Home / Berita

Rabu, 6 September 2023 - 11:24 WIB

Demokrat Ogah Debat dengan Sahroni: Jangan Cari Pembenaran, AHY Sudah Move On

Viewer: 224
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 45 Detik

Jakarta, jejaknasional.com – Bendahara Umum Partai NasDem Ahmad Sahroni mengajak Demokrat bertukar pikiran atau berdebat soal klaim deklarasi Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) awal September. Demokrat menegaskan keterangan yang disampaikan Sekjen Demokrat Teuku Rifky sudah sangat jelas.

“Apa yang mau diperdebatkan, sudah jelas waktu dan kronologinya yang disampaikan dalam pers conference sekjen, untuk apalagi diperdebatkan. Dan setelah pertemuan tersebut, saya juga diupdate secara langsung oleh Tim 8 dari PD,” kata Kepala BPOPKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Selasa (5/9/2023).

Herman mengatakan tidak perlu lagi mencari pembenaran. Dia menegaskan sesuai perintah Ketum AHY, Demokrat sudah move on dan menatap ke depan untuk mencari koalisi.

“Tidak perlu mencari pembenaran, Ketum sudah move on, kami sudah berbicara ke depan, agar bisa bersama-sama dengan mitra koalisi dan capres yang mengedepankan dan memegang teguh etika, moral, dan komitmenya,” ujarnya.

Baca Juga  Buntut ponte, Desa penghasil anyaman rotan berkualitas Ekspor

Sebelumnya, Sahroni menyoroti pernyataan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait klaim deklarasi Anies Baswedan dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) awal September. Sahroni menyebut pernyataan SBY perlu diklarifikasi.

“Poin saya tetap sama, ada suatu hal yang disampaikan tidak sesuai dengan fakta di lapangan. Dan tentu ini sangat perlu diklarifikasi, mungkin tidak harus melalui jalur hukum, tapi kita bisa gunakan ruang-ruang publik, di televisi misalnya. Ini kan juga sesuai permintaan (tokoh) yang bersangkutan,” kata Sahroni dalam keterangannya, Selasa (5/9/2023).

Sahroni mengatakan tak benar adanya deklarasi capres dan cawapres di awal September. Ia mengatakan pertemuan bersama SBY dengan Demokrat hingga PKS tak menghasilkan komitmen, melainkan hanya sebuah usulan.

Baca Juga  Menkominfo Tiba di Kejagung, Diperiksa soal Kerugian Negara Rp 8 T Kasus BTS

Selain itu, Sahroni berharap kejadian ini tidak menimbulkan kegaduhan berlarut di publik, maka perlu ada pembicaraan dengan Partai Demokrat. Menurutnya ada kekeliruan dalam informasi yang disampaikan oleh SBY ia khawatir dapat memantik kebencian di publik.

“Makanya jangan sampai informasi tidak benar ini, dibiarkan menyebar dan kemudian dipercayai secara mentah-mentah oleh masyarakat. Khawatir juga bisa menimbulkan kebencian tak berdasar,” kata Sahroni.

“Nah kalau begitu, mari kita selesaikan ini melalui cara-cara kekeluargaan, berdiskusi, bertukar pikiran, berdebat. Saya kira ini juga akan bagus, ya, untuk pendidikan politik. Kita bisa mengajarkan dan memperlihatkan kedewasaan dalam berpolitik,” imbuhnya.

(YA/Dtk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Air Susu Dibalas Air Tuba, Selingkuhan Veronica Tan Makin Tak Tahu Diri Saat Ahok Memohon Belas Kasihan, Sang Anak Tersulut Emosi Dengar Ucapannya Sampai Nyaris Baku Hantam, BTP: Harga Diri Saya Diinjak-injak!

Berita

Perbukitan Danau Toba Terbakar

Berita

Rasian Meminta Kepada Pemkab Melawi Agar Segera Terbitkan Perda/Perbup Tentang Mutasi dan Pemberhentian Perangkat Desa.

Berita

Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat Melalui Program Pembangunan Ekonomi Hijau

Berita

Kapolres Ketapang AKBP. Yani Permana Pimpin Pengamanan Unjuk Rasa Di Kantor DPRD Ketapang Dengan Humanis

Berita

Pengecekan Pengamanan Ibadah Perayaan Tahun Baru Di Wilkum Polres Tapsel Berlangsung Lancar

Berita

Jelang Libur Panjang Idul Fitri,Masyarakat di Minta Untuk Segera Vaksinasi Covid-19

Berita

Bupati Simalungun dan Forkopimda Jalani Vaksinasi Covid-19 Perdana