Home / Berita

Selasa, 24 Mei 2022 - 15:34 WIB

Dampak Kebijakan Pelonggaran Pakai Masker, Omset Penjualan Masker Turun Drastis

Viewer: 369
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 3 Detik

Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pemerintah telah putuskan membolehkan masyarakat tidak menggunakan masker ketika sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka. Keputusan itu dibuat meskipun saat ini pandemi Covid-19 masih belum berakhir. 

Ternyata, kebijakan pemerintah melonggarkan pemakaian masker di luar ruang berdampak terhadap penjual masker di Kota Pematangsiantar. Mereka mengaku omset penjualan mulai turun setelah kebijakan pelonggaran protokol kesehatan (prokes) tersebut diumumkan. 

Salah seorang penjual masker yang biasa mangkal di Jalan Brigjen Rajamin Purba, SH Kelurahan Bukit Shofa, Kecamatan Siantar Sitalasari, Kota Pematangsiantar, Ani (19) menuturkan, omset penjualan masker langsung menurun drastis setelah kebijakan diumumkan. 

“Sejak ada pengumuman dari pemerintah boleh tak pakai masker lagi, penjualan kamipun menurun secara drastis hingga 30 persen saat ini. Tak taulah kalau besok – besok lagi, makin turun kayaknya,” ujarnya, Selasa (24/5/22). 

Sebelumnya, dikatakan Ani, sejak kasus Covid-19 melandai, permintaan masker pun sudah mulai menurun. Ditambah lagi dengan kebijakan yang diumumkan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu membuat makin merosot permintaan terhadap masker. 

Baca Juga  Pemancing Tewas Diterkam Buaya, Potongan-potongan Tubuh Ditemukan

Imbasnya, pendapatan dari dagangan masker menurun drastis dari biasanya. Sebelum adanya kebijakan dari pemerintah tersebut, Ani bisa meraup keuntungan antara  Rp. 500.000 sampai dengan Rp. 1 juta dalam sehari. 

“Udah beberapa hari ini pendapatan tidak sampai 400 ribu dalam sehari. Itupun karen para pelajar yang paling sering beli masker. Karena hingga hari ini masih diwajibkan pakai masker dilingkungan sekolah mereka,” ungkap Ani. 

Tak jauh beda dengan  pedagang masker lainnya, Wati (56). Dia bilang permintaan masker udah jauh berkurang, Apalagi sekarang udah ada ketentuan membebaskan pemakaian masker ketika berada diluar ruangan. 

“Padahal, stok masker ku masih banyak. Modal ku pun belum sepenuhnya kembali. Biasanya bisa dapat lebih dari 500 ribu dalam sehari. Tapi sekarang 300 ribu pun belum bisa terpenuhi,”kata wanita yang berjualan di depan gedung MUI Kota Pematangsiantar tersebut. 

Baca Juga  Heboh 'Super Flu' di RI, Sekolah Bakal Online Lagi? Ini Kata Kemenkes

Wati menyebut harus memutar otak mencari strategi agar maskernya bisa laku dijual. Bisnis usaha itu pun tak lagi seperti pada pertengahan awal mewabahnya virus corona yang sempat laris manis. Ia mensiasatinya dengan menurunkan harga masker yang akan dijual. 

“Biasanya, masker itu kalau beli satu biji seharga Rp. 5000. Tapi sekarang menjadi Rp. 2000. Seperti jenis masker duckbill. Atau masker bedah biasa mulai 9.000 hingga 25.000 per kotaknya,” jelas Wati. 

Semenjak pemerintah melonggarkan penggunaan masker, ucap Wati, dia berencana mengganti dagangan maskernya dengan barang dagangan lainnya seperti kaos kaki, sarung tangan atau bensin eceran untuk kendaraan, karena omset penjualannya menurun drastis.

Toni Tambunan.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Menanti Rizieq kembali dari SaudiMenanti Rizieq kembali dari Saudi

Berita

KNKT Rilis Laporan Lion Air JT-610, Ini Respons Boeing

Berita

Kali Pertama Menjabat Sebagai Kapolsek Pontianak Timur, AKP HERY PURNOMO,.SE.Map langsung Silaturahmi dan Mengenalkan DiriĀ 
Foto Ilustrasi tindakan kriminal

Berita

Bareskrim Ringkus DPO Kasus Narkoba Simon Tupessy di Kampung Ambon

Berita

Antisipasi Menjelang Idul fitri, Babinsa Kalinilam Kodim 1203/ktp Bersama Melaksanakan Penyemprotan Disinfektan Dan Pembagian Masker.

Berita

Satuan Narkoba Polres Melawi kembali melakukan penangkapan terhadap pelaku penyalahgunaan Narkotika*

Berita

Pelatihan Citizen Journalism dan Digital Marketing bagi UMKM Digelar di Siantar

Berita

Ibu Lady Bawa-bawa Asal Suku Saat Marahi Koas Sebelum Dipukuli Sopirnya