Viewer: 828
0 0

Home / Berita / Daerah

Senin, 6 Juli 2020 - 14:43 WIB

‍‍‍‍‍Anggota DPRD dan TGTPP Covid-19 ‘Mati Rasa’

Viewer: 829
0 0
Terakhir Dibaca:2 Menit, 8 Detik


GMKI Gelar Aksi Tabur Bunga Di Kantor DPRD dan Posko TGTPP Kota Siantar

Kompas Nasional I Siantar

Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Siantar-Simalungun gelar aksi turun kejalan dan mendatangi Kantor DPRD dan Posko Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Siantar, pada Senin (06/07/2020)

Dalam orasinya, kordinator lapangan (Korlap) aksi Gading S menyebut bahwa anggota DPRD dan TGTPP Covid-19 Kota Siantar sudah ‘Mati Rasa’.

Pasalnya anggota DPRD dan TGPP sudah tidak peduli lagi dengan Kota Siantar sebagai zona merah dimana setiap hari terus bertambah terinfeksi Covid-19.

Lebih lanjut, melalui pimpinan aksi, May Luther D Sinaga, S.Th dan Korlap aksi, Gading S menjelaskan,  aksi tabur bunga tersebut sebagai ungkapan kekesalan karena massa GMKI tidak diterima oleh anggota DPRD maupun TGTPP di kantor masing-masing.

“Dengan kata lain, TGTPP dan DPRD telah mati rasa, karena kami hanya mau berdialog dan bertanya mengapa fenomena positif COVID-19 terus meroket, dan apa respon gugus tugas terhadap fenomena ini. Karena GTPP sekan berjalan sendiri dalam mengatasi musibah ini.” ujar May Luther.

Baca Juga  Kapolsek Pontianak Timur Pimpin Sosialisasi DIPA Tahun Anggaran 2021

Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun ini juga menilai bahwa TGTPP tidak mau mengajak berbagai elemen masyarakat untuk bertukar pikiran serta tidak tegas dalam menerapkan protokol kesehatan bagi tempat hiburan dan rumah ibadah serta tempat lainnya.

Ditempat yang sama Koordinator lapangan aksi, Gading S menjelaskan tujuan berdialog ke DPRD adalah untuk menyuarakan aspirasi perihal pembentukan perda protokol kesehatan dan pansus dugaan korupsi Bansos Covid-19. Setiap hari jumlah positif Covid-19 selalu bertambah di Kota Siantar, sementara TGTPP sepertinya kehabisan ide dan energi dalam penanggulangan Covid-19,” ungkal Gading.

Lanjutnya, DPRD bisu ketika Pemerintah Kota Pematangsiantar  bagi-bagi proyek ditengah pandemi. DPRD tidak mendengar, ketika mahalnya biaya rapid test sudah jadi ajang bisnis,” teriak Gading sambil memanggil Anggota Dewan untuk keluar.

Baca Juga  Wakil Komandan Satgas Pamtas RI-MLY Yonif 645/Gty meghadiri Even Budaya Gawai Sowa Dayak Widayu

“Kami terpaksa mendatangi mereka karena mereka tak mau turun mendatangi kami.” kata Gading S.

Menurutnya, Walikota Siantar Hefriansyah memang tidak peduli lagi dengan masyarakat Kota Siantar. Faktanya Walikota sebagai ketua TGTPP Covid -19 tidak pernah turun ke tengah masyarakat.

Dalam tuntutannya, GMKI Siantar-Simalungun meminta agar DPRD dan TGTPP bersinergi membentuk peraturan penertiban protokol kesehatan, gencar sosialisasi dengan melibatkan elemen masyarakat serta dengan cermat menggunakan anggaran tepat sasaran untuk penanggulangan COVID-19.

Sebagai informasi, hingga 4 Juli 2020 jumlah positif yang tetinfeksi Covid-19 di Kota Siantar sudah 82 orang.

“Jadi ini semua karena minimnya kepedulian GTPP terhadap masyarakat sehingga masyarakat menjadi apatis. Karena GTPP bukan sekedar informan Covid, namun juga harus turun langsung kebawah bersama wakil rakyat.” tutup Ketua GMKI Pematangsiantar-Simalungun, May Luther D Sinaga.**


Penulis: Nilson Pakpahan

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

PERSONIL POLRES TOBA DAPAT VAKSIN TAHAP I

Berita

BERKEDOK JUAL SUARA, TERNYATA JUAL SABU SABU

Berita

Imbauan Kapolri ke Masyarakat Hadapi Lonjakan Covid-19: Tak Panik, Disiplin Prokes dan Lakukan Vaksinasi

Berita

Pemkab Mempawah Salurkan Bantuan kepada 10 Partai Politik

Berita

Pelaku Penganiayaan di Desa Keluas Hulu Ditangkap Polsek Kota Baru

Berita

Kapolres Nias Selatan gelar temu Pers atas dugaan pemerasan dan penipuan terhadap beberapa Kepala Sekolah/Kepala Desa

Berita

Prabowo Kantongi 6 Nama sebagai Cawapresnya pada Pilpres 2019

Berita

Wujud Peduli Kemanusiaan, Satgas Pamtas Rl-Malaysia Yonif 645/Gty Bantu Proses Pemakaman Warga di Perbatasan