Kompasnasional.com
Pokemon Go kini menjadi viral pemberitaan di berbagai media sosial. Game teranyar tersebut tidak hanya diminati anak-anak, tetapi banyak orang dewasa.
Seperti pasangan suami-istri Andi (30) dan Yani (31) warga Balikpapan. Keduanya mengaku sudah lama menantikan momen untuk berburu Pokemon. Meski tidak nyata, tetapi keseruan itu sangat terasa layaknya dalam animasi aslinya yang ada sejak 20 tahun silam.
Pasangan yang menikah tujuh tahun lalu ini pun telah mengajarkan anak mereka memainkannya. Setiap hari mereka rutin bermain. Terhitung sejak tiga pekan terakhir. Kecanduan.
Itu sangat dipahami Andi, sang suami, di awal memulai permainan itu. Namun, baru-baru saja dia mulai resah.
“Awalnya saya pikir wajar. Dan mungkin karena baru pertama kali main jadi sering lupa waktu. Tapi, kalau keterusan bahaya juga,” ujarnya kepada Kaltim Post (Jawa Pos Group).
Ya, pria yang bekerja di salah satu perusahaan alat berat itu mengaku harus waspada. Terlebih bila buah hatinya sudah mulai bermain di luar rumah.
Anaknya yang berusia tujuh tahun itu pernah hampir ditabrak sepeda motor, jatuh dari tangga, serta nekat memanjat pohon.
“Saat diberitahu, saya sempat marah ke istri karena kurang memerhatikannya,” ucapnya.
Yani, yang duduk di sampingnya pun tertawa. “Karena dia (Andi) juga pernah hampir ditabrak dan jatuh, jadi kita saling introspeksi,” celetuk Yani.
Perempuan berhijab ini mengaku pernah pula lupa waktu memasak di dapur hingga makanan yang dimasaknya jadi gosong. Tetapi, dia tidak ingin berhenti bermain.
Bagi dia, Pokemon Go ibarat mewujudkan khayalan masa kecil. Dia juga menceritakan terinspirasi akan perjalanan Ash Ketchum yang mengumpulkan Pokemon.
Ash Ketchum adalah protagonis utama dari serial anime Pokemon yang selalu bermimpi menjadi seorang Pokemon Master. Begitu ia berusia sepuluh tahun, ia bergegas ke Laboratorium Profesor Oak untuk mendapatkan Pokemon pertamanya.
Dia adalah karakter manusia pertama yang diperkenalkan dalam seri.
“Saya ingin punya Pikachu (salah satu karakter Pokemon) seperti Ash,” ucap ibu satu anak ini.
Andi dan Yani mengatakan, Pokemon Go memang tengah digemari masyarakat di dunia. Tapi, dia berharap para pemain agar mawas diri. Kini mereka berdua pun mulai mengurangi waktu bermain, dan lebih memerhatikan anak mereka.
Walau tak ditampik keduanya kerap beradu memperebutkan Pokemon yang ditemukan.
“Lucunya kita sering battle satu sama lain, beradu Pokemon siapa yang paling kuat,” kata Andi.(kn-ms)







