Viewer: 806
0 0

Home / Kesehatan

Minggu, 21 Juni 2020 - 20:51 WIB

Dinilai Palsu dan Cacat, Ilmuwan Dunia Kritik Makalah soal Pemakaian Masker

Viewer: 807
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

Kompasnasional | Lebih dari 40 ilmuwan, termasuk ahli epidemiologi terkemuka yang mempelajari Covid-19, meminta jurnal top menarik kembali sebuah makalah tentang pemakaian masker dari ahli kimia pemenang Hadiah Nobel.

Makalah tersebut mengklaim memakai masker adalah faktor penting dalam memperlambat penyebaran virus corona, membuat peran penting langkah-langkah jarak fisik atau physycal distancing berkurang.

Para ilmuwan yang mengirim surat kepada jurnal PNAS pada Kamis (18/6/2020) lalu menuduh makalah tersebut berdasarkan pernyataan yang salah dan analisis statistik cacat.

Dikhawatirkan hal itu justru mendorong masyarakat mengambil risiko dengan berkumpul karena percaya memakai masker sudah cukup melindungi dari penularan virus corona.

“Salah satu hal yang benar-benar kita khawatirkan adalah orang akan mendasarkan tindakan mereka pada makalah,” ujar Noah Haber, peneliti pascadoktoral di Universitas Stanford yang membantu mengatur penandatanganan surat ini.

Baca Juga  Kekurangan Zat Besi Jadi Ancaman Serius Generasi Emas Indonesia

Dilansir Buzzfeed, makalah ini terbit pada 11 Juni di PNAS, jurnal unggulan dari National Academy of Sciences bergengsi, oleh para peneliti termasuk Mario Molina dari University of California, San Diego.

Molina merupakan ahli kimia atmosfer yang mendapat Hadiah Nobel Kimia pada 1995 untuk penelitiannya.

Makalah Molina ini mengklaim transmisi di udara melalui tetesan mikroskopis adalah cara paling banyak virus corona menyebar. Tim Molina juga memperkirakan aturan pemakaian masker mencegah setidaknya 66.000 infeksi virus corona di New York City antara 17 April hingga 9 Mei, dan 78.000 infeksi di Italia antara 6 April hingga 9 Mei.

Tak satu pun dari kesimpulan itu dibenarkan oleh bukti, kata ilmuwan yang mengkritik. Namun, temuan itu dibagikan secara luas di media sosial dan diliput secara tidak kritis oleh beberapa kantor berita besar.

“Ada begitu banyak kesalahan dan masalah dalam makalah itu sehingga hampir tampak sulit untuk mengetahui dari mana harus memulai (kritiknya),” tutur Kate Grabowski, ahli epidemiologi di Universitas Johns Hopkins.

Baca Juga  Bayi 18 Bulan Sempat Dirukyah karena Tertidur Selama Setahun, Ternyata Ini Penyakit yang Dideritanya

Pada 12 Juni lalu, Grabowski mengunggah empat ilmuwan dari 2019 Novel Coronavirus Research Compendium, sebuah kelompok ahli yang dibentuk di Johns Hopkins untuk memberikan penilaian penelitian baru tentang virus, telah meninjau kertas dan setuju bahwa itu harus ditarik kembali.

“Mengingat ruang lingkup dan tingkat keparahan masalah yang kami sajikan, dan dampak publiknya terlalu besar dan mendesak, kami meminta agar Editor PNAS segera menarik makalah ini,” tulis ilmuwan dalam surat kepada PNAS.

Masalah terbesar dalam makalah, menurut Grabowski, adalah kesimpulannya tentang efektivitas memakai masker, dibandingkan dengan langkah-langkah lain untuk memperlambat penyebaran virus, didasarkan pada pernyataan palsu.(S/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Foto pelaku eksibisionis di Jambi

Berita

Tampang Jukir di Jambi yang Pamer Kemaluan ke Remaja Putri

Kesehatan

Tak Hanya untuk Bayi, Ini Beragam Manfaat Tidur Siang Semua Umur

Kesehatan

Ketersediaan Vaksin Bukan Berarti Abai Protokol Kesehatan

Kesehatan

Dapatkah Masker Bedah Digunakan Berkali-kali, Ini Penjelasannya
Stres Enggak Bisa Hamil Malah Ganggu Kesuburan-KompasNasional

Arsip

Stres Enggak Bisa Hamil Malah Ganggu Kesuburan

Kesehatan

Bisa Kurangi Gula Darah hingga Menghilangkan Plak pada Gigi, Berikut 5 Manfaat Luar Biasa Lidah Buaya Bagi Tubuh
Ket:Foto//Dari Kiri kekanan baju kuning 1. Lion Dody, 2.Vice 3 Lion Kosidin, 3.Past President Golden Estate Darmawan Yusuf, 4. DANDIM Asahan Letkol Inf Sri Marantika Beruh, 5. Vice 2 Lion Agustina, 6.Vice 1 Lion Lili Tan, 7.Lion Hendra Gunawan, Dan Baris 2 Belakang sejumlah pejabat utama (PJU) Kodim dan Danramil se-Kabupaten Asahan(ist)

Asahan

Kodim 0208/Asahan Terima Bantuan APD Dari Lions Club Golden Estate Untuk di Serahkan ke Beberapa Puskesmas Terpencil

Kesehatan

Korban Keracunan Nasi Kuning di Tasikmalaya Bisa Tembus 500 Orang, Bakteri Diduga dari Santan