Viewer: 887
0 0

Home / Ekonomi

Rabu, 26 Agustus 2020 - 23:25 WIB

DPR Akan Panggil Ahok Minta Penjelasan Kerugian Pertamina Tembus 11 Triliun

Viewer: 888
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 43 Detik

Kompasnasional | Dalam waktu dekat DPR akan memanggil Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan jajaran direksi. Pemanggilan para bos perusahaan pelat merah ini untuk membahas kerugian Pertamina hingga tembus Rp 11 triliun selama semester pertama tahun 2020.

“Dalam Rapat Dengan Pendapat (RDP) minggu depan kami minta penjelasan bagaimana mereka mengantisipasi kinerjanya, termasuk apa saja yang menjadi daya dukung dan daya dorong agar kinerjanya pulih,” ujar Wakil Komisi VII DPR Eddy Soeparno, Rabu, 26 Agustus 2020.

Eddy yang merupakan Sekretaris Jenderal PAN ini menduga kerugian Pertamina tidak lain dari dampak sentimen negatif dari pandemi Covid-19 yang merontokkan seluruh persendian ekonomi Tanah Air. Oleh karena itu ia yakin Pertamina akan rebound dan mendapatkan keuntungan besar jika pemerintah mampu mengatasi pandemi Covid-19 secara baik.

Baca Juga  Bos Arisan Lebaran Tipu Ratusan Ibu-ibu hingga Rp1 Miliar, Dipakai Bangun Rumah

Saat ini, menurut Eddy, sebagian masyarakat sudah berani beraktivitas meski tak berarti semuanya berani beraktivitas secara normal. Banyak orang, masih takut melakukan aktivitas normal kembali meski harus menerapkan protokol kesehatan.

Hal inil yang dinilai Eddy menjadi faktor yang memengaruhi laju pertumbuhan ekonomi. “Ada normalisasi tapi tidak pada tahap normal pra-Covid. Jadi memang kalau ada rebound, kembali lagi, kami belum sempat bertanya lagi dengan Pertamina,” katanya.

Sebelumnya, anggota komisi energi DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mulyanto sebelumnya mengusulkan agar Ahok dicopot dari jabatannya sebagai Komisaris Utama Pertamina. “Jika memang tidak mampu, pecat saja,” kata Mulyanto dalam akun media sosial pribadinya kemarin.

Baca Juga  Menurut Jokowi, Ekonomi RI Sehat Meski Pernah Masuk Angin

Mulyanto pun menyinggung ucapan Ahok beberapa waktu lalu. “Waktu itu Ahok bilang, merem saja Pertamina sudah untung. Asal diawasi. Nah kalau sekarang Pertamina rugi, artinya apa? Apa Ahok tidak mengawasi. Kok nyatanya Pertamina bisa rugi,” katanya.

Dalam laporan laba rugi dan penghasilan komprehensif lain konsolidasian Pertamina (tidak diaudit) per 30 Juni 2020, terlihat perusahaan merugi US$ 767,92 juta atau sekitar Rp 11,13 triliun. Perhitungan tersebut menggunakan asumsi kurs Rp 14.500 per dolar AS.

Meski tercatat kerugian, Pertamina mencatat laba operasi Juni 2020 sebesar US$ 443 juta dan EBITDA sebesar US$ 2,61 miliar. Hal tersebut, menurut VP Komunikasi Perusahaan Pertamina Fajriyah Usman , menunjukkan kegiatan operasional perusahaan tetap berjalan baik.(T/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Harga Emas Antam Naik Rp 1.000 Jadi Rp 601.000 Per Gram

Berita

Jokowi Ingin Motor Kustom Buatan Anak Indonesia Diekspor

Arsip

Deklarasi Harta Tax Amnesty Rp 4.000 T, Bukti Rakyat Tak Taat Pajak

Arsip

Ini Cara Menteri Susi Hadapi Modus Pencurian Ikan Yang Makin Canggih

Berita

Salah Satu SMK di Halsel Terapkan Holtikultura, Ubah Semak Belukar Jadi Taman Sayur

Arsip

Syarat bila RI Ingin Target Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen

Ekonomi

Bukan Izin, KPPU Sebut Ada Pelanggaran Pada Pengiriman Benih Lobster

Ekonomi

Survei: Masyarakat Indonesia Optimistis Ekonomi Segera Pulih