Jakarta, JejakNasional – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Juanda memprediksi terjadinya cuaca ekstrem, ketika memasuki puncak musim hujan dalam 10 hari ke depan. Kepala BMKG Juanda, Taufiq Hermawan mengatakan, seluruh wilayah Jawa Timur (Jatim) sudah memasuki puncak musim hujan. Fenomena itu berpotensi menimbulkan bencana hidrometeorologi.
“Saat ini seluruh wilayah Jatim sudah pada musim hujan dan ada beberapa wilayah yang diprakirakan sudah memasuki puncak musim hujan,” kata Taufiq saat dikonfirmasi, Kamis (22/1/2026). Taufiq pun mengimbau, sejumlah daerah untuk waspada akan cuaca ekstrem. Seperti, Banyuwangi, Batu, Bondowoso, Jember, Kediri, Magetan, Pasuruan, Mojokerto, Probolinggo, Surabaya, Pamekasan.
Kemudian, Sumenep, Trenggalek, Madiun, Pacitan, Blitar, Bojonegoro, Jombang, Malang, Lumajang, Nganjuk, Ngawi, Ponorogo, Sampang, Situbondo, Tuban, Tulungagung, Lamongan, Sidoarjo, Bangkalan dan Gresik.
“Diperkirakan dalam 10 hari ke depan, akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat,” ujarnya. Taufid menjelaskan, cuaca ekstrem itu dipicu aktifnya Monsun Asia.
Hingga akhirnya, terjadi gangguan gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) dan Equatorial Rossby hingga membentuk awan konvektif. Tak hanya itu, menurut Taufiq, suhu muka laut di perairan Selat Madura juga dalam kondisi hangat. Dampaknya, suplai uap air meningkat untuk menumbuhkan awan hujan.
“Kondisi atmosfer lokal yang labil turut menumbuhkan awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan, dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang,” jelasnya.
Dengan demikian, Taufiq mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di kawasan rawan bencana untuk waspada. Warga diminta terus memperbarui informasi cuaca terkini.
“BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar waspada terhadap perubahan cuaca mendadak, serta adanya potensi cuaca ekstrem selama 10 hari ke depan,” kata Taufiq.
“Wilayah dengan topografi curam, bergunung, tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” pungkasnya.
(YA/JJN)




