Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Wabah Covid-19 membuat sejumlah orang tua siswa mengalami kendala keuangan, yang berkorelasi dengan kemampuan dalam membayar segala bentuk kebutuhan anaknya ketika sekolah diperbolehkan belajar tatap muka kembali.
Hal tersebut sedang dialami oleh sejumlah orang tua di Kota Pematangsiantar, dimana anaknya sedang bersekolah di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) diwajibkan untuk membayar sebesar Rp. 80 ribu untuk perlengkapan atribut sekolah.
“Masa buat beli topi, papan nama, terus dasi, sampai segitu Rp. 80 ribu? Apalagi cari uang saat pandemi ini sangat susah. Buat nutupin makan aja, uda shyukur,” keluh seorang wanita orang tua siswa dengan nada sedih.
Ketika hal tersebut dikonfirmasi pada Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pematangsiantar Plt. Rosmayana Marpaung mengatakan, bahwa ia akan memanggil pihak-pihak terkait untuk klarifikasi itu. Dia juga menyebutkan bahwa penyediaan atribut tersebut diserahkan pada satuan pendidikan masing-masing.
“Sebelum ada pandemi, memang ada pungutan seperti itu. Namun kami melihat hanya sewajarnya saja dibawah Rp. 60 ribu. Tapi kwalitasnya sudah bagus, dengan dijahit menggunakan bordiran, tidak yang biasa,” jelas Rosmayana ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (21/10/21).
Dia juga menyebutkan, bahwa penyediaan atribut tersebut sudah melalui musyawarah dengan pihak-pihak terkait seperti komite sekolah, dan para orang tua murid. Bahkan, terkadang itu permintaan dari orang tua, agar setiap anak memiliki keseragaman.
Rosmayana menegaskan akan mengevaluasi besaran harga atribut sekolah yang dibebankan kepada murid. Serta mengupayakan agar pembelian atribut sekolah dengan harga yang murah dan terjangkau. hal itu dilakukan karena kondisi ekonomi para wali murid yang mungkin terdampak akibat pandemi saat ini.
“Karena kalau murid butuh atribut sekolah, belinya di sekolah. Akan kita lakukan evaluasi biar bisa cari jalan keluar. Besok akan saya panggil kepala sekolah yang menjual atribut sekolah hingga Rp. 80 ribu tadi,” pungkas Rosmayana.
Toni Tambunan.







