Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Kompetensi merupakan kunci utama bagi para lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Lulusan kompeten adalah mereka yang memiliki bekal hard skills, soft skills, dan pendidikan karakter yang berguna pada saat mereka terjun langsung dalam Industri Dunia Usaha Dunia Kerja (IDU-KA).
Kepala SMKN 2 Pematangsiantar Bintang Tumanggor S.Pd yang di dampingi Waksek Bidang Hubungan Masyarakat Andre Vino Siagian S.Pd saat ditemui di ruang kerjanya Kamis,(03/02/22) mengatakan guna mewujudkan kompetensi para peserta didik, SMKN 2 harus mampu mewujudkan ‘Link and match’, antara para lulusannya dan dunia industri sehingga tercipta relevansi antara program pendidikan dengan kebutuhan industri. Karena pada hakikatnya konsep link and match dapat digunakan sebagai media untuk meningkatkan relevansi pendidikan tinggi dengan kebutuhan tenaga kerja.
“Dalam hal ini siswa dituntut mampu memecahkan masalah dan melakukan pekerjaan dengan baik dan benar, agar dapat mendorong dan memotivasi siswa melakukan praktek,” kata Bintang Tumanggor.
Waksek Bidang Hubungan Masyarakat Andre Vino Siagian S.Pd dalam penuturannya menjelaskan, Bahwa awal dari kerjanya adalah menyusun program-program yang normatif dibidang SMK artinya SMK itu harus tau mau berhubungan dengan siapa atau bermuara kemana seperti autput nya kemana dan ini nantinya akan dikerjakan oleh tim di bursa kerja khusus (BKK) yang mana hal tetsebut sudah diketahui alumni-alumni SMKN 2 Pematangsiantar bahwa sekolah tersebut setidaknya sudah punya patokan secara industri dan nasional.
Juga kata Andre bahwa dari kelas X sampai kelas XII pihaknya membutuhkan hubungan dunia usaha dan dunia industri (DU-DI) baik itu tarafnya lokal, nasional bahkan internasional untuk praktek kerja industri (Prakkerin) hal ini normatif, namun Ia akan membuat program baru yaitu magang dengan jumlah terbatas yang sasarannya kelas XI dengan ketentuan siswa yang punya karakter sudah teratur, dan secara akademik bagus.
“Kita mempunyai sembilan jurusan, munkin satu jurusan di tampung untuk magang lima sampai 10 siswa artinya ranking satu sampai sepulu yang secara karakter akademiknya bagus artinya siswa tersebut termotifasi untuk mau belajar di dunia industri itu nanti pasti kita kirim, tujuanya agar nantinya sehabis atau pulang dari tempat magang minimal dapat manfaat dan bisa menjadi tutor sebaya”.ujar Andre.
Jadi tahun ini, lanjut Andre target dari Kepala Sekolah jangan hanya cuman normatif aja, “maunya kita minta pada pihak industri untuk kerja sama membuat bursa kerja khusus yang artinya kalau pihak industri butuh sekolah di panggil karena kita siap menjadi tuan rumah untuk mengrekkrut walaupun sasaran bukan dari sekolah kita aja”.kata Andre.
Dia juga mengatakan, SMKN 2 Pematangsiantar dalam waktu dekat juga akan menjadi tuan rumah bursa kerja khusus dari perusahan Cipta Futural PKS yang pesertanya kira-kira 308 orang seluruh SMK yang ada di Kota Pematangsiantar baik itu alumni yang belum bekerja maupun yang aktif kelas XII.
Dan pihaknya juga akan menjajaki kurikulum agar link and match dengan industri. Hal ini dilakukan dengan meminta masukan dari industri terkait kebutuhan tenaga kerja.
Sehingga, kata Andre, siswa tetap dapat berinteraksi langsung dalam pembentukan soft skill dan melakukan latihan berulang dalam meningkatkan hard skillnya, sehingga lulusan SMK nantinya bisa kompeten dan menghasilkan pekerja dan pengusaha-pengusaha yang berkarakter.
“Bentuk SMK itu kan sudah harus jelas pemerintah melalui kementerian sudah kasih warnanya setiap SMK harus berwarna PK ( Pusat Keunggulan) jadi kalau kita sudah berstatus pusat keunggulan pola belajarnya pun sudah enak karena PK ini bina icing sama perusahaan yang ditunjuk dari kementerian”.terangnya.
Toni Tambunan.





