Kompas Nasional l PEMATANGSIANTAR-Pergantian kepala sekolah di sekolah menengah kejuruan (SMK) negeri 2 Pematangsiantar Jalan Asahan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematangsiantar Sumatera Utara memunculkan suasana baru dan rasa baru untuk keluarga SMKN 2 Pematangsiantar. Kepala sekolah baru tersebut telah membuat gebrakan dan program untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Sekolah sebagai implikasi dari tujuan nasional dituntut mampu mencetak generasi-generasi muda yang tangguh seperti yang di sebutkan dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2003. Salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan mutu pendidikan di sekolah adalah dilakukan dengan memperbaiki sistem pengelolaan penerapan manajemen berbasis sekolah, selain dapat meningkatkan produktivitas sekolah, lebih jauh lagi diharapkan pihak sekolah dapat melakukan perbaikan dan peningkatan mutu pendidikan secara terus menerus dan berkesinambungan.
Bintang Tumanggor, SPd yang baru menjabat sebagai Plt Kepala SMKN 2 Pematangsiantar saat dijumpai di ruang kerjanya Senin,(15/11/21) mengatakan, Bahwa program untuk membangun SMKN 2 sederhana saja yang kita kerjakan yakni membangun komunikasi yang baik dengan guru-guru, stakeholder, pimpinan dan masyarakat, juga kita harus mengatur strategi kedepannya dan berfikir secara realistis untuk kebutuhan sekolah.
“Yang utama yang harus dikerjakan yaitu membangun komunikasi dengan dunia usaha dan dunia Industri (DU/DI), kenapa saya katakan seperti itu? Karena SMK berhubungan dengan industri. Jadi penempatan siswa untuk magang dan prakerin sehingga mampu bersaing didunia kerja”.ujar Bintang.
Jadi program kita kedepan menjejaki serta membuat kerjasama dengan dunia industri, artinya kita mencari industri yang bisa membina dan bekerjasama dengan SMKN 2. Jadi program akhir yang kita capai nantinya yakni tempat magang serta kebutuhan industri sebagai tempat bekerja setelah lulus dari sekolah ini.terangnya.
Bintang juga menjelaskan, Bahwa sudah ada 15 Dunia Usaha dan Dunia Industri (DU/DI) yang mau bekerjasama dengan SMKN 2 Pematangsiantar di setiap jurusan.
“Jadi Januari tahun 2022 kita akan jejaki kembali bagaimana dengan progresnya. Dalam hal ini, bukan cuman siswa yang kita magangkan tetapi saatnya guru juga kita magangkan supaya tercapai standart kurikulum sesuai permintaan DU/DI dan setelah guru selasai di magangkan maka kita sudah bisa mengirimkan anak didik untuk prakerin di dunia industri yang berkaitan dengan kompetensi siswa sesuai dengan jurusan yang di miliki siswa tersebut”.ucap Bintang Tumanggor.
Toni Tambunan.






