Home / Berita

Jumat, 22 Oktober 2021 - 08:48 WIB

Ditengah Wabah Covid-19, Sejumlah Sekolah di Disdik Pematangsiantar Pungut Biaya Atribut Sebesar Rp. 80 Ribu.

Viewer: 274
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 30 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Wabah Covid-19 membuat sejumlah orang tua siswa mengalami kendala keuangan, yang berkorelasi dengan kemampuan dalam membayar segala bentuk kebutuhan anaknya ketika sekolah diperbolehkan belajar tatap muka kembali. 

Hal tersebut sedang dialami oleh sejumlah orang tua di Kota Pematangsiantar, dimana  anaknya sedang bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diwajibkan untuk membayar sebesar Rp. 80 ribu untuk perlengkapan atribut sekolah. 

“Masa buat beli topi, papan nama, terus dasi, sampai segitu Rp. 80 ribu? Apalagi cari uang saat pandemi ini sangat susah. Buat nutupin  makan aja, uda shyukur,” keluh seorang wanita orang tua siswa dengan nada  sedih. 

Baca Juga  Tokoh Kristiani Sepakat Gelar Doa Bersama Untuk Indonesia

Ketika hal tersebut dikonfirmasi pada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar Plt. Rosmayana Marpaung mengatakan, bahwa ia akan memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi itu. Dia juga menyebutkan bahwa penyediaan atribut tersebut diserahkan pada satuan pendidikan masing-masing. 

“Sebelum ada pandemi, memang ada pungutan seperti itu. Namun kami melihat hanya sewajarnya saja dibawah Rp. 60 ribu. Tapi kwalitasnya sudah bagus, dengan dijahit menggunakan bordiran, tidak yang biasa,” jelas Rosmayana ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (21/10/21). 

Dia juga menyebutkan, bahwa penyediaan atribut tersebut sudah melalui musyawarah dengan pihak-pihak terkait seperti komite sekolah, dan para orang tua murid. Bahkan, terkadang itu permintaan dari orang tua, agar setiap anak memiliki keseragaman. 

Baca Juga  Pelaku Usaha Transportasi Darat Pertanyakan Persyaratan Muscab Organda Pekanbaru

Rosmayana menegaskan akan mengevaluasi besaran harga atribut sekolah yang dibebankan kepada murid. Serta mengupayakan agar pembelian atribut sekolah dengan harga yang murah dan terjangkau. hal itu dilakukan karena kondisi ekonomi para wali murid yang mungkin terdampak akibat pandemi saat ini. 

“Karena kalau murid butuh atribut sekolah, belinya di sekolah. Akan kita lakukan evaluasi biar bisa cari jalan keluar. Besok akan saya panggil kepala sekolah yang menjual atribut sekolah hingga Rp. 80 ribu tadi,” pungkas Rosmayana.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Aksi Cepat Kapolresta Pontianak Beri Bantuan Korban Bencana Angin Puting Beliung di Banjar Serasan

Berita

WAKIL BUPATI SINTANG PANTAU UJIAN SELEKSIĀ  BAKAL CALON KADES TAHUN 2022

Berita

Lebaran 2022, BI Pematangsiantar Sediakan Rp. 3,1 Triliun Uang Pecahan Baru

Berita

Penyerahan Senjata Api Rakitan jenis Lantak Kepada Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonif 645/GTY

Berita

Forkopimda Kabupaten Melawi Lakukan Peninjauan dan Pengecekan Langsung Pelaksanaan Pilkades di 3 Desa Berbeda

Berita

24 Tengkorak Manusia Gagal Diselundupkan ke Belanda dari Bali

Berita

Tolak Pakai Dasi, Pemimpin Suku Maori Diusir dari Parlemen

Berita

Majukan Olahraga Tinju Kalbar, Pangdam XII/Tpr Terima Kunjungan Daud Yordan