Home / Arsip / Arsip 2016 / Ekonomi / Kriminal / Reviews

Senin, 3 Oktober 2016 - 14:21 WIB

Hari Terakhir Gani Sebelum Dibunuh Pengikut Dimas Kanjeng

Viewer: 679
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 28 Detik

Meski berusaha tetap tegar dan menerima nasib atas kematian suaminya, Abdul Gani (38), warga Probolinggo, Jawa Timur. Erwin Hariyati, warga Banyuwangi ini mengaku tak bisa menyembunyikan dukanya. Bayang-bayang ketakutan masih membekas di ingatan, tatkala almarhum suaminya menceritakan ancaman kematian dari pimpinan Padepokan Kanjeng Dimas, Taat Pribadi.

Perempuan 23 tahun ini meyakini, kuat dugaan suaminya dibunuh para pengikut Taat. Kemudian jasadnya dibuang di Wonogori, Jawa Tengah pada April 2016 lalu. “Saya dari awal sudah tahu (Gani bakal tewas), tinggal tunggu waktu saja. Karena sebelum kejadian, suami saya sering diteror. Suami saya diancam karena berniat melapor ke Jakarta (Mabes Polri),” ungkap Erwin kepada merdeka.com, Minggu (2/10).

Sebelum Gani ditemukan tewas, Ismail yang sadar dengan tipu muslihat Taat soal ilmu menggandakan uang, lebih dulu ditemukan meninggal. Jasad Ismail ditemukan di perbatasan Situbondo-Banyuwangi tahun lalu.

Erwin bercerita, suaminya dan Ismail adalah teman akrab. Keduanya juga berkarib dengan Taat sejak masih muda. Saat mengetahui Taat bisa menggandakan uang, mereka mendirikan padepokan bersama-sama di Probolinggo pada Tahun 2007.

Baca Juga  Insiden viral di medsos, Mobil SUV tabrak 3 pengendara

Hingga akhirnya, Taat mendapat gelar Sri Raja Prabu Rajasanagara Raden Mas Kanjeng dan Gani dianugerahi gelar Sultan Agung. Namun, Medio 2015, Ismail dan Gani sadar kalau Taat itu menyimpang. Ilmu menggandakan uang, hanya trik belaka. Kemudian foto-foto Taat persama para pejabat, termasuk bersama presiden, adalah hasil rekayasa alias editan.

Miliaran uang milik para korban, termasuk uang Gani dan Ismali, juga tak kunjung kembali seperti janji Taat. Apalagi menjadi berlipat-lipat. Keduanya pun berniat meminta kembali uangnya, termasuk uang para korban yang mereka koordinir menjadi pengikut padepokan. Mereka juga berniat ‘angkat koper’ dari istana Taat Pribadi di Probolinggo.

Sayang niat baik itu berbuah ancaman. Bahkan, Ismail lebih dulu ditemukan tewas. Gani, yang merupakan pengusaha batu mulia di Probolinggo itu, bahkan sudah bolak-balik ke Jakarta, pulang kembali ke Probolinggo, hanya untuk melapor tipu muslihat Taat ke Mabes Polri.

“Awal 2016, saya diajak pindah pulang ke Banyuwangi oleh suami saya karena sering mendapat ancaman. Kemudian, sebelum kejadian, 13 April, suami saya pamit mau ke Probolinggo, menemui Taat. Ternyata itu hari terakhir saya dengan suami,” kenang Erwin dengan mata berkaca.

Baca Juga  Suap Reklamasi, KPK Bakal Tetapkan Tersangka Baru

Gani, pergi sendiri ke Probolinggo menemui Taat, untuk mengambil uang miliaran rupiah. Kata Erwin, uang tersebut bukan hanya milik suaminya saja, tapi juga milik korban-korban yang lain.

Sebelum pergi, Gani tak hanya pamit ke istrinya, tapi juga ke mertuanya untuk meminta doa. “Sempat juga pamit ke orang tua. Kakinya orang tua saya dibasuh meminta restu dan doanya. Kemudian, tengah malam dia berangkat sendiri. Subuh, masih sempat nelpon. Tapi setelah itu tak pernah lagi menghubungi saya,” cerita Erwin.

Karena mengetahui betul cerita di balik kematian suaminya itulah, Erwin berkeyakinan kalau Gani tewas dibunuh kaki tangan Taat Pribadi. Dia juga mengaku sempat menceritakan kejadian tersebut ke pihak kepolisian di Wonogiri, saat diminta datang melihat jenazah suaminya.

“Itu kenapa saya yakin suami saya dibunuh. Karena dia sering cerita sendiri ke saya, kalau sering diancam teman-temannya di padepokan. Saat ditemukan meninggal pun, suami saya pamit menemui Taat,” tegasnya yakin (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Ini Alasan Kuat Sri Mulyani Pangkas Anggaran

Arsip

KPK Periksa Sekjen Kementerian PUPR Terkait Kasus Suap Damayanti

Arsip

KPK Tetapkan Mantan Dirut Garuda Jadi Tersangka
4 Tersangka Narkoba Ditangkap Main Judi, di Kompleks Perumahan PT BSP-kompasnasional

Arsip

4 Tersangka Narkoba Ditangkap Main Judi, di Kompleks Perumahan PT BSP

Kriminal

Konvoi Ugal-Ugalan Sambil Bawa Sajam, Tiga Pemuda Diamankan Polisi

Berita

Polisi Semarang Gagalkan Peredaran 80 Ribu Pil Koplo
Harus Hengkang dari Rumah Dinas, Rano Cari Kontrakan di Serang-kompasnasional

Arsip

Harus Hengkang dari Rumah Dinas, Rano Cari Kontrakan di Serang

Arsip

Ambulans Bawa Jnazah masuk Jurang di Karo, 11 Luka-luka