Viewer: 738
0 0

Home / Internasional

Senin, 25 Mei 2020 - 12:19 WIB

Gempa M 5,8 Guncang Selandia Baru

Viewer: 739
0 0
Terakhir Dibaca:46 Detik

Kompasnasional | Gempa dengan magnitudo 5,8 mengguncang ibu kota Selandia Baru, Wellington pada Senin (25/5/2020), tanpa adanya laporan langsung mengenai kerusakan akibat gempa.

Gempa memiliki kedalaman 37 km dan berpusat di 30 km barat laut Levin, kota di Pulau Utara dekat Wellington, menurut Geonet.

Gempa susulan juga terjadi dengan magnitudo 3,5, kemudian 3,6 dan selanjutnya 3,7.

Baca Juga  Junta Myanmar Makin Kejam, Pedemo Diancam Hukuman Mati

Geonet awalnya mengklasifikasikan magnitudo gempa 5,9.

Layanan Darurat di Wellington menyebutkan tidak ada laporan langsung mengenai kerusakan akibat gempa. Semua layanan kereta di Wellington dihentikan sementara sambil para tenaga teknis mengevaluasi dampak akibat gempa, demikian layanan Metlink setempat di akun Twitter.

Saksi Reuters merasakan guncangan kuat di Wellington.

Baca Juga  Donald Trump Terancam Dicekal di Filipina

Sejumlah warga juga melaporkan hal serupa.

Selandia Baru terletak di “cincin api” yang aktif secara seismik, busur gunung api sepanjang 40.000 km.

Kota Christchurch masih dalam proses pemulihan gempa bermagnitudo 6,3 pada 2011, yang menelan 185 korban jiwa.(C/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Remaja Ini Dapat Hadiah Tidur Bareng Bintang Porno

Arsip

Pria Kristen di Israel Bangunkan Kaum Muslim Untuk Sahur

Berita

Olimpiade Dibuka Hari Ini, Korut Tegaskan Tak Akan Temui Wapres AS

Internasional

Inggris Cabut Jaga Jarak, Pemerintah Disebut Tak Bermoral

Berita

Hangatnya Pertemuan Trump-Kim, Tepukan di Punggung dan Sentuhan
Foto aksi tolak RKUHP di depan gedung DPR

Berita

Media Asing Soroti Ancaman RI Jadi Otoriter usai Sahkan KUHP Baru

Internasional

Adik Kim Jong Un Mendadak Muncul dan Lontarkan Ancaman pada Korea Selatan, Pertanda Apa?

Berita

Kuburan Massal, Bukti Pembantaian Etnis Rohingya oleh Militer Myanmar