Home / Arsip / Arsip 2016 / Berita / Nasional / Reviews

Sabtu, 9 April 2016 - 13:58 WIB

BNPT Bersyukur Umar Patek Mau Jadi Mediator Bebaskan 10 WNI

Viewer: 621
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 56 Detik

Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan di Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) Arief Dharmawan membenarkan bahwa pihaknya memberikan remisi 10 tahun penjara kepada terpidana terorisme Umar Patek. Dia juga menjelaskan bahwa Umar Patek lah yang mengajukan diri untuk menjadi mediator membebaskan 10 Warga Negara Indonesia yang disandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina dua pekan terakhir.

“Umar Patek jangankan yang lain narapidana ditahan di Lapas punya hak yang dapat revisi. itu sudah ada diundang-undang. Itu hak warga negara dan hak narapidana mendapatkan revisi tadi,” ucapnya usai menghadiri acara di Gedung Pusat Dakwah Muhammadiyah, Jakarta, Jumat (8/4) malam.

Arief bersyukur bahwa Umar Patek menawarkan diri untuk bisa membantu pemerintah RI membebasskan 10 WNI yang ada di sandera. “Alhamdulillah saya pribadi menghargai, seperti Umar Patek, Nasir Abas menawarkan diri untuk membantu membebaskan sandera di Filipina tapi kan saya cuma deputi ini direktur. Kita sampaikan kita bentuk kita coba lihat negosiasi mana yang bisa kita dilakukan. semua kita laporkan ke pemerintah,” bebernya.

Baca Juga  Sederhana, Satgas Pamtas Yonif Mekanis 643/Wns Rayakan Lebaran Di Perbatasan RI-Malaysia.

“Yang namanya orang yang ngasih bantuan masa gak boleh? seneng banget Alhamdulillah dia mau bantu, kami tahu jalannya gitu. ‘Yaudah Mar gue lepas ya bawa 10 lagi kemari’ gak sesederhana itu,” tambahnya.

Dia juga menegaskan bahwa Umar Patek tidak langsung ditugaskan untuk membebaskan 10 WNI tersebut. Pihaknya pun menurutnya akan melakukan koordinasi dengan pemerintah.

“Pemerintah dengan pemerintah ini bukan gak mungkin semuanya dikoordinasikan kebijakan pemerintah. Iya kalo dia mau bebasin, kalau gak?,” tandasnya.

Diketahui sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu tidak membantah adanya rencana melibatkan narapidana terorisme dalam negosiasi pembebasan sandera WNI di Filipina Selatan. “Yang penting, kalau yang disandera selamat kenapa enggak,” kata Ryacudu di Jakarta.

Baca Juga  BANJIR SEMAKIN NAIK, PEMKAB SINTANG DIRIKAN DAPUR UMUM

Umar Patek alias Hisyam bin Alizein merupakan asisten koordinator lapangan dalam aksi terorisme Bom Bali Pertama pada tahun 2002. Insiden itu menewaskan 202 orang.

Umar Patek disebut-sebut pernah membekali para petinggi militan Abu Sayyaf saat ini dengan pelatihan menggunakan senjata api serta merakit bom.

Terpidana teroris asal Jawa Tengah ini hidup berpindah-pindah negara. Tapi pria blasteran Jawa-Arab ini bermukim paling lama di Mindanao Filipina serta Afghanistan.

Sempat dekat dengan Al Qaidah, pelarian Umar Patek akhirnya berakhir pada 25 januari 2011 di Kota Abbottabad, Pakistan karena tertangkap intelijen setempat. Tak sampai setahun berikutnya, dia diekstradisi ke Tanah Air. Saat masih buron, Umar Patek dicari oleh pemerintah Amerika Serikat, Australia, serta Indonesia, dengan nilai buruan mencapai USD 1 juta (mdk|dwk)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

Dugaan Penyelewengan Dana Obat Rp9 Miliar, Ketua GBRS Laporkan Kadis Kesehatan Samosir ke Kejaksaan
KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi V DPR dan Anggota DPRD Bekasi-KompasNasional

Arsip

KPK Periksa Kabag Sekretariat Komisi V DPR dan Anggota DPRD Bekasi

Berita

Kasus Korupsi “Smart City”Kejari Siantar Tahan Kadis Kominfo Posma Sitorus dan PPK Acai

Berita

China Tutup Seluruh Rumah Sakit Darurat Virus Korona di Wuhan

Berita

Arus Sungai Meluap di Tanah Jawa Hantam Jembatan Hingga Nyaris Putus.

Arsip

Resmi, Paul Pogba ke Manchester United

Berita

Update Covid-19 di Kabupaten Samosir 23/07/2021.

Berita

Kerjasama Dengan Bupati Simalungun, Cabdisdik Siantar Akan Berangkatkan 100 Orang Siswa SMA Yang Berprestasi se Simalungun Kuliah Gratis Ke Jerman