Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Cabang Dinas (Cabdis) Pendidikan Siantar gelar sosialisasi persiapan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) jenjang SMA,SMK dan SLB di masa pandemi Covid-19 Senin,(9/8/21) di Aula Universitas HKBP Nomensen Pematangsiantar,Jalan Sangnawaluh nomor 4 Kota Pematangsiantar.
Sosialisasi yang di hadiri Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMA Dinas Provinsi Muhammad Iksan Lubis, Kepala Cabang (Kacab) Dinas Pemdidikan Siantar James Andohar Siahaan beserta seluruh Kepala Sekolah se Cabdis Siantar yang di pandu moderator Drs Hasbiansyah Sinaga juga yang menghadirkan nara sumber dr Mei iliani Sinaga selaku gugus tugas Covid-19 provinsi juga dari sekretaris satgas Covid-19 kota Pematangsiantar Daniel Siregar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
James Andohar Siahaan S STP dalam sambutannya dihadapan Kabid SMA Provinsi dan tim gugus tugas Covid-19 mengatakan, bahwa jauh sebelumnya simulasi pembelajaran tatap muka secara terbatas sudah pernah di laksanakan dibeberapa sekolah yang ada di kota pematangsiantar juga di kabupaten simalungun dan berjalan dengan lancar juga dari segi sarana untuk mendukung pembelajaran tatap muka dimasing-masing sekolah bisa dipastikan untuk cabdis siantar sudah siap seratus persen.
Kemudian, lanjut james terkait vaksinasi untuk sektor pendidikan mulai dari security, guru sejumlah 14 ribu sudah di vaksin hal ini bisa nanti dicek dari data untuk memastikannya dan untuk Sumatera Utara Cabdis Siantar kesiapannya dalam hal pembelajaran tatap muka nomor satu.

“Kesiapan pembelajaran tatap muka untuk sumatera utara Cabdis Siantar nomor satu hal ini bisa di cek langsung, terkait vaksin, kalau memang ada vaksin yang ketiga kami siap dan kami tetap berkoordinasi dengan pihak dinas kesehatan bila mana nantinya ada vaksinasi untuk anak didik kami sekolah tingkat menengah, tapi untuk saat ini belum ada dan ini tetap akan kami ajukan ke pemerintah kota naupun ke pemerintah kabupaten”. Ucap James.
Jadi untuk hal ini Cabdis Siantar sudah siap untuk menjalankan pembelajaran tatap muka namun kendati demikian kata James, pihaknya tetap menunggu arahan dari pimpinan, karena setiap minggunya pihaknya selalu berkoodinasi pada tim gugus penanggulangan penanganan Covid -19 pematangsiantar, namun untuk di Simalungun agak kurang karena setiap dilayangkan surat sellalu tidak berbalas. Kata James.
Dalam hal ini juga James berharap pada tim gugus tugas Covid-19 maupun kabid SMA provinsi agar bisa meyakinkan bahwa cabang dinas pendidikan Siantar jauh sebelumnya sudah siap menjalankan pembelajaran tatap muka dan pihaknya bisa membuktikan bila mana di minta data sarana dan prasarana maupun data vaksinasi pihaknya siap menyajikan. Kata James Siahaan.
Muhammad Iksan Lubis selaku Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan SMA Dinas Provinsi Sumut dengan resmi membuka acara sosialisasi pembelajaran tatap muka dan menyatakan, bahwa apa yang disampaikan kepala cabang dinas pendidikan siantar semuanya benar.

“Apa yang di sampaikan kacab tadi itu semuanya benar jadi mari kita sama-sama berdoa agar kiranya kita cepat diberikan rekomendasi supaya bisa mengadakan pembelajaran tatap muka dengan tetap mematuhi prokes karena sudah banyak masuk surat permohonan seperti dari persatuan guru agar gubernur cepat membuka pembelajaran tatap muka jadi kita tetap bersabar menunggu petunjuk dari ketua gugus Covid-19 dalam hal ini gubernur sumut dan semoga Cabdis siantar ini menjadi barometer kepala cabang yang 18 yang ada di sumut”. Ucap Muhammad Iksan Lubis.
Berikutnya nara sumber dr Mei iliani Sinaga selaku tim gugus tugas Covid-19 Provinsi memaparkan terkait kasus-kasus penularan dan laporan-laporan Covid-19 pada anak-anak di Sumatera utara khususnya di Siantar – Simalungun.
Di akhir acara Daniel Siregar selaku sekretaris tim gugus tugas Covid-19 Kota Pematangsiantar menjelaskan, bahwa Sumatera Utara nomor dua
terbesar diluar pulau Jawa – Bali, penyumbang kasus positif terbesar per hari. Sumut urutan kedua setelah Kalimantan Timur. Sedangkan di Sumut, posisi Kota Pematangsiantar berada di lima besar. Sehingga PPKM level 3 selesai hari ini, dan itu akan diperpanjang. Alasannya, data pasien yang terpapar Covid-19 terus naik bukan landai. Tiap hari yang meninggal warga Pematangsiantar sebanyak 3-4 orang, baik dari Rumah sakit Medan maupun di Pematangsiantar, termasuk yang meninggal di rumah karena isoman.
Yang terpapar bukan hanya orang dewasa saja melainkan anak-anak juga.
“Jadi, meskipun bapak ibu semuanya berhubungan secara administrasi ke Provinsi, tapi soal operasional masa pandemi harus ada rekomendasi dari Satgas covid-19 Pematangsiantar
Jadi untuk kesempatan ini, kami sangat mengharapkan sekali pada Bapak ibu untuk melakukan gerakan moral”. Pungkas Daniel Siregar.
Toni Tambunan





