Home / Teknologi

Kamis, 28 Januari 2021 - 22:56 WIB

Biden Bekukan Penjualan F-35 ke UEA, Begini Reaksi Emirat

Viewer: 4717
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 42 Detik

Kompasnasional l Pemerintah Joe Biden membekukan penjualan pesawat jet tempur siluman F-35 Amerika Serikat (AS) ke Uni Emirat Arab (UEA) sambil menunggu tinjauan. Negara Teluk itu pun merespons dengan akan menunggu hasil tinjauan kebijakan pemerintah baru Amerika.

Duta besar Emirat untuk Washington Yousef al-Otaiba menyampaikan hal itu pada hari Rabu (27/1/2021).

“Seperti dalam transisi sebelumnya, UEA mengantisipasi tinjauan kebijakan saat ini oleh pemerintahan baru,” kata al-Otaiba dalam sebuah pernyataan yang dibagikan oleh kedutaan UEA.

“Paket F-35 lebih dari sekedar menjual perangkat keras militer kepada mitra. Seperti AS, ini memungkinkan UEA untuk mempertahankan pencegah yang kuat terhadap agresi. Sejalan dengan dialog baru dan kerjasama keamanan, ini membantu meyakinkan mitra regional,” kata diplomat Emirat tersebut.

Baca Juga  Heboh Modal Beli Pulsa 100ribu, Pulang Bawa Smartphone!

Pemerintahan mantan Presiden Donald Trump pada tahun lalu telah menyetujui penjualan paket peralatan pertahanan canggih senilai USD23,37 miliar ke UEA yang bertujuan untuk mencegah potensi ancaman dari Iran.

Negara Teluk itu mengatakan pada 21 Januari lalu bahwa pihaknya menyelesaikan surat perjanjian dengan pemerintah AS untuk pembelian paket peralatan tempur canggih.

Paket tersebut mencakup 50 unit jet tempur siluman F-35 Lighting II senilai USD10,4 miliar, 18 unit sistem drone bersenjata canggih MQ-9B senilai USD2,97 miliar dan paket amunisi air-to-air dan air-to-surface senilai USD10 miliar.

Pada hari Rabu, pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan pemerintah Biden telah membekukan paket penjualan senjata, termasuk F-35, ke UEA. Pembekuan penjualan ini hanya sementara sambil menunggu peninjauan.

Baca Juga  Long Weekend Tambahan! Senin 18 Agustus Jadi Hari Libur Nasional

“Pemerintah untuk sementara waktu menghentikan pelaksanaan sejumlah penjualan pertahanan untuk memungkinkan kepemimpinan yang masuk mendapat kesempatan untuk meninjau,” kata departemen tersebut.

“Ini adalah tindakan administratif rutin yang khas untuk hampir semua transisi, dan menunjukkan komitmen pemerintah terhadap transparansi dan pemerintahan yang baik,” lanjut departemen tersebut melalui seorang juru bicara.

“Langkah ini juga ditujukan untuk memastikan penjualan senjata AS memenuhi tujuan strategis kami untuk membangun mitra keamanan yang lebih kuat, dapat dioperasikan, dan lebih mampu.”

AS juga mengatakan akan membekukan penjualan 3.000 amunisi presisi berpemandu ke Arab Saudi. Pejabat Kerajaan Arab Saudi belum mengomentari laporan ini.(SN/Red)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Teknologi

Ponsel Jatuh ke Bak Mandi, Wanita Rusia Tewas Tersetrum

Arsip

Wanna Cry Ransomware Disebar Acak

Teknologi

Beoing 737 Max Bakal Mengangkasa Lagi, Garuda Indonesia Siap-siap

Teknologi

Studi: Buka Jendela Tekan Penularan Covid-19 di Mobil

Arsip

Resmi Diluncurkan, Samsung Galaxy S7 dan S7 Edge Tampil Cantik di MWC

Teknologi

Mineral Baru Ditemukan pada Batu yang Ditambang 2 Abad Silam

Teknologi

TNI AD Bikin Ban Tanpa Udara, Pelek Elastis, Anti Kempis dan Tahan Tembak

Berita

Dishub DKI Minta Aplikasi Ojek Online Dimatikan di Area Tertentu