Home / Berita

Kamis, 5 Agustus 2021 - 18:39 WIB

Gubernur H.Sutarmidji Pimpin Rakor Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Terminal Pulau Kijing

Viewer: 442
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM- Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., memimpin Rapat Koordinasi Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing bersama Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal Muda TNI Achmad Sajili. Rakor ini turut dihadiri oleh Pimpinan PT. Pelindo II Pontianak, Kepala Kantor KSOP Kelas II Pontianak, serta kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan Pelabuhan Kijing dapat mengubah kondisi perekonomian di Kalbar dan berdampak pada PDRB Kalbar menjadi urutan ke-2 di wilayah Kalimantan.

“Pembangunan Pelabuhan Kijing memang sudah lama didambakan karena bisa mengubah data kondisi perekonomian di Kalbar.

Selama ini PDRB Kalbar menempati urutan ke-4 dari 5 provinsi di wilayah Kalimantan. Namun, Pelabuhan Kijing bisa membawa Kalbar menempati urutan ke-2 karena seluruh kegiatan ekspor di provinsi ini sudah melalui pintu ekspor Kalbar,” jelas Gubernur di Ruang Rapat Praja 1 Kantor Gubernur Kalbar, Jl. A.Yani, Pontianak, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga  Jalankan Perintah Kapolda Sumatera Utara Reskrim Polsek Tanah Jawa Ringkus Pelaku Curat

Sebelumnya produk domestik regional bruto (PDRB) Kalbar selalu menempati posisi keempat untuk wilayah Kalimantan.

Hal ini disebabkan ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 2,68 juta – 4 juta ton per tahun tidak tercatat di Kalbar karena diekspor melalui daerah luar Kalbar.

“Sekarang sudah bisa langsung diekspor melalui Pelabuhan Kijing, sehingga tercatat di Kalbar. Data statistik mencatatkan angka 133% dari sektor perkebunan hingga bulan ini,” lanjut H.Sutarmidji.

Baca Juga  Membangun Di Masa Pandemi, Bupati Tapsel Tetap Akan Bangun Kawasan Terpencil

Dalam proses pembangunan Pelabuhan Kijing, PT. Pelindo II diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Pemprov. Kalbar agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Pembangunan antara dermaga dengan fasilitas darat tidak seimbang, sehingga bisa menimbulkan masalah.

Hal ini yang harus segera dibenahi,” pinta Gubernur Kalbar.

Selain CPO, alumina juga menjadi salah satu ekspor unggulan Kalbar.

Pembangunan smelter diharapkan dapat menghemat devisa negara.

“Ekspor bauksit mencapai 2,5 juta ton per tahun.

Bauksit mengandung logam tanah jarang yang menjadi komponen penting untuk penyempurna produk teknologi,” jelas orang nomor satu di Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polres Melawi Gelar Bakkes Serentak di Indonesia Sambut HUT Bhayangkara ke-76

Berita

Sidang Mediasi Ke Dua Para Tergugat Tidak Hadir, Abaikan Panggilan PN. Sintang.

Asahan

Ini Data ODP Dan PDP Hari Ini Di Asahan

Berita

SMK Negeri 2 Pematangsiantar Sukses Gelar Ujian Sekolah Berbasis Computer Based Test

Berita

Kepergok Mencuri, Maling Tebar Ratusan Lembar Uang Rp50 Ribu di Jalan

Berita

AKP Prayitno Kapolsek Pontianak Timur : Parkir Motor Jangan Lupa Cabut Kuncinya

Berita

Gubernur H.Sutarmidji Berharap Harga RT-PCR Bisa Lebih Murah Lagi

Berita

Idul Adha Adalah Momen Berharga Untuk Berbagi Kepada Sesama