Home / Berita

Selasa, 21 September 2021 - 17:32 WIB

Firayanta : Kota Pontianak Targetkan 10 Titik Ruang Publik Tahun 2025

Viewer: 452
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

PONTIANAK – Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak berkomitmen memperluas Ruang Terbuka Hijau (RTH) termasuk ruang publik.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak Firayanta menerangkan, ruang publik di Kota Pontianak ditargetkan akan ditambah 10 titik hingga tahun 2025.

Dari 10 titik ruang publik tersebut, ada beberapa diantaranya sudah bisa direalisasikan.

“Saat sekarang setiap kecamatan dan kelurahan memiliki ruang terbuka publik, hanya sebagian masih belum ditata dan dimanfaatkan maksimal,” ujarnya usai ekspos laporan akhir perencanaan master plan ruang publik di Ruang Pontive Center, Selasa (21/9/2021).

Berkaitan RTH, pengembangan ruang publik di Kota Pontianak tidak seluruhnya menjadi hutan kota.

Taman dengan konsep tema juga menjadi bagian dari RTH.

Oleh sebab itu, pembahasan master plan ruang publik menjadi acuan kedepan untuk pengembangan RTH yang sudah ditetapkan pada tata ruang.

Baca Juga  Istana Tunggu Keputusan Resmi KPK untuk Tentukan Nasib Noel di Kabinet

Memang dalam menyusun master plan ruang publik secara umum ada 16 lokasi.

“Namun dari jumlah tersebut sudah kita susun skala prioritasnya, untuk jangka pendek ada kurang lebih 10 ruang terbuka publik yang bisa di kembangkan pada jangka waktu hingga 2025,” sebutnya.

Firayanta memaparkan, RTH ini sejatinya sudah ditetapkan pemerintah sebagai syarat penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) yakni 20 persen merupakan RTH publik dan 10 persen RTH private. Hanya, kata dia, di dalam RTRW tersebut belum ditentukan temanya.

Sebab tidak semua RTH harus dijadikan hutan kota.

Ada pula yang mungkin dijadikan taman-taman kota, taman yang menjadi obyek penelitian dan wisata.

Baca Juga  Dialog 100 Hari Kerja, Alim Sebut Husen Said Tidak Tepat Dijadikan Pembicara

Untuk itu pihaknya menyusun road map ruang publik dengan tema untuk mengisi RTH yang sudah ditetapkan.

“Serta kawasan non hijau dengan posisi strategis tetapi masih belum termanfaatkan dan ditata maksimal,” ungkapnya.

Banyak lokasi yang dinilai memiliki tempat strategis sehingga dibuat perencanaan agar kedepan ada gambaran penataan kawasan ruang terbuka publik di Kota Pontianak.

Dirinya berharap ada dukungan dari pemerintah provinsi maupun pusat melalui APBN.

Ruang terbuka publik ini diharapkan akan memperkaya ruang publik yang bisa dinikmati masyarakat Kota Pontianak.

“Baik yang sifatnya bangunan maupun ruang terbuka yang alami seperti kawasan tepi sungai, kawasan pendukung rusun dan lainnya,” sebutnya.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Jaga Pasokan Air Bersih, Babinsa Jagoi Babang Bersama Masyarakat Laksanakan Gotong Royong*

Berita

Polsek Ella Hilir Cek Stok Minyak Goreng di Pasar Atisipasi Kelangkaan

Berita

DANSATGAS PAMTAS YONIF 645/GTY HADIRI PEMUSNAHAN BARANG BUKTI PERKARA TINDAK PIDANA NARKOTIKA

Berita

Jelang ‘hari H’ pencoblosan, Sekjen GMP: Pilkada boleh usai, Bumi Saruma tetap damai.

Berita

Wako Edi Kamtono Resmikan Teras Parit Nanas Program KOTAKU Anggaran Rp 12 Miliar

Berita

Personil Polsek Sungai Ambawang Rutin Menghimbau Warga Mematuhi Prokes

Berita

Kedua Orang Tuanya Meninggal Karena Covid-19, Keluarga Besar SMAN 4 Pematang Siantar Santuni Anak Yatim Piatu

Berita

Bunda PAUD Tapsel Ajak Semua Pihak Wujudkan Anak Generasi Emas