Home / Berita

Kamis, 5 Agustus 2021 - 18:39 WIB

Gubernur H.Sutarmidji Pimpin Rakor Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Terminal Pulau Kijing

Viewer: 434
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 31 Detik

PONTIANAK KALBAR,KOMPAS NASIONAL.COM- Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., memimpin Rapat Koordinasi Perkembangan Pembangunan Pelabuhan Terminal Kijing bersama Staf Ahli Menko Polhukam Bidang Ketahanan Nasional, Marsekal Muda TNI Achmad Sajili. Rakor ini turut dihadiri oleh Pimpinan PT. Pelindo II Pontianak, Kepala Kantor KSOP Kelas II Pontianak, serta kepala OPD terkait.

Dalam sambutannya, Gubernur mengatakan Pelabuhan Kijing dapat mengubah kondisi perekonomian di Kalbar dan berdampak pada PDRB Kalbar menjadi urutan ke-2 di wilayah Kalimantan.

“Pembangunan Pelabuhan Kijing memang sudah lama didambakan karena bisa mengubah data kondisi perekonomian di Kalbar.

Selama ini PDRB Kalbar menempati urutan ke-4 dari 5 provinsi di wilayah Kalimantan. Namun, Pelabuhan Kijing bisa membawa Kalbar menempati urutan ke-2 karena seluruh kegiatan ekspor di provinsi ini sudah melalui pintu ekspor Kalbar,” jelas Gubernur di Ruang Rapat Praja 1 Kantor Gubernur Kalbar, Jl. A.Yani, Pontianak, Kamis (5/8/2021).

Baca Juga  Penutupan TMMD ke-111, Bupati Tapsel Ucapkan Terimakasih ke Kodim 0212/TS

Sebelumnya produk domestik regional bruto (PDRB) Kalbar selalu menempati posisi keempat untuk wilayah Kalimantan.

Hal ini disebabkan ekspor minyak sawit mentah (CPO) sebanyak 2,68 juta – 4 juta ton per tahun tidak tercatat di Kalbar karena diekspor melalui daerah luar Kalbar.

“Sekarang sudah bisa langsung diekspor melalui Pelabuhan Kijing, sehingga tercatat di Kalbar. Data statistik mencatatkan angka 133% dari sektor perkebunan hingga bulan ini,” lanjut H.Sutarmidji.

Baca Juga  Avengers: Infinity War cetak rekor

Dalam proses pembangunan Pelabuhan Kijing, PT. Pelindo II diminta untuk selalu berkoordinasi dengan Pemprov. Kalbar agar pembangunan dapat berjalan dengan lancar.

“Pembangunan antara dermaga dengan fasilitas darat tidak seimbang, sehingga bisa menimbulkan masalah.

Hal ini yang harus segera dibenahi,” pinta Gubernur Kalbar.

Selain CPO, alumina juga menjadi salah satu ekspor unggulan Kalbar.

Pembangunan smelter diharapkan dapat menghemat devisa negara.

“Ekspor bauksit mencapai 2,5 juta ton per tahun.

Bauksit mengandung logam tanah jarang yang menjadi komponen penting untuk penyempurna produk teknologi,” jelas orang nomor satu di Kalbar.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Babinsa Sungai Nanjung, Kodim 1203/Ktp Ajak Warga Ciptakan Pilkades Yang Aman Dan Damai

Berita

Di Tengah Pandemi Pemkot Pontianak 10 Kali Raih WTP Diganjar Penghargaan dari Menkeu

Berita

DANREM 121/ABW PIMPIN UPACARA BENDERA

Berita

Kopi Arabika Sipirok Finalist Kompetisi Kopi Terbaik Nusantara Jogja dan Ikut Lelang September 2022

Berita

Bahasan Tekankan Skala Prioritas Musrenbang

Berita

4 Fakta Pipa Gas Meledak di Medan yang Lukai 1 Warga

Berita

Untuk memastikan APD telah diterima Tim Inspektorat Kabupaten Nias Selatan Kunjungi PPK Kecamatan Lahusa

Berita

Peduli Dengan Kesulitan Warga, Satgas Pamtas Yonif 645/Gty Bersama Warga Bangun Jembatan Kayu Dijalan JIPP Pasca Longsor