Home / Berita

Kamis, 13 Januari 2022 - 03:44 WIB

Bareskrim Periksa Kadishub Depok Sebagai Tersangka Mafia Tanah Hari Ini

Viewer: 478
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 39 Detik

JAKARTA KOMPAS NASIONAL– Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri terus menyelisik kasus mafia tanah yang terjadi di Kota Depok, Jawa Barat.

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Eko Herwiyanto diperiksa perdana sebagai tersangka hari ini.

“Iya jadwal pemeriksaan hari ini, untuk waktu pemanggilan jam 10.00 WIB,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi, Rabu (12/1/2022).

Namun, Andi belum dapat memastikan kehadiran Eko. Menurut dia, yang pasti pemeriksaan telah dijadwalkan dan surat pemanggilan terhadap Eko telah dikirim beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, penyidik telah memeriksa Anggota DPRD Depok Nurdin Al-Ardisoma alias Jojon. Wakil rakyat yang juga menjadi tersangka mafia tanah itu diperiksa pada Senin, 10 Januari 2022.

Baca Juga  Sebanyak 46 Orang Siswa-Siswi SMAN 1 Pematangsiantar, Tembus Lulus PTN Lewat Jalur SNMPTN

Polisi juga telah memeriksa tersangka dari pihak swasta, Hanafi pada Kamis, 6 Januari 2022. Sedangkan, tersangka lainnya selaku mantan Direktur PT Abdiluhur Kawuloalit Burhanudin Abu Bakar belum diperiksa lantaran tidak memenuhi panggilan pada Senin, 3 Januari 2022 dengan alasan sakit.

Keempat orang itu ditetapkan tersangka pada awal Januari 2022.

Perkara ini dimulai dari dugaan pemalsuan surat pernyataan pelepasan hak untuk kepentingan swasta yang dibuat Hanafi dan Burhanudin. Tindakan tersebut dibantu Eko yang sempat menjabat sebagai camat Sawangan.

Selanjutnya, Burhanuddin menggunakan surat yang diduga palsu itu sebagai dokumen permohonan penyerahan sebidang tanah milik korban ES kepada Pemerintah Kota Depok.

Tanah diperuntukkan sebagai tempat pemakaman umum (TPU).

“Di mana faktanya terhadap tanah tersebut tidak pernah dijual atau dipindahtangankan oleh korban ES,” jelas Andi.

Baca Juga  Risma Terpukul Ketika Mendapat Kabar Ledakan Mapolrestabes Surabaya

Kemudian, tanah tersebut digunakan Burhanudin sebagai persyaratan penerbitan izin menderikan bangunan (IMB) atas nama PT Abdiluhur Kawuloalit.

Kasus ini merupakan pengusutan laporan korban Mayor Jenderal AD (Purn) Emack Syadzily diwakili kuasa hukumnya.

Korban itu merupakan mantan Direktur Badan Intelijen Strategis (BAIS) TNI.

Laporannya teregistrasi dengan nomor polisi: LP/B/0372/VII/2020/Bareskrim tanggal 8 Juli 2020.

Para tersangka dijerat Pasal 263 KUHP, Pasal 266 KUHP, Pasal 378 KUHP dan/atau Pasal 372 KUHP juncto Pasal 55, Pasal 56 KUHP tentang Dugaan Tindak Pidana Pemalsuan Surat, menempatkan keterangan palsu dalam akta autentik, penipuan dan/atau penggelapan.

(Hasnan.s/Rahman)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Kapolres P.Sidempuan Laksanakan Pengamanan Unras 11 April Sesuai SOP dan Humanis

Berita

Kacab Bank Sumut P.Sidimpuan Ikuti Rapat RUPS-LB Bersama Walikota Secara Virtual
foto://Tim Inafis Polrestabes saat memeriksa jenazah korban

Berita

Pekerja Salon Dibunuh Pacarnya Di Cemara Asri

Berita

Haris Azhar Sebut Peran Pendengung dalam Sengketa Tanah

Asahan

Warga Kisaran Heboh, Penemuan Mayat Pria Didalam Warung Awalnya Diduga Meninggal Karena Covid-19

Asahan

LIBAS RIAU 2-0 PSSA ASAHAN MENUJU SEMIFINAL PIALA SOERATIN U-15 2022

Berita

Wadan Satgas Pamtas Yonif 645/GTY Hadiri Pess Release Polres Bengkayang 

Berita

Wakil Bupati di Dampingi Sekda Kapuas Hulu Menghadiri Pembacaan Pemenang SIPP Award 2021.