Home / Berita

Selasa, 21 September 2021 - 19:07 WIB

Bupati Erlina Sampaikan Masukan di Komite 1 DPD RI Terkait Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan

Viewer: 336
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 19 Detik

MEMPAWAH KALBAR,KOMPAS NASIONAL.com – Bupati Mempawah, Hj. Erlina bersama perwakilan Asosiasi Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten/ Kota) memberikan masukan terkait evaluasi penyelenggaraan pemerintahan daerah dalam kegiatan dengar pendapat dengan Komite 1 DPD RI, Senin (20/9/2021) di Sekretariat Jenderal DPD RI. Jl. Jenderal Gatot Subroto No.6 , Senayan. Jakarta.

Erlina mengatakan, status pandemi Covid-19 antar daerah itu tidak sama, khususnya daerah-daerah di pulau Jawa dan Bali.

Sementara kebijakan refocusing anggaran diperlakukan sama diseluruh daerah.

Sehingga, untuk daerah yang status Covid-nya termasuk zona hijau atau sedikit yang terpapar, penyerapan anggaran untuk kegiatan penanganan dan pasca pandemi cukup menyulitkan.

“Regulasi yang diterbitkan oleh pusat hendaknya bersifat komprehensif dan terintegrasi dari berbagai K/L dengan mempertimbangkan kondisi daerah.

Kebijakan refocusing disarankan tidaklah disamaratakan presentasenya, tetapi perlu mempertimbangkan kondisi daerah dan tingkat Pendapatan Asli Daerahnya,” ungkap Erlina.

Disisi lain, kata Erlina kebijakan refocusing anggaran dalam penanganan Covid-19 berdampak pada penyelenggaraan pemerintahan yang tidak maksimal.

Untuk itu, terkait aspek penganggaran, penetapan persentase refocusing sejogjanya disesuaikan dengan zonasi keterpaparan angka Covid-19, dan postur anggaran APBD masing-masing daerah.

Baca Juga  Selama Dua Hari Polda Kalbar Gelar Vaksinasi Massal di 15 Titik

Selain itu, imbuh Erlina dengan adanya pandemi sangat berdampak terhadap pelayanan publik yang tidak maksimal, contohnya pelayanan kesehatan yang turun karena masyarakat takut untuk berobat.

Juga terkait belanja pegawai bagi CPNS dan PPPK hendaknya perlu dipertimbangkan, agar tidak menjadi beban APBD, tetapi melalui Dana Alokasi Umum.

“Target-target indikator makro yang sudah ditetapkan dalam dokumen perencanaan sebelumnya tidak bisa dicapai sebagaimana mestinya, karena adanya kebijakan refocusing. Untuk itu, diharapkan daerah tidak diberlakukan lagi adanya kebijakan refocusing dan relokasi lagi, mengingat kondisi APBD sudah sangat terbatas untuk dapat berjalan dengan optimal,” harapnya.

Setelah mendengarkan paparan dan masukan dari Asosiasi Pemerintah Daerah (Provinsi, Kabupaten / Kota) terkait penyelenggaraan pemerintahan daerah, maka diperoleh kesimpulan rapat sebagai berikut:

Komite I DPD RI memandang perlu adanya treatment dan kebijakan yang berbeda terkait penanganan covid di Daerah dengan mempertimbangkan karakteristik daerah, level daerah, dan kemampuan keuangan
Komite I DPD RI akan mendorong Pemerintah melalui Kementerian mitra kerja terkait untuk,
melakukan sinkronisasi dan harmonisasi regulasi penangananan covid-19 serta memperkuat kordinasi antar Kementerian/Lembaga dan pemerintah daerah dalam penanganan covid 19 di
melakukan pembinaan dan pengawasan dalam rangka efektifitas belanja daerah untuk penanganan kesehatan, peningkatan ekonomi dan Jaring Pengamanan Sosial.

Baca Juga  Tiga Siswi SD di Bekasi Jadi Korban Kebejatan Gurunya, Begini Ceritanya

Meninjau kembali mekanisme penyaluran insentif tenaga kesehatan di
mempercepat penyaluran dan pemerataan vaksinasi khususnya di daerah-daerah terpencil dan terluar dalam rangka mempecepat tercapainya herd immnunity.
menyederhanakan kebijakan Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional bagi daerah baik dari persyaratan maupun mekanisme
Mempertimbangkan pemanfaatan anggaran Daerah untuk CPNS dan
Perbaikan database dan sistem kependudukan yang terintegrasi dan
Komite I DPD RI memandang perlu adanya perbaikan mekanisme pengaturan penggunaan anggaran belanja daerah
Komite I DPD RI memandang perlunya pertemuan berkala dengan Asosiasi Pemerintahan Daerah (Provinsi, Kabupaten/Kota) sebagai upaya berkelanjutan dalam menyempurnakan pelaksanaan otonomi daerah di.

Hasnan Sutanto

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

KNKT: Kerusakan Air Speed Lion Air Sejak 3 Penerbangan Sebelumnya

Arsip

“Orang Jakarta Tak Perlu Gaji Besar, Yang Penting Biaya Hidup Murah”

Berita

Gelar Operasi Yustisi, Kabag Ops Polres Melawi : Test Swab PCR .

Berita

Pangdam XII/TPR dan Ketua Umum Perbakin Kalbar Letakkan Batu Pertama Pembangunan Lapangan Tembak TASC*

Berita

BEM LAKSANAKAN ACARA DIES NATALIS KE 11 FAKULTAS HUKUM UNKA SECARA SEDERHANA

Berita

Kapolres Melawi Saksikan Langsung Latihan Penanganan Unjuk Rasa Pilkades Serentak Di Polres Melawi

Berita

Jokowi Akui Sudah Terima Surat dari KPK

Berita

Diputuskan Melanggar Kode Etik Advokad Majelis Kehormatan Peradi Berhentikan Satu Tahun Sudarsono SH MH Sebagai Advokad