KOMPASNASIONAL.COM
Balikpapan – KPK mulai Mei mendatang mulai membidik pejabat daerah-daerah penghasil migas yang masih berani melakukan tindakan korupsi.
Ketua KPK Agus Rahardjo mengingatkan kepada kepala daerah termasuk pejabat dibawahnya untuk berhati-hati atas amanah jabatan jangan sampai terkena jerat hukum terutama kasus suap.
Karena menurutnya, kasus korupsi yang banyak ditangani KPK sebagian besar kasus suap. Para pelaku korupsi ini banyak terkena dalam operasi tangkap tangan.
“Kasus suap ini yang paling banyak dalam operasi tangkap tangan. Kita akan perluas monitoring jadi mohon jangan lakukan itu,” katanya dalam acara kordinasi dan supervisi sektor Energi tahun 2016, di Balikpapan (6/4/2016).
Agus menjelaskan yang dimaksud dengan perluasan monitoring adalah melakukan pemantau ke daerah-daerah khususnya daerah penghasil migas atau daerah yang memiliki sumber daya alam melimpah.
“Sekarang ini lagi kita kerjakan. Nanti peralatan ditambah, SDM ditambah termasuk sistem diperbaiki sehingga monitoring kita jauh lebih besar lagi dibandingkan sebelumnya,” terangnya.
Pada akhir acara kordinasi dan supervisi sektor energi, Agus Rahardjo membacakan hasil kuisioner peserta terkait pengalaman sehari-hari yang bersentuhan pada kasus korupsi.
Suap salah satu kasus yang bisa terjadi disemua urusan dan kapan saja bisa terjadi.
“Bisa terjadi saat penerimaan pegawai di kantor bapak ibu, mulai saat mutasi atau promosi jabatan. Atau berhubung dengan perizinan, pelelangan, dan investasi. Jadi tolong karena tangkapan terakhir adalah suap semua,” tukasnya.(kn/ik)








