Yang Sering di Konsumsi ini Bikin Dampak Negatif Bagi Kesehatan

Kesehatan

Asam Lambung Naik, Ini 5 Cara Meredakannya Tanpa Minum Obat!

Berita

Sejarah Wabah Besar yang Melanda Dunia Setiap 100 Tahun (1720, 1820, 1920, 2020)

Berita

Pastikan Vaksin Aman, Tim BPOM Pantau Langsung Produksi di China

Asahan

MEMPERINGATI HARI LIONS INDONESIA KE 52, LIONS CLUB GOLDEN ESTATE DAN LIONS CLUB GOLDEN SHELL GELAR DONOR DARAH AMAL

Kesehatan

Vaksin Covid 19 Mulai diedarkan, Kenali Efek Sampingnya

Kesehatan

Anies Habis-Habisan Diserang PAN, “Selama Ini Kita Sabar Ibadah di Rumah, Ini Ngotot Buka Bioskop”