Home / Berita

Senin, 25 Mei 2026 - 16:50 WIB

Korlantas Gelar Operasi Patuh 8 Juni, Fokus Penegakan Hukum Digital Lewat ETLE

Viewer: 95
0 0
Terakhir Dibaca:1 Menit, 27 Detik

Jakarta, JejakNasional – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Operasi Patuh 2026 selama dua pekan mulai 8 hingga 21 Juni 2026. Operasi Patuh tahun ini mengedepankan penegakan hukum digital melalui Electronic Traffic Law Enforcement(ETLE).

Pernyataan itu disampaikan Kabag Ops Korlantas Polri Kombes Aries Syahbudin saat memberikan arahan kepada jajaran Korlantas Polri dalam apel di Lapangan NTMC Korlantas, Senin (25/5/2026). Tema yang diusung dalam Operasi Patuh 2026 yakni ‘Transformasi Digitalisasi Penegakan Hukum dalam Mewujudkan Masyarakat yang Patuh dan Tertib Hukum dalam Berlalu Lintas’.

Dalam arahannya, Kombes Aries menjelaskan Operasi Patuh 2026 mengusung konsep operasi mandiri kewilayahan dengan penyesuaian karakteristik di masing-masing daerah. Operasi Patuh tahun ini menitikberatkan pada transformasi digital dalam penegakan hukum lalu lintas.

Baca Juga  Debt Collector Tersangka Pengeroyokan di Polsek Riau Terancam 7 Tahun Penjara

“Operasi Patuh tahun ini lebih mengedepankan penegakan hukum berbasis digital melalui ETLE sehingga seluruh jajaran diminta mempersiapkan dukungan pelaksanaan secara maksimal,” ujar Kombes Aries.

Ia menjelaskan penindakan dalam Operasi Patuh 2026 akan difokuskan terhadap pelanggaran yang menghambat efektivitas ETLE. Beberapa di antaranya seperti pelat nomor kendaraan yang dicopot, tidak dipasang, ditutup sebagian, hingga dimodifikasi atau disamarkan menggunakan stiker maupun cat.

Menurutnya, pelanggaran tersebut menjadi perhatian karena dapat menghambat sistem pembacaan kamera ETLE dalam proses penegakan hukum elektronik. Selain itu, pelanggaran seperti melawan arus tetap akan dilakukan penindakan menggunakan tilang konvensional oleh petugas di lapangan.

Baca Juga  Maskapai Air India Terbang ke Israel Melalui Arab Saudi untuk Pertama Kalinya

Dalam pelaksanaannya, komposisi penindakan Operasi Patuh 2026 terdiri dari 60 persen menggunakan ETLE atau penegakan hukum elektronik, 30 persen menggunakan tilang konvensional, dan 10 persen melalui teguran simpatik.

“Teguran simpatik tetap diberikan dalam situasi tertentu yang dinilai lebih efektif menggunakan pendekatan humanis, namun porsinya tetap terbatas hanya 10 persen,” katanya.

Di akhir arahannya, Kombes Aries menegaskan Operasi Patuh 2026 menitikberatkan pada peningkatan kepatuhan masyarakat terhadap aturan lalu lintas melalui langkah preemtif, preventif, dan penegakan hukum yang terintegrasi.

(YA/JJN)

Happy
Happy
%
Sad
Sad
%
Excited
Excited
%
Sleepy
Sleepy
%
Angry
Angry
%
Surprise
Surprise
%

Share :

Baca Juga

Berita

10 Tewas dalam Kecelakaan Mobil Travel di Tol Cipali, Berikut Identitasnya

Berita

Upacara HUT ke-76 RI di Pemkot Pontianak Digelar Secara Virtual

Berita

Universitas HKBP Nomensen Medan Gelar Seminar Pergeseran Paradigma Manajemen SDM

Berita

Terpopuler: Keponakan Prabowo Diduga Disiapkan untuk Gantikan Sri Mulyani, Hermanto Tanoko Salip Hartono Bersaudara

Berita

Tiadakan Perayaan Cap Go Meh

Berita

Bupati Kapuas Hulu Hadiri Silaturahmi Forkopimda Bersama Ustadz Yusuf Mansur Dan Ormas Di Kabupaten Kapuas Hulu

Berita

Pencairan Bansos Tunai di Mandailing Natal Diwarnai Kekecewaan Namanya Dicoret Sebagai Penerima

Berita

Akselerasi Sertifikasi Perkebunan Sawit