Viewer: 605
0 0

Home / Daerah

Jumat, 3 Juli 2020 - 21:33 WIB

Gubernur Anies Dikritik Karena Kerahkan Aparat TNI/Polri Jaga Pasar

Viewer: 606
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 24 Detik

Kompasnasional | DKI Jakarta diketahui sudah memasuki masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Transisi jilid II. Gubernur DKI Anies Baswedan pun menyatakan akan menerjunkan aparat keamanan, yakni gabungan TNI dan Polri, untuk menjaga lebih dari 300 pasar di masa PSBB Transisi jilid II ini.

Langkah Anies dalam menerjunkan aparat TNI/Polri justru dikritik oleh Ikatan Pedagang Pasar Indonesia (Ikappi). Pasalnya, langkah tersebut dinilai akan membuat pembeli khawatir mendatangi pasar.

Menurut Ketua Bidang Informasi dan Komunikasi Ikappi Reyandli Sarijowan, Pemprov DKI seharusnya menyiapkan protokol kesehatan yang lebih efektif dibanding menerjunkan aparat keamanan. “(Penambahan personel TNI dan Polri) menambah kekhawatiran pengunjung untuk datang ke pasar, dan juga membuat psikologis pedagang semakin takut,” tutur Reynaldi dilansir CNN Indonesia pada Jumat (3/7).

Baca Juga  Survei Indikator: Jokowi Lebih Religius Dibanding Prabowo

Selain menerjunkan aparat TNI/Polri, Pemprov DKI juga berencana membatasi jumlah pengunjung pasar. Maksimal 50 persen dari kapasitas pasar.

Reynaldi menilai pembatasan kapasitas pasar tersebut tidak akan berjalan efektif. Pasalnya, tutur Reynaldi, karakteristik masyarakat yang berkunjung ke pasar berbeda- beda.

“Sesungguhnya untuk membatasi pengunjung juga sulit untuk implementasinya,” jelas Reynaldi. “Pengunjung itu punya karakter yang tidak hanya berbelanja di satu kios saja, otomatis akan menyebar ke beberapa kios.”

Menurut Reynaldi, langkah yang seharusnya diambil adalah menerapkan protokol kesehatan dengan lebih efektif untuk mencegah penularan COVID-19. Selain itu, Pemprov DKI juga disebut bisa membuat sekal plastik antara pembeli dan pedagang. “Kami mendorong agar diberikan sekat plastik antar- pedagang dan pembeli,” tutur Reynaldi.

Baca Juga  Kasus Covid-19 di Sumut Terus Bertambah Menjadi 872 Orang

Meski demikian, Reynaldi memberikan apresiasi kepada Pemprov DKI yang meniadakan aturan ganjil-genap toko di pasar. Pasalnya, aturan tersebut dirasa tidak efektif sejak awal. “Tentu, sejak awal kami kan mendorong untuk ada langkah strategis, ganjil genap itu opsi terakhir. Terbukti bahwa implementasinya tidak efektif,” pungkas Reynaldi. (WK/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Realisasi Pajak Reklame dan Retribusi Daerah Pemko Medan Tak Capai Target
Foto Ilustrasi

Berita

Sepasang Kekasih Ditemukan Tewas Berpegangan Tangan

Daerah

Sempat Viral di Medsos, Sontaria Manurung Terima Bantuan dari Wabup Sergai

Daerah

Kerumunan Sapi Di Jalan Raya Sering Mengakibatkan Kecelakaan

Berita

Gugatan Ditolak Bawaslu, PKB Medan Tak Ikut Pileg 2019

Berita

Paslon Tunggal Asner- Susanti Berada di Kolom Kiri

Berita

Mentri Pertanian Ikut dalam Panen Perdana Bawang Putih di Banyuwangi

Asahan

Ratusan Hektar Sawah dan Rumah Warga Batubara Terendam Banjir