Home / Olahraga

Senin, 28 Juni 2021 - 15:36 WIB

Belgia, Generasi Emas yang Dipeluk Dewi Fortuna

Viewer: 396
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 59 Detik

Kompasnasional l Label Belgia sebagai generasi emas mendadak meredup saat menghadapi Portugal di babak 16 besar Euro 2020 (Euro 2021) di Stadion La Cartuja, Senin (28/6) dini hari waktu Indonesia.

Belgia lolos ke perempat final Euro 2020 usai menang 1-0 atas Portugal. Akan tetapi, mereka lolos ke perempat final tidak dengan cara yang tidak semestinya.

Sejak Piala Dunia 2014, Belgia selalu mendapat label generasi emas dalam setiap turnamen utama, termasuk kejuaraan Piala Eropa atau Euro.

Nama-nama pemain seperti Thibaut Courtois, Thomas Vermaelen, Vincent Kompany, Eden Hazard, Kevin Mirallas, Kevin de Bruyne, hingga Dries Mertens yang menghiasi timnas Belgia merupakan bintang di klubnya masing-masing.

Sebagian besar nama-nama tersebut masih bertahan di skuad The Red Devils di Euro 2020. Dengan tambahan pemain seperti Thorgan Hazard dan Romelu Lukaku, Belgia tetaplah generasi emas.

Generasi emas yang disandang Belgia adalah skuad dengan sejumlah potensi di posisinya masing-masing. Courtois adalah kiper utama klub raksasa Real Madrid, Toby Alderweireld dan Jan Vertonghen andalan di pertahanan Tottenham Hotspur serta Benfica.

Di lini tengah, Belgia memiliki Kevin de Bruyne yang notabene Pemain Terbaik Liga Inggris bersama Manchester City. Sementara itu, di lini depan Lukaku merupakan top skor Liga Italia musim lalu.

Baca Juga  Ronaldo Pimpin Daftar Top Skor Liga Italia dan Bikin Rekor

Akan tetapi, kehebatan-kehebatan pemain-pemain Belgia itu tidak terlihat saat melawan juara bertahan Portugal.

Belgia yang lebih diunggulkan atas Portugal di babak 16 besar itu memilih bermain pragmatis dan sangat berhati-hati dalam menyerang.

Eden Hazard yang memiliki kaki lincah dan biasa meliuk-liuk di lapangan seperti malu-malu untuk ‘menari’. Begitu juga dengan Kevin de Bruyne yang mendadak menyembunyikan operan-operan terukurnya, yang bisa menciptakan peluang gol bagi Hazard, Thorgan, atau Lukaku.

Tanpa kreasi dari para gelandang kreatifnya, Romelu Lukaku pun terlihat seperti pajangan di lini depan Belgia saat melawan Portugal.

Padahal, jika melihat komposisi dan kualitas pemain, Belgia bisa menampilkan ‘permainan cantik’ berupa operan-operan pendek yang dialirkan cepat, lalu sesekali dikombinasikan dengan umpan terobosan kepada Lukaku.

Dries Mertens atau De Bruyne juga memiliki tembakan dari luar kotak penalti yang bisa membobol gawang lawan. Hanya saja, seluruh kualitas sebenarnya dari Belgia tersebut tidak terlihat saat melawan Portugal.

Bisa jadi, strategi tersebut merupakan bagian dari kejeniusan pelatih Roberto Martinez. Mungkin sejak awal Martinez berpikir mereka akan kewalahan jika memaksakan bermain terbuka menghadapi Portugal yang memiliki pemain-pemain dengan naluri menyerang mumpuni, seperti Cristiano Ronaldo, Joao Felix, Bernardo Silva, atau Bruno Fernandes.

Karena itu di babak 16 besar tersebut Belgia memilih bermain menunggu dan tidak terburu-buru dalam menyerang.

Baca Juga  Ternyata Alferd Reidl dan Jajaran Pelatih Timnas Indonesia Ilegal!

Dengan tidak mengambil inisiatif menyerang lebih dahulu, pertandingan tersebut mutlak milik Portugal, baik dalam penguasaan bola maupun percobaan gol. Tim asuhan Fernando Santos melepaskan 18 tembakan, dengan 6 mengenai sasaran.

Sementara itu, Belgia hanya melepaskan 5 tembakan selama 90 menit ditambah injury time. Dari 5 tendangan itu, hanya satu yang on target, dan beruntungnya Belgia, satu-satunya tembakan itu berujung gol yang berasal dari sepakan Thorgan Hazard di menit ke-42.

Meski demikian, Belgia perlu berhati-hati jika kembali memainkan taktik pragmatis tersebut melawan Italia yang permainannya hampir sama dengan Portugal.

Dengan permainan semacam itu bukan tidak mungkin Belgia akan kandas di Euro 2020 dan hanya akan menjadi generasi emas yang selalu mendambakan kesuksesan.

Pasalnya, di perempat final Euro 2020 nanti, Belgia akan menghadapi Italia tim dengan motivasi dan semangat juang tinggi di turnamen ini.

Ketika bertemu Austria di 16 besar, Azzurri sudah membuktikan mereka tidak mudah frustrasi meski memiliki lawan dengan pertahanan tangguh dan kesulitan mencetak gol.

Agar generasi emas itu tetap setia mereka dapuk, Belgia harus menunjukkan jati diri mereka yang sebenarnya, sebagai tim dengan kualitas mumpuni yang bisa menampilkan performa apik.(CNNI/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Arsip

Illarramendi: Kalahkan Madrid, Anda Harus Berjuang 90 Menit

Berita

Kasus Tiket Palsu Coreng Wajah Baru Gelora Bung Karno

Olahraga

Sukses Balas Dendam, Gosens sudah Anggap Tak Penting Jersey Ronaldo

Arsip

Prediksi Inter Vs Juventus: Meneer De Boer di Ujung Tanduk

Arsip

Video: Prediksi Duel Sengit Belgia vs Italia di Grup Neraka

Berita

Presiden Joko Widodo Lepas Kontingen Atlet Indonesia dalam Laga Asian Para Games 2018

Olahraga

Tim Saroha Dan Prima Jaya Bertemu Di Final Open Turnamen RKVC Cup Kota Psp

Arsip

Setelah Messi dan Neymar, Kali Ini ISIS “Eksekusi” Ronaldo