Home / Arsip / Arsip 2017 / Berita / Ekonomi / Nasional / Reviews

Jumat, 8 September 2017 - 16:02 WIB

Syarat bila RI Ingin Target Ekonomi Tumbuh 5,2 Persen

Viewer: 647
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 41 Detik

kompasnasional.comMenteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan ekonomi Indonesia bertumbuh 5,17 persen di 2017. Proyeksi ini dapat tercapai dengan syarat investasi tetap tumbuh di atas 5 persen dan pertumbuhan pengeluaran pemerintah.

“Sampai akhir tahun ini, pertumbuhan ekonomi diprediksi 5,17 persen,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (8/9/2017).

Asal diketahui, pemerintah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen di Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2017.

Ekonomi nasional diproyeksikan dapat tumbuh 5,17 persen dengan catatan pertumbuhan investasi meningkat di atas 5 persen, konsumsi rumah tangga tetap 5 persen, ekspor 5,4 persen, dan impor tumbuh sebesar 1,9 persen.

“Proyeksi pertumbuhan ekonomi 5,17 persen di 2017, maka pertumbuhan investasi harus mencapai 5,2 persen,” kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

Baca Juga  Yulia yang Tewas Dibakar dalam Mobil Disebut Kerabat Jokowi, Benarkah?

Di temui terpisah, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution mengaku kinerja investasi Indonesia sudah cukup baik. Namun, pertumbuhan ekonomi perlu didorong dari pertumbuhan konsumsi pemerintah. 

“Investasi kita sudah lumayan baik. Yang harus dipacu adalah APBN-nya, harus tumbuh (positif). Jadi kalau mau ekonomi tumbuh 5,2 persen, pengeluaran pemerintah dan ekspornya harus tumbuh,” tegasnya.

Pertumbuhan Ekonomi di Kuartal II 2017

Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01 persen di kuartal II-2017 atau meleset dari perkiraan pemerintah di atas 5,1 persen.

Penyebabnya karena keterlambatan penyaluran gaji ke-13 Pegawai Negeri Sipil (PNS) serta melambatnya pertumbuhan industri prioritas penopang ekonomi nasional.

Baca Juga  Diduga Mahasiswi UGM Dibunuh di Toilet Kampus, Setelah Pembunuhan Dosen UMSU

Kepala BPS, Suhariyanto mengungkapkan, laju pertumbuhan ekonomi tertahan‎ karena kontraksi pertumbuhan konsumsi pemerintah yang tercatat negatif 1,93 persen dibanding kuartal yang sama tahun lalu 6,23 persen.

Ia beralasan, realisasi belanja pegawai di kuartal II sebesar Rp 85,83 triliun atau turun 0,44 persen dibanding kuartal II tahun lalu. Dan realisasi belanja barang yang turun 7,11 persen sebesar Rp 62,96 triliun.

“Pembayaran gaji ke-13 mundur, yang tahun lalu jatuh pada Juni, tapi tahun ini masuk di Juli. Jadi kontribusinya baru terasa di kuartal III. Efisiensi belanja barang, seperti perjalanan dinas pun berpengaruh,” paparnya (lptn|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Polsek Menukung Berikan Penyuluhan Tentang Penanganan dan Pelaporan Tindak Pidana Pelecehan Seksual di PT.SBK NN 

Berita

Pelaksanaan Bimtek Sipades Akan Dilaksanakan di Singkawang

Berita

Komandan Kodim 1203/Ktp Pimpin Upacara Pemakaman Militer Kopka Asri

Berita

Manunggal Dengan Rakyat, Satgas Pamtas RI-MLY Yonif Mekanis 643/Wns Bantu Bangun Rumah Warga Perbatasan.*

Berita

Gunakan Perahu Tempel, Babinsa Semanga Bersama Relawan Distribusikan Sembako*

Berita

Istri Pejabat alias Ibu-ibu PKK ‘Jalan-jalan’ ke Lombok, Kasus Mengendap di Kejari Tobasa ?

Berita

Bupati Tapsel : Luruskan Niat, Agar Allah Turut Membantu Proses Pembangunan Masjid Al Ikhlas

Berita

Dinkes Siantar Mulai Terapkan Pemberian Vaksinasi Booster Pada Warga Setelah 3 Bulan Dosis Kedua