Viewer: 796
0 0

Home / Teknologi

Rabu, 9 Desember 2020 - 08:52 WIB

Apakah Alam Semesta Itu Memang Sangat Gelap?

Viewer: 797
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 19 Detik

Kompasnasional l Alam semesta selalu digambarkan sebagai ruang yang sangat gelap. Setidaknya itulah yang selama ini dikemukakan para astronom.

Dikutip dari New York Times, Selasa (8/12/2020), Ton Lauer, dari National Optical-Infrared Astronomy Research Laboratory di Tucson, Arizona mengatakan bahwa alam semesta tak sepenuhnya gelap, dan kita belum sepenuhnya mengetahui terdiri dari apa saja alam semesta itu.

“Ada sesuatu di luar sana yang tidak diketahui,” kata Dr Lauer.

Sejauh 4 miliar mil dari matahari, jauh dari planet-planet terang dan cahaya yang dihamburkan oleh debu antarplanet, Dr Lauer dan timnya berharap ada ruang kosong yang dua kali lebih terang.

Baca Juga  Pria Ini Ditangkap Polisi Karena Menghina Institusi Polri di Facebook

Penjelasan yang paling mungkin yakni, bahwa ada lebih banyak galaksi atau gugus bintang yang sangat redup yang berkontribusi pada cahaya latar alam semesta daripada yang ditunjukkan oleh model mereka.

Namun, spekulasi yang muncul selama ini adalah keberadaan materi gelap yang dianggap menyebabkan alam semesta tampak diselimuti kegelapan.

Alam semesta dianggap dipenuhi dengan ‘materi gelap’, yang substansi pastinya tidak diketahui, tetapi gravitasinya membentuk kosmos yang terlihat.

Beberapa teori menyatakan bahwa materi tersebut bisa jadi partikel awal subatom eksotis yang runtuh secara radioaktif atau bertabrakan dan memusnahkan dirinya sendiri dalam kilatan energi yang menambah cahaya universal.

Baca Juga  Oxford Lakukan Uji Klinis Ivermectin Terbesar di Dunia untuk Pengobatan Covid-19

Dr Lauer dan timnya mencoba keluar meninggalkan spekulasi materi gelap tersebut.

“Pekerjaan kami hanya berkaitan dengan mengukur tingkat fluks itu sendiri. Sebagai pengamat, kami menawarkan ini untuk mereka yang dapat mengetahui apa yang harus dilakukan dengannya,” jelas Dr Lauer.

Pada November lalu, Marc Postman, astronom di Space Telescope Science Institute di Baltimore, sekaligus penulis utama laporan tersebut mengatakan bahwa penting dilakukan untuk mendapatkan perkiraan kandungan energi total alam semesta.

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Proyek Tol Manado-Bitung Ambruk, 3 Pekerja Tertimbun

Teknologi

Biden Bekukan Penjualan F-35 ke UEA, Begini Reaksi Emirat

Teknologi

Akhir November, Tiongkok Jemput Batuan di bulan

Berita

Di ASEAN, Serangan Siber Bisa Sebabkan Kerugian USD 750 Miliar

Teknologi

Gunung Es Terbesar di Dunia Pecah di Antartika

Teknologi

Rampung 2021, Luhut Sebut Pabrik Hyundai di Indonesia Bisa Bikin Mobil 250 Ribu Unit per Tahun

Berita

tvOne Laporkan Akun @bola_gila ke Polisi soal Hoaks Skor Piala Dunia

Arsip

Penjualan Komputer & Printer Merosot, HP Inc Pecat 4.000 Karyawan